Artikel Kategori

PIS Agro Serahkan Kurikulum Kopi dan Kakao ke Polbangtan

Posted in Berita on Des 07, 2018

Menindaklanjuti MoU antara Kepala Badan Penyuluhan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono dengan PIS Agro yang disaksikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Ketua Umum Kadin Indonesia, kini dituangkan dalam bentuk perjanjian kerjasama meningkatkan kapasitas membangun SDM sebagai wirausaha muda terutama di 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang ada di Indonesia.

Momon Rusmono menyampaikan bahwa PIS Agro telah menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan dunia usaha dan industri, mengembangkan pola pembelajaran dengan sistem proses pembelajaran yang disesuai dengan situasi nyata di dunia usaha dan industri yang bisa dilaksanakan didalam kampus dan induasri. "Teman-teman dari industri juga bersedia menjadi praktisi di Polbangtan, dunia industri siap di jadikan tempat untuk magang baik mahasiswa maupun dosen, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat", tambahnya. (7/12/2018)

Penyerahan modul kopi dan kakao dari PIS Agro menurut Momon untuk dikerjasamakan dengan Kepala Pusat Pendidikan BPPSDMP Kementan. Dunia usaha sudah menyusun kurikulum kopi dan kakao sesuai kebutuhan industri, dan akan disesuaikan dengan kurikulum Polbangtan dan untuk balai pelatihan BPPSDMP, mulai dari aspek budidaya sampai pengolahan.

Momon menambahkan bahwa lulusan Polbangtan nantinya tidak hanya mendapatkan ijasah pendidikan, tetapi juga akan mendapatkan sertifikat keahlian. Dirinya mencontohkan seperti pada program agribisnis peternakan, mahasiswa akan mendapatkan sertifikat inseminator atau paramedis setelah di uji pada setiap semesternya, sehingga nantinya bisa digunakan di dunia usaha dan dunia industri.

Wisman Jaya, salah seorang perwakilan dari PIS Agro mengatakan organisasinya merupakan berbasis pada perusahaan-perusahaan agriculture. "Masa depan PIS Agro bisa ada, kalau petani berkelanjutan. Keberlanjutan petani tergantung bagaimana pendapatannya. Kalau pendapatan seperti ngojek lebih baik, maka kita akan kehilangan para petani", ujarnya.

"Kita berikan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan seluruh perusahaan swasta, dan kurikulum yang diajarkan semoga bisa disesuaikan dengan keinginan pemerintah. Sehingga apa yang dilakukan petani, bisa sesuai dengan keinginan swasta. Kita senang sekali diikut sertakan di Polbangtan, sehingga apa yang akan kita sampaikan untuk budidaya bisa selaras", ujar Wisman.

Capaian BPPSDMP 2018: 15.192 Posluhdes, 1.013 Kelompok PWMP dan 18 SKKNI

Posted in Berita on Nov 27, 2018

Kementerian Pertanian RI dalam empat tahun terakhir, 2014 - 2018, mendorong dan mendukung pengembangan 15.192 Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes), 1.013 kelompok Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) dan 18 Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) sesuai target Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla mengembangkan SDM pertanian yang mandiri, profesional dan berdaya saing.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Momon Rusmono kepada pers di Jakarta, Senin siang (26/11) pada kegiatan ´Bincang Asyik Pertanian Indonesia´ disingkat Bakpia terkait tiga pilar SDM pertanian yakni penyuluhan, pendidikan dan pelatihan pada Empat Tahun Pemerintahan Jokowi - JK.

"Jumlah Poluhdes saat ini mencapai 15.192 unit di seluruh Indonesia, naik 233 persen dari 2014 sebagai upaya penguatan kelembagaan penyuluhan pertanian di desa mendukung tugas pokok dan fungsi dari Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP di kecamatan," kata Momon Rusmono didampingi Sekretaris BPPSDMP Kementan, Andriko Noto Susanto.

Menurutnya, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) di BPPSDMP Kementan terus mendorong kinerja Posluhdes mendukung capaian target 72.000 penyuluh swadaya 36.000 Posluhdes di seluruh Indonesia melaksanakan prinsip penyuluhan pertanian tentang bagaimana mewujudkan better farming, better business, dan better income.

Sementara Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) mengembangkan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) sejak 2016, dan sampai tahun ini terdapat 1.013 kelompok PWMP dengan rincian 266 kelompok tahap penyadaran dan penumbuhan, 247 kelompok tahap pengembangan, dan 500 kelompok tahap pemandirian.

"Program PWMP merupakan bagian dari upaya regenerasi petani, dengan strategi utama mengubah stigma tentang pertanian di kalangan generasi muda, bukan hanya budidaya tanaman di sawah, melainkan pengembangan sektor agribisnis dari subsistem hulu sampai hilir yang membuka peluang kerja dan peluang usaha.

Capaian kinerja Pusat Pendidikan Pelatihan (Puslatan) adalah peningkatan kualitas dan daya saing SDM pertanian Indonesia melalui sertifikasi profesi. Sejak 2014 sampai Juli 2018, Puslatan sudah menghasilkan 18 SKKNI dan enam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sektor pertanian dengan 25 jenis jabatan serta 105 skema sertifikasi profesi bidang pertanian dengan 13 bidang kompetensi.

"BPPSDMP Kementan juga telah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP, 39 tempat uji kompetensi disingkat TUK, dan 321 orang asesor sektor pertanian. Tujuannya, meningkatkan daya saing dan kompetensi SDM pertanian memasuki dunia usaha dan industri melalui sertifikasi SDM pertanian sebanyak 5.421 orang," kata Momon Rusmono.

Tampak hadir Kapusluh Siti Munifah; Kapusdik Idha Widi Arsanti, Kapuslat Bustanul Arifin Caya. Sejumlah pejabat eselon tiga di antaranya Kabag Evalap Titin Gartini; Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan Pusluhtan, Zahron Helmy; Kabid Kelembagaan dan Ketenagaan Pendidikan Pusdiktan, Inneke Kusumawaty; Kabid Program dan Kerjasama Pendidikan Puslatan, Eka Herissuparman dan para pejabat eselon empat di antaranya Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan Pusluhtan, Septalina Pradini dan Kasubbid Ketenagaan Pendidikan Pusdiktan, Erwin Zulkarnain. (Chaca)

SDM Pertanian Siap Hadapi Industri 4.0

Posted in Berita on Nov 27, 2018

"Salah satunya dengan penyiapan kurikulum pendidikan, kurikulum pelatihan dan metode penyuluhan yang mampu beradaptasi. Kita harus memahami, menguasai perkembangan IPTEK," ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono. Dalam setiap kurikulum, pendidikan dan pelatihan harus mengintegrasikan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Sedangkan dalam proses penyuluhan, salah satunya menggunakan cyber extention (CybEx) dan metode penyuluhan harus menyesuaikan. "Masih kita dalami apakah metode LAKU (Latihan dan Kunjungan) masih laku?," tuturnya.

Kepala Pusat Penyuluhan, Siti Munifah menambahkan pihaknya di pusat melakukan pengukuran kinerja penyuluh di daerah dengan target-target yang konkrit.

"Misalnya dari 8-16 kelompok tani yang dibina, minimal 6 yang naik kelas kelompoknya dengan berbagai cara. Seperti didatangi per kelompok, atau sarana komunikasi lain dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Mendorong penyuluh kreatif," bebernya.

Penyuluh juga diminta aktif untuk bersosialisasi melalui media sosial, sehingga mereka bisa mendengar langsung semua program Kementan.

"Setelah baca, diharapkan mereka bisa mengikuti program tersebut. Bahkan dijadikan referensi untuk mengajak petani," bebernya.

Munifah menambahkan di era industri 4.0, penyuluh tidak berhenti pada mengurusi petani di hulu saja. Tetapi bagaimana mengurus pascapanennya, bagaimana mencari jejaring pasar, bagaimana mengurus legalisasi produk gapoktan agar memiliki nilai jual tinggi.

"Ini diperlukan orang yang mau selalu beradaptasi dengan lingkungan baru dan informasi baru," tutupnya. (festi)

sumber : https://bit.ly/2PaPOT6

Polbangtan Harus disegani Dunia dan Berstandar Internasional

Posted in Berita on Nov 27, 2018

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta agar Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang ada di Indonesia, disegani di dunia dengan menerapkan standar pendidikan Internasional. Amran menyampaikan hal ini dalam kunjungan kerjanya ke Polbangtan Yogyakarta, Selasa (27/11/2018).

“Saya tugaskan staf khusus Mentan untuk melakukan audit di seluruh Polbantan di Indonesia. Saya ingin semua berstandar Internasional”, ujar Amran optimistis.

Mentan juga berpesan kepada para mahasiswa Polbangtan agar turut mewujudkan cita-cita ini. Salah satunya dengan mengubah kebiasaan. Ia memberi contoh misalnya dengan mulai membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional.

“Jangan takut salah gunakan bahasa Inggris, campur aduk bahasa Indonesia dan Inggris tak apa. Kamu tonton siaran BBC, CNN tiap malam 2 jam. Ubah kebiasaan, lalu ulangi”, terang Amran.

Dengan begitu, menurut Amran para mahasiswa Polbangtan yang ada dihadapannya akan merasakan manfaat The Power of Habbit The Power or Repetition. Mengubah dengan kebiasaan.

“Itu akan menjadi kekuatan besar. Jadi mulai hari ini you speak english. Bisa kan? Ajak teman-temanmu. Jadi caranya pertama, my suggestionajak teman pergi lalu kalian discuss about agriculture, about infrastructure,”lanjutnya.

Amran juga berpesan agar para mahasiswa Polbangtan tidak mudah mengeluh jika ingin menjadi orang besar.

“Jangan mengeluh, kalau ada orang mengeluh gagal. Dan kalau gagal jangan menyerah. Gagal adalah cara Tuhan agar kita menikmatinya saat sudah sukses,” pesannya.

Setelah mengubah kebiasaan, meninggalkan kebiasaan buruk dan memulai kebiasaan-kebiasaan baik, Amran memotivasi para mahasiswa agar memiliki mimpi besar.

“Aku tanya kalian, ingin sukses? Ingin jadi konglomerat? Hari ini kamu harus punya mimpi besar. Setelah punya mimpi besar, kamu harus yakin aku bisa jadi pemimpin besar, konglomerat dunia. Setelah yakin, buang kebiasaan yang buruk, buang mulai hari ini,”tambahnya.

Ia meyakini, jika semua mahasiswa berproses untuk melakukan kebiasaan baik insya ALLAH akan jadi orang hebat. Terlebih kini tengah berada dalam sistem yang teratur pada lingkungan lembaga pendidikan.

Transformasi Polbangtan Bangun Semangat Wirausaha Pertanian

Polbangtan adalah institusi pendidikan tinggi vokasi, di bawah binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), yang merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP).

Transformasi ini diharapkan akan melahirkan kembali tenaga terampil di bidang pertanian yang punya semangat wirausaha atau socioagripreneur.

Untuk mencapai cita-cita ini Kementan menjalin kerjasama dengan 29 Perguruan Tinggi untuk Program Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), dan beberapa perusahaan swasta yang bergerak di sektor pertanian.

Empat ribu lebih mahasiswa menyebar di enam Polbangtan di seluruh Indonesia. Yaitu Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta –Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa, dan Polbangtan Manokwari. (festi)

sumber : https://bit.ly/2E1qHRy

Terobosan Kebijakan Kementan Hasilkan Capaian Penting Di Sektor Pertanian dan Pangan

Posted in Berita on Nov 27, 2018

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang diwakili Kepala Badan Penyuluhan dan Peningkatan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono menyampaikan sejumlah kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) dalam 4 tahun. Sejumlah program terobosan yang dilakukan terbukti berkontribusi signifikan terhadap capaian kinerja hingga 2018 ini.

Dalam presentasinya dihadapan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor pada Selasa (27/11), Momon memulai capaian paling terlihat yakni data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi.

“Inflasi bahan pangan 2017 hanya sebesar 1,26 persen, jauh lebih rendah dibandingkan inflasi bahan makanan 2013 sebesar 11,35 persen. Inflasi ini bahkan di bawah inflasi umum yang masih sebesar 3,61 persen,” kata Momon.

Angka lain yang cukup membanggakan adalah meningkatnya ekspor dan investasi bidang pertanian. Data BPS menunjukkan ekspor pertanian 2017 sebesar Rp 441 triliun naik 24,47 persen dibandingkan 2016 sebesar Rp 387 triliun, sementara data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan investasi di sektor pertanian 2017 sebesar Rp 45,9 triliun naik rerata 14 persen pertahun dibandingkan 2013 sebesar Rp 29,3 triliun. Sejumlah deregulasi dan perbaikkan layanan turut mendorong perkembangan ini.

Capaian tersebut, menurut Momon tidaklah datang begitu saja, sejumlah terobosan telah dilakukan untuk peningkatan produksi pertanian, kesejahteraan petani, hingga kemandirian pangan. Terobosan itu juga diproyeksikan lebih jauh untuk mencapai visi lumbung pangan dunia 2045.

Terobosan Bidang Pertanian

Dalam 4 tahun kinerjanya Kementan sudah melakukan banyak terobosan, namun Momon menekankan 10 terobosan, yakni mekanisasi pertanian, infrastruktur, asuransi, benih unggul, tumpang sari, pemanfaatan rawa untuk lahan pertanian, kemudahan perizinan hingga inseminasi buatan untuk sapi.

Modernisasi pertanian melalui pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) dari berbagai jenis telah dibagian 423.197 unit, jumlah ini naik 1.526 persen dari jumlah di 2014.

“Alsintan terus dikejar sehingga produksi pertanian bisa maksimal dan efisien diseluruh Indonesia,” ujar Momon.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia juga memberikan program asuransi pertanian. Program ini memastikan agar petanintidak ragu dalam memproduksi. Total lahan padi yang diasuransikan sudah mencapai 2,73 juta hektare, begitu juga ternak sapi yang mencapai 232.176 ekor.

Terkait infrastruktur, Kementan telah membuat embung, longstorage dan parit sebanyak 23.175 unit. Rehabilitasi jaringan irigasi tersier juga meningkay 331 persen dalam 4 tahun mencakup luas 3,58 juta hektare.

Modernisasi pertanian, juga dilakukan dengan membagikan benih unggul untu luas 7 juta hektare agar produktivitas dan kualitas pertanian terjaga. Kementan juga mendorong keterbatasan lahan dengan sistem tumpang sari berbagai komoditas, salah satunta adalah integrasi jagung sawit seluas 233 ribu hektare.

Keterbatasan lahan juga dilakukan dengan cara intensifikasi lahan pertanian, melalui luas tambah tanam (LTT) dan peningkatan indeks pertanaman yang saat ini sudah mencapai rata-rata 1,75. “Perluasan lahan pertanian juga diipayakan dengan optimalisasi lahan rawa. Saat ini, lahan rawa yang berhasil dibuka sudah dimulai dengan 7.528 hektare. Masih ada 10 juta hektare potensi untuk dikembangkan ke depan,” beber Momon.

Untuk meningkatkan produktivitas peternakan khususnya populasi sapi, Kementan melaksanakan program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) dengan memberikan inseminasi buatan geratis kepada peternakan rakyat. Dalam kurun sekitar dua tahun pelaksanaan program ini telah berhasil menambah populasi sapi sebanyak 2,7 juta ekor. (festi)

sumber : https://bit.ly/2r8dm12

Polbangtan Gowa gelar workshop pembaharuan dalam pelaksanaan pendidikan vokasi

Posted in Berita on Nov 27, 2018

Bertempat di Ruang Rapat, Polbangtan Gowa menggelar workshop pembaharuan dalam pelaksanaan pendidikan vokasi, Selasa, 27 November 2018.

Kegiatan workshop ini dibuka secara langsung oleh Dr. Ir. Syaifuddin, MP selaku Direktur Polbangtan Gowa dan dilaksanakan selama sehari yang diikuti oleh 32 orang dosen, calon dosen 11 orang dan PLP/Tenaga teknis 13 orang.

Workshop ini menghadirkan pemateri langsung dari Politeknik Manufaktur Negeri Bandung dimana Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (POLMAN Bandung) adalah Politeknik negeri terbaik dan pertama di Indonesia yang dahulu bernama Politeknik Mekanik Swiss (PMS-ITB). POLMAN Bandung, berdiri sejak tahun 1976, merupakan hasil kerjasama bilateral antara pemerintah RI dan pemerintah Konfederasi Swiss yang dalam pelaksanaannya, Pemerintah Indonesia diwakili oleh ITB dan Swisscontact mewakili Pemerintah Swiss yang berakhir pada tahun 1995.

Hadir sebagai pemateri dari Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (Polman) Bapak Umen Rumendi dan Bapak Wibawa Kreshnandi.

Dalam materi yang dibawakan, Wibawa Kreshnandi banyak berbicara tentang implementasi manajemen pembelajaran dan manajemen teaching factory di Polbangtan Gowa.

Wibawa mengatakan banyak hal tentang implemetasi TEFA. Yang paling sederhana bentuk implementasi TEFA adalah ketika bahan makanan yang diolah didapur umum asrama mahasiswa berasal dari produk mahasiswa yang memanfaatkan lahan Polbangtan Gowa, seperti sayuran, buah-buahan bahkan beras, ungkapnya. (chaca)

sumber : https://bit.ly/2Sh08up

Mahasiswa tingkat I Polbangtan Gowa laksanakan praktik lapang terpadu

Posted in Berita on Nov 27, 2018

Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa melaksanakan praktek lapang mata kuliah terpadu bagi mahasiswa semester 1 program studi D-IV Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan.

Praktek lapang diikuti secara antusias oleh 86 mahasiswa diberbagai tempat antara lain Stasiun Klimatologi Kelas 1 Maros, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Lau, Celebes Mushroom Farm, dan Gapoktan Bontobunga Kecamatan Moncongloe Maros.

Kaharuddin, SP, MP. selaku Ketua Jurusan Pertanian mengatakan bahwa kegiatan yang berlansung hari ini (27/11) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa serta pengaplikasian ilmu yang diperoleh dari mata kuliah yang dipraktekkan.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Maros, Abdul Mutholib, SP., M.Si dalam sambutannya menghimbau mahasiswa agar memanfaatkan kegiatan praktek lapang terpadu untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya mengenai kaitan iklim dengan budidaya pertanian.

Di tempat terpisah, Diana selaku Direktur Celebes Mushroom mengaku sangat senang atas kunjungan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Polbangtan Gowa. Ia mengemukakan bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa dapat belajar bagaimana menjadi enterpreneur sejati dalam bidang pertanian, salah satunya melalui usaha agribisnis jamur tiram.

Kaharuddin menambahkan, praktek yang dilaksanakan sehari meliputi mata kuliah Agroklimat, Dasar-dasar Penyuluhan, Manajemen Agribisnis, Pengelolaan Tanah dan Air, serta Sistem Pertanian Berkelanjutan. (festi)

sumber : https://bit.ly/2r9tvDt

Pendidikan Jadikan SDM Pertanian, Terbaik di Zaman Now

Posted in Berita on Nov 27, 2018

"Perkembangan dinamika lingkungan, teknologi dan informasi sekarang begitu cepat. Tetapi disisi lain, petani dan kelompok tani masih perlu dibantu oleh kita. Sehingga kalau kita kerja biasa-biasa saja atau hanya baik, ya hasilnya biasa-biasa saja," ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPPSDMP), Momon Rusmono saat Kuliah Umum : Membangun Pertanian dan Peternakan di Kabupaten Bogor sekaligus Sosialisasi Capaian Empat Tahun Kinerja Kementerian Pertanian di Polbangtan Bogor, Selasa (27/11).

Karena itu, Momon mengajak kepada mahasiswa-mahasiswi Polbangtan untuk bekerja yang terbaik. "Saya punya motto. Good is not enough. You must be the best or Excellent. Kita harus kerja yang terbaik sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat," tegasnya.

Agar Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) menjadi yang terbaik, paling utamanya adalah sistem pembelajaran yang dikembangkan metode Teaching Factory (TeFa) dengan 70 persen diantaranya adalah praktek di lapangan.

"Untuk mendukung ini, sarana dan prasarana harus dipenuhi, tenaga dosen dan tenaga laboratorium harus ditingkatkan kompetensinya. Kurikulumnya harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Sehingga lulusannya, jika sarana sudah baik, dosennya baik, dan kurikulumnya juga baik. Maka outputnya menjadi terbaik !," tegas Momon.

Kemampuan yang terbaik dari mahasiswa dan mahasiswi dari Polbangtan Bogor sendiri sudah diakui oleh beberapa pihak. Salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Bogor yang merasa terbantu dengan adanya pendampingan dan penyuluhan dari Polbangtan Bogor sehingga target produksi bisa tercapai.

"Pendampingan dari mahasiswa dalam program Upsus Pajale, Upsus Siwab yang sudah kita kerjasamakan antara Pemkab dan Polbangtan sudah terbukti baik dalam peningkatan produksi," beber Bupati Bogor, Nurhayanti yang hadir dalam acara serupa.

Nurhayanti juga menilai transformasi STPP menjadi Polbangtan merupakan bentuk jawaban dari tantangan peningkatan sumberdaya manusia yang dibutuhkan oleh pertanian.

"Menjadi sebuah inovasi memperkuat dan mengembangkan pembangunan di bidang pertanian dan peternakan dengan tenaga-tenaga handal melalui pendidikan disini (Polbangtan Bogor). Saya sangat mengapresiasi," tuturnya.

Nurhayanti mengaku pihaknya telah menjalin lama kerjasama dengan Polbangtan untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diintegrasikan dengan program pertanian di Kabupaten Bogor.

Sehingga mereka memahami persoalan pertanian dan peternakan secara nyata di lapangan. Bahkan mampu memberikan solusi akan permasalahan yang dihadapi petani.

"Kami juga menerima dengan tangan terbuka jika nantinya ada wirausahawan muda yang lahir dari Polbangtan dan mengembangkan komoditi pertanian di Kabupaten Bogor," tutur Nurhayanti (festi)

sumber : https://bit.ly/2Rk3Hjs

Empat Kunci Ini Bisa Dicontek Mahasiswa Polbangtan

Posted in Berita on Nov 27, 2018

Menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian, keberadaan sumberdaya manusia (SDM) sudah seharusnya memiliki kualitas yang mumpuni. Bahkan setiap kesempatan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman membeberkan beberapa kunci yang bisa dicontek oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

"Mulai dari Bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil. Empat kunci inilah yang selalu dibagikan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman agar SDM kita menjadi yang mumpuni," beber Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPPSDMP), Momon Rusmono saat Kuliah Umum : Membangun Pertanian dan Peternakan di Kabupaten Bogor sekaligus Sosialisasi Capaian Empat Tahun Kinerja Kementerian Pertanian di Polbangtan Bogor, Selasa (27/11).

Karenanya, Momon meminta mahasiswa Polbangtan memiliki cita-cita menjadi yang terbaik. "Itu bukanlah hal yang tidak mungkin. Mulai dari usaha, doa dan tawakkal menjadi yang terbaik. Misalnya untuk dapat yang terbaik dalam nilai A maka harus belajar, belajar dan belajar," tegasnya.

Bahkan Momon menuturkan motto yang harus dipegang mahasiswa "Good Is Not Enough, You must be the best or Excellent." Atau menjadi baik saja tidak cukup, harus menjadi yang terbaik.

Mahasiswa juga harus mulai fokus, salah satunya belajar. Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahkan semasa mudanya hanya tidur selama 3 jam. Sisanya difokuskan untuk belajar, mempelajari ilmu baru bahkan memecahkan permasalahan yang ada untuk menjadi inovasi baru.

Kunci ketiga adalah bekerja cepat, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan perangkat mobile. Keduanya harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempelajari keilmuan, mencari informasi yang valid bahkan menemukan ide-ide baru sebagai inovasi.

Sedangkan kunci keempat adalah dengan berorientasi hasil, yaitu mahasiswa harus belajar untuk bertujuan pada hasil menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian di masa depan. Baik sebagai pelaku utama, penyuluh maupun pelaku usaha yang sama-sama bergerak meningkatkan pertanian Indonesia.

"Polbangtan kan hasil akhirnya menjadi job seeker atau job creator agar keduanya menjadi penggerak pembangunan pertanian di masa depan. Menjadi SDM Pertanian yang mumpuni," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Pendidikan, Idha Widi Arsanti menuturkan pihaknya sebagai koordinator dari 6 Polbangtan akan terus berusaha menghasilkan lulusan yang bisa diminati oleh kalangan dunia industri dan dunia usaha sehingga menghasilkan lulusan yang siap bekerja maupun berwirausaha.

"Kita siap hasilkan lulusan yang job seeker dan job creator sehingga zero alumni yang tidak bekerja. Kita hubungkan dengan dunia usaha dan dunia industri. Kurikulum pun diubah menjadi lebih practical termasuk pemanfaatan teknologi untuk bisa menghadapi dunia digital," bebernya. (chaca)

Polbangtan Bogor gelar temu wirausaha muda pertanian

Posted in Berita on Nov 26, 2018

Direktur Polbangtan Bogor, Siswoyo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa Polbangtan peserta PWMP untuk menggali informasi, berbagi pengalaman, serta menambah wawasan dalam mengembangkan usaha pertaniannya lebih luas lagi.

"Di pertemuan ini kita ingin mensinergikan antara mahasiswa PWMP dalam tahap pengembangan dan kemandirian dengan pelaku usaha selaku mitra, untuk memperkuat bisnis para pelaku PWMP," kata Siswoyo saat membuka kegiatan Temu Bisnis Wirausaha Muda Pertanian.

Menurutnya, dalam program PWMP ini kegiatan seperti Temu Bisnis ini harus rutin dilakukan untuk menghasilkan kesepahaman pandangan antara peserta dengan stakeholder' atau pihak terkait dalam memajukan usaha pertanian.

"Karena PWMP itu tidak bisa berdiri sendiri harus didukung oleh mitra lainnya, dunia usaha misalnya, untuk saling bermitra," katanya.

Ia mencontohkan kelompok PWMP membutuhkan pasar untuk memasarkan produk pertanian dan peternakan yang dihasilkannya. Sehingga untuk memudahkan pemasaran tersebut perlu sinergi dengan stakeholders yakni pelaku usaha muda lainnya.

"Peserta PWMP juga bisa belajar dari kisah sukses pelaku usaha muda lainnya yang berhasil mengembangkan usaha pertanian dengan omset yang besar," katanya.

Lebih lanjut Siswoyo mengatakan, sejak 2016 Polbangtan Bogor beserta lima Polbangtan lainnya, dan delapan perguruan tinggi mitra telah mengikuti program PWMP.

Mahasiswa mengembangkan usaha dari sektor pertanian dan peternakan. Ada yang ternak domba, budidaya burung puyuh, hingga memproduksi aneka jenis pangan olahan.

Program dari Kementerian Pertanian, lanjutnya, bertujuan untuk melahirkan wirausaha muda pertanian yang akan menjadi regenerasi petani di Indonesia.

"Usia petani kita sudah semakin tua, sementara regenerasi petani masih rendah, PWMP hadir untuk menumbuhkan wirausaha muda pertanian," katanya.

Program ini juga bertujuan agar alumni dan para lulusan perguruan tinggi peserta PWMP dapat menjadi wirausaha muda pertanian, sehingga tidak lagi berorientasi mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan.

Ia menjelaskan, program ini dibagi dalam tiga tahapan yakni tahun pertama tahap penyadaran dan penumbuhan, lalu tahun kedua tahap pengembangan dan tahun ketiga masuk tahap kemandirian.

Pada tahap penyadaran dan penumbuhan, mahasiswa penerima program yang terbentukd alam kelompok PWMP diberi stimulus berupa dana, untuk alumni perguruan tinggi dengan skema bantuan modal usaha senilai Rp30 sampai Rp35 juta per kelompok. Sedangkan Polbangtan dan SMKPP dalam bentuk beasiswa sebesa Rp15 juta per kelompok.

Siswoyo mengatakan, ada 30 kelompok PWMP sudah masuk tahapn pengembangan, 67 kelompok tahap kemandirian, dan 18 kelompok sudah lulus program.

"Kegiatan Temu Bisnis kali ini ditujukan oleh mahasiswa peserta PWMP untuk tahap pengembangan (tahun kedua) dan kemandirian (tahun ketiga)," kata Siswoyo.

Sementara itu, Dr Burhanuddin, dari Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) IPB yang juga inisiator program PWMP menyebutkan, program PWMP sudah berjalan sesuai jalurnya.

"Artinya, target kita untuk mengubah pola pikir para generasi muda pertanian untuk mau terjun ke bisnis pertanian memperlihatkan hasil yang signifikan," kata Burhanuddin.

Sementara itu kegiatan Temu Wirausaha Muda Pertanian ini menghadirkan sejumlah narasumber di antara tiga pelaku usaha sukses pertanian yakni Abdul Hamid, Hari Kusmara, dan Ulus Pimawan.

Ketiga pembicara ini memberikan tips dan strategi untuk menjalankan bisnis pertanian yang berlanjut dan sukses.

Selain itu juga ada sesi kisah sukses para pelaku program PWMP yang berhasil mengembangkan usahanya hingga memiliki omset yang berkembang signifikan, seperti alumni dari IPB, Universitas Lampung, dan siswa SMKPP Tanjungsari serta SMKPP Lembang. (chaca)

sumber : https://bit.ly/2P8LYJU