Artikel Kategori

54 Pejabat fungsional lingkup BPPSDMP di Lantik

Posted in Berita on Agu 07, 2018

Jakarta 7/8 " Tidak ada cara lain untuk meningkatkan kompetensi selain belajar, belajar dan belajar ujar Momon Rusmono sesaat setelah melantik 54 Pejabat Fungsional lingkup BPPSDMP.” di Auditorium Gedung D.

“Jabatan fungsional tidak kalah strategis dibandingkan struktural, karena kedepan semua akan di arahkan ke fungsional khusus dan tunjanganya setara dengan pejabat struktural.

“Fungsional harus mampu memotivasi diri sendiri. Karena atasan saudara adalah profesi saudara sendiri, Keluarkan semua kemampuan yang ada untuk meningkatkan kapasitas institusi dan pribadi, ujar menutup arahannya. Tampak hadir pada pelantikan Sekretaris Badan, Andriko Notosusanto, Kepala BBPP Kupang Adang Warya, Ketua Polbangtan Magelang Yogyakarta, Ali Rahman, Kepala SMKPP Kupang, Cornelis Kaho, dan Kepala BPP Lampung Bhakti Bhakti Poerwadikarta

Kementan evaluasi program kegiatan pendampingan wilayah perbatasan

Posted in Berita on Agu 07, 2018

Kementerian Pertanian (Kementan) mengevaluasi hasil program pendampingan dosen dan mahasiswa STPP melalui pengabdian masyarakat dan penelitian serta Praktek kerja lapang (PKL) di kawasan perbatasan Indonesia.

"Evaluasi ini untuk mengetahui apakah kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi target pendampingan, pengabdian masyarakat, penelitian dan PKL mahasiswa dan dosen STPP," kata Kepala Bidang Program dan Kerja sama Pendidikan, Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP, Kementerian Pertanian, Siswoyo,di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Dia mengatakan, Kementan pada 2018 melalui Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP telah melaksanakan program pendampingan dosen dan mahasiswa melalui pengabdian masyarakat, penelitian dan PKL di wilayah perbatasan.

Wilayah perbatasan tersebut berada di tiga provinsi yakni Kalimantan Barat (Kabupaten Entikong, Badau, dan Paloh), Nusa Tenggara Timur (NTT) ada di Kanupaten Atambua, dan Papua ada di Kabupaten Jayapura.

Kegiatan ini melibatkan 208 mahasiswa di enam Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) yakni, Bogor, Malang, Magelang/Yogyakarta, Medan, Gowa, Manokwari.

"Mahasiswa melakukan program pendampingan yang terintegrasi dengan PKL selama satu bulan lamanya. Mendampingi masyarakat setempat di bidang pertanian dan peternakan," kata Siswoyo.

Program kerja sama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dan Kementerian Dalam Negeri ini berlangsung pada 1 sampai 31 Juli 2018.

Saat ini, seluruh mahasiswa dan dosen yang melakukan program pendampingan melalui pengabdian masyarakat, penelitian, dan PKL telah ditarik kembali ke masing-masing daerah.

Evaluasi program ini dibahas dalam workshop hasil kegiatan dan pelaporan program yang dihadiri oleh perwakilan seluruh STPP, serta pemerintah daerah setempat berlangsungnya program.

"Dari workshop ini kami mau mendengar langsung evaluasinya seperti apa, baik dari STPP maupun dari pemerintah daerah. Apakah banyak manfaatnya dirasakan, jika ia,maka kita akan merancang program lanjutan di tahun berikutnya," kata Siswoyo.

Sementara itu, Ketua STPP Bogor, Nazaruddin mengatakan, dalam program tersebut Bogor mengirimkan 64 mahasiswanya melakukan pendampingan di wilayah perbatasan Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Menurutnya, berbagai tantangan dan rintangan mampu dihadapi oleh mahasiswa, mengingat daerahnya yang masih terisolir, minim penerangan, dan akses air bersih dari sungai, tidak menyurutkan semangat mahasiswa melaksanakan PKL dan pendampingan.

"Banyak manfaat yang dirasakan dari kegiatan ini, selain interaksi antarmasyarakat dan mahasiswa yang begitu dekat, sehingga masyarakat begitu kehilangan ketika mahasiswa kita menyelesaikan kewajibannya ," kata Nazar.

Selain itu, pengalaman berinteraksi mendampingi warga, baik dalam bidang pertanian, dan peternakan. Mahasiswa juga terpanggil untuk membantu masyarakat dalam bidang lainnya.

"Seperti di Badau itu ada SD yang cuma mempunyai satu pengajar. Mahasiswa kami ikut serta mengajar di sana," katanya.

Harapan agar program pendampingan di wilayah perbatasan ini tetap dilanjutkan dengan durasi yang lebih lama dari satu bulan menjadi tiga bulan disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Belu, NTT, Arnoldus Bria Seo.

"Saya berharap program ini terus belanjut, pada 2019 ini Pemkab Belu juga sudah menganggarkan untuk program kerja sama pendampingan dengan STPP," katanya.

Ia menambahkan kerja sama yang akan dibangun dengan STPP seperti pengiriman mahasiswa untuk pendampingan, maupun pengiriman anak-anak Belu bisa menimba ilmu di STPP.

"Pendampingan ini sangat membantu, apalagi Pemkab Belu mempunyai program membangun desa sejahtera mandiri," kata Arnold.

Sumber : Antara http://bit.ly/2M5JKi3

Belajar Korporasi dari Tim Ahli Jepang

Posted in Berita on Agu 03, 2018

Pada 1st Annual Coordination Meeting Project for Strenghthening Capacity Building in Agriculture Sector in ASEAN Countries- Phase 3 tanggal 6-8 December 2017 di Myanmar, BPPSDMP melalui Pusat Pelatihan Pertanian - Bppsdmp menyampaikan proposal permintaan dispatching of Japanese Short Term Experts kepada JA Zenchu ( Koperasi Pertanian Jepang) untuk memberikan saran/bimbingan dan membantu petani di bidang Pemasaran dan Kelembagaan Kelompok Tani tahun 2018 di BBPP Lembang

Ada yang menarik dari Penyelenggaraan Bimbingan Teknis untuk Pengelola P4S kali ini. Selama 2 hari peserta yang merupakan pengelola P4S, Penyuluh Pendamping dan Pengelola Bandung Vegetables Station (BAVAS), mendapatkan pengetahuan tentang koorporasi dan teknik budidaya dari 3 orang narasumber dari Tim Ahli Jepang. Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 30 Juli - 2 Agustus 2018 bertempat di Balai Besar Penyuluhan Pertanian Lembang.

Sesi paparan diisi oleh Mr Shinici Miaki yang menjelaskan bagaimana proses bisnis dan pemasaran lembaga mereka JA Zenchu yang berbasis koperasi, hubungan antar anggota, peran pemerintah dalam pengelolaan pertanian, sampai pembagian keuntungan antar anggota.

Selain metode Klasikal kegiatan ini juga di isi dengan kunjungan lapang ke BAVAS dan P4S Lembang Agri. Disela kunjungan di kedua tempat, Mr Takashi Miyazi dengan latar belakang teknis pertanian, memberikan masukan teknis, mulai dari kelebihan menanam satu tipe tanaman sayur/buah, teknis merawat tanaman yang sakit, waktu yang tepat untuk menanam, jarak tanam ideal sampai merekomendasikan tanaman untuk memulihkan kesuburan tanah. Para peserta dan Tim Ahli sangat antusias dalam berinteraksi, kendala bahasa tidak dirasakan dengan adanya intrepreter yang siap menejermahkan kata per kata.

Di akhir kunjungan di P4S Lembang Agri, Mr Yasuki Kobayashi selaku manager, dari divisi International Relation JA Zenchu memberikan kesannya, “ Saya tidak menyangka ada group petani (P4S) yang telah melakukan proses pelatihan antar petani dan telah menjadi suatu unit bisnis , ini sesuatu yang luar biasa, bagi kami bertemu mereka adalah pengalaman yang luar biasa.

Sebelumnya kunjungan ke BAVAS, di pandu langsung oleh Bandel Hartopo, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. Peserta di ajak mengelilingi area Balai. Mulai dari Packing House TTM (Taiwan Technical Mission), KRPL, Kebun Pembibitan dan lainnya. “Saya harap para peserta dapat mengambil ilmu dari Tim Ahli yang berkunjung, belajar tentang bagaimana menjual produk, mengetahui bagaimana pengelolaan koorporasi di sana (Jepang) dan apa saja yang bisa diterapkan di sini, ujar Bandel Hartopo.

“Nilai nilai yang mereka terapkan seperti prinsip saling menguntungkan, saling bantu antar anggota, jujur dan tidak merasa lelah dalam berbuat baik dapat kita ambil dan diterapkan baik oleh pengelola P4S, Penyuluh dan birokrat untuk mengembangkan bidang usaha dan dunia pertanian kita ke depan”.

Lomba Design Logo dan Mars BPPSDMP

Posted in Berita, Pengumuman on Jul 18, 2018

Dalam rangka menumbuhkan jiwa kebersamaan dan penguatan identitas kelembagaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, maka BPPSDMP akan membuat branding berupa Logo dan Lagu Mars BPPSDMP yang akan dilombakan dengan tag line “Profesional, Mandiri, dan Berdaya Saing”. Persyaratan dan ketentuan terlampir.

Sehubungan dengan hal tersebut, dimohon agar semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup BPPSDMP ikut berpartisipasi mengikuti lomba. Info lebih lanjut dapat menghubungi saudara Daimatus Pito Banugroho 0822 9774 5334 dan saudari Maressya Dessilvia 0812 9505 2010. Hasil karya dikirimkan melalui email humassdm@gmail.com

Kriteria dan persyaratan Download

Sayuran Bandung Ekspor Berkat BAVAS

Posted in Berita on Jul 16, 2018

Ekspor memang sedang digencarkan oleh pemerintah saat ini karena mampu meningkatkan devisa negara. Selama ini, produk pertanian yang menembus ekspor kebanyakan berasal dari subsektor perkebunan. Tapi berbeda dengan Bandung Vegetables Station (BAVAS), yang menembus pasar ekspor adalah produk hortikultura, terutama sayuran.

BAVAS sendiri merupakan korporasi petani yang dibentuk oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang (BBPP Lembang) dan Taiwan Technical Mission (TTM). Bavas sendiri merupakan sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh peserta pelatihan dengan model Onsite Training Model (OTM) pada saat pelatihan dari hulu sampai hilir.

"Jadi alur kerjanyaadalah pola tanam (produksi)-packing house-pasar. Ketiga ini saling berintegrasi," kata Direktur Bavas, Dodih saat acara Kunjungan Pers BPPSDMP 'Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian Dalam Mewujudkan Enterpreneur Berdaya Saing' di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (12/7).

Negara utama tujuan ekspor sayuran adalah Singapura, di mana BAVAS bekerjasama dengan 3 perusahaan eksportir sebagai penyalurannya. "Produk kita memang ke Singapura, tetapi kata salahsatu eksportir kami, ada produk kami juga yang dikirimkan ke Jepang. Saingan kita ini Malaysia," terang Dodih.

Produk hortikultura dari BAVAS yang sudah diekspor adalah selada air, jahe gajah, pete, buncis dan kacang kenya. "Untuk saat ini yang lagi banyak permintaan selada air, buncis dan kacang Kenya. Dengan total volume ekspornya 4 ton per bulan," tambah Dodih.

Mengapa hanya ranah ekspor saja yang baru dilaksanakan oleh Bavas? Dodih menjelaskan karena melihat dari potensi dan harga. Potensi ekspor untuk tahap awal ini item produknya sedikit, tetapi volumenya banyak. Lalu harganya stabil, tidak terpengaruh gangguan harga dari dalam negeri. "BAVAS ini kan baru dibentuk tahun lalu. Nah, kalau untuk tahap awal cocok untuk ranah ekspor. Harga stabil, item yang ditawarkan tidak banyak, tetapi volume permintaannya sedikit. Kebalikan dengan pasar dalam negeri," jelasnya.

Kalau sudah ranah ekspor, biasanya produk yang ditawarkan adalah organik, tetapi produk asal Bavas tidak sepenuhnya organik. Masih menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Tetapi yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak batas ambang residuny serta zat-zat apa yang boleh/tidak diberikan pada saat budidayanya. "Tetap ada syarat batas zat dan dosis yang diminta oleh negara bersangkutan. Dan kita harus mengikutinya karena selalu ada pengecekan ketika akan dikirimkan," terang Dodih.

Walaupun yang digarap adalah pasar ekspor, pasar dalam negeri pun dilirik oleh Bavas karena potensi dalam negeri pun cukup menjanjikan. "Kita sekarang sedang cek and ricek pasar dalam negeri. Ya mudah-mudahan tahun ini produk kami dapat diterima masyarakat Indonesia," harap Dodih. Sember : https://goo.gl/mCp9LA

Enam Polbangtan gelar seleksi PMB serempak

Posted in Berita on Jul 04, 2018

Sebanyak enam Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) menyelenggarakan ujian tulis dan wawancara bagi calon mahasiswa baru di seluruh Indonesia pada, 3 Juli 2013 hingga 5 Juli 2018. Ujian dilaksanakan secara serempak di Polbangtan Medan, Bogor, Gowa, Yogyakarta-Magelang, Malang, dan Manokwari. Sebanyak 6858 calon peserta ujian berasal dari Pendaftaran Umum dan kerjasama

Seleksi PMB ini bertujuan untuk mendapatkan calon mahasiswa Polbangtan yang benar-benar berminat dan siap menjadi wirausahawan muda pertanian atau bekerja di sektor pertanian, seperti disampaikan Momon Rusmono Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dalam sambutannya yang dibacakan disetiap lokasi seleksi. Hasil Seleksi PMB ini akan diumumkan pada website Badan PPSDMP dan website Polbangtan yang dituju pada hari Senin, 9 Juli 2018.

Wirausahawan Muda Pertanian siap mendukung tercapainya lumbung pangan dunia 2045.

Alsintan Membuat Generasi Muda Jatuh Cinta ke Dunia Pertanian

Posted in Berita on Mei 23, 2018

Alsintan Membuat Generasi Muda Jatuh Cinta ke Dunia Pertanian

Evaluasi optimalisasi pemanfaatan alsintan (OPA) akan dilakukan terus menerus sebagai upaya untuk menaikkan Indeks Pertanaman (IP) dan menaikkan produktivitas, " ujar Momon Rusmono selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sekaligus sebagai penanggungjawab OPA nasional.

"Yang tak kalah pentingnya adalah menumbuhkan minat petani muda agar terjun ke dunia pertanian dengan memanfaatkan alsintan yang sangat murah, hemat biaya dan mengasyikkan, "lanjut Momon mengakhiri sambutannya dalam kegiatan optimalisasi alsintan di Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Mobilisasi alat mesin pertanian (alsintan) dalam menunjang percepatan tanam di Kabupaten Jember  dioptimalkan dengan baik. Total bantuan alsintan yang diterima di Kabupaten Jember sebanyak 626 traktor roda (TR2) 2, 2 traktor roda (TR4) 4, combine harvester kecil (CHK) 41, combine harvester sedang (CHS) 79 dan combine harvester besar (CHB) 10 dan pompa air (PA) 217. Sedangkan untuk lokasi OPA yang ditinjau oleh Menteri Pertanian dan Penanggung Jawab Alsintan (Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian) di Desa Mayang, Kecamatan Mayang sepanjang tahun bisa dilakukan peningkatan penanaman hingga 4 kali. Luas areal sawah di Desa Mayang mencapai 449 hektare. Untuk memaksimalkan luas tambah tanam dilakukan mobilisasi alsintan dengan 5 unit tranpslanter dan 15 unit TR2. Selain mobilisasi alsintan, juga dilakukan pelatihan operator yang melibatkan Poktan, Babinsa dan Mahasiswa.

Sementara itu Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menekankan pentingnya pemanfataan alsintan agar tidak ada satupun alsintan yang tidur dan memanfaatkan tangkap air sebagai solusi mengatasi kekurangan air di Jember. Hal itu digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta meningkatkan indeks pertanaman yang dulunya satu kali tanam sekarang bisa menjadi tiga kali tanam dalam setahun.

Dengan memanfaatkan alsintan Indeks Pertanaman meningkat karena sejak pengolahan hingga panen waktunya lebih singkat, seperti yang dilaksnakan di Kabupaten Jember. Alsintan juga mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian. Dan dapat dipastikan melalui OPA kegiatan pertanian akan lebih mudah, murah dan hemat biaya.

ASN Itu Harus Mau dan Mampu

Posted in Berita on Mei 16, 2018

"Jabatan itu amanah, kerja dengan optimal, loyal, kredibel dan laksanakan tugas pimpinan dengan baik" demikian pesan yang disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dr. Ir. Momon Rusmono saat memberikan arahan pada serah terima jabatan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang dari Pejabat lama yaitu, Ir. Anwar Syarif, M.Ed kepada Dr. Ir. Yulia Asni Kurniati, M.Si, yang dilaksanakan di ruang Diorama BPPSDMP, Rabu (16/5/18). Momon Rusmono juga menyampaikan selamat dan terima kasih kepada Anwar Syarif yang akan memasuki purna tugas pada 1 Juli mendatang. Selama menjabat sebagai Kepala BBPP Binuang, Anwar Syarif dinilai dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, mempunyai nilai akademik yang positif bahkan mendapat apresiasi dari Kepala Badan PPSDMP karena tak jarang ide dan masukannya menjadi bahan kebijakan BPPSDMP. Ucapan selamat juga disampaikan kepada Yulia Asni Kurniati sebagai Kepala BBPP Binuang yang baru agar bekerja dengan fokus, cepat dan berorientasi hasil. "Ada banyak tugas dengan skala prioritas yang harus dilaksanakan dengan optimal, dan menjadi ASN itu harus mau dan mampu artinya punya kemauan dan kemampuan. Dimana ada niat bekerja dengan baik pasti selalu ada jalan terbaik", tegas Momon Rusmono.(Cha)

Penerimaan Mahasiswa/i Baru Polbangtan 2018

Posted in Berita, Pengumuman on Apr 24, 2018

Kementerian Pertanian Memanggil Putra/Putri Terbaik Warga Negara Indonesia untuk mengikuti Pendidikan dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia Pertanian.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) atau dikenal sebelumnya Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Di lokasi sebagai berikut :

  1. Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  2. Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  3. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang
  4. Politeknik Pembangunan Pertanian Malang
  5. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
  6. Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

PMB di mulai 25 April - 25 Mei 2018 Persyaratan, Dokumen Pendukung dan Tahapan Seleksi dapat unduh : http://bit.ly/2Jm6e8x (terdiri dari 2 File, Pengumuman PMB dan Lampiran)

Peningkatan Peran melalui Kerjasama, P4S Jajaki Kemitraan dengan TTI

Posted in Berita on Apr 21, 2018

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu dan daya saing P4S adalah dengan mengembangkan jejaring kerjasama dengan berbagai pihak, melalui jejaring kerjasama di harapkan Semangat kemandirian dan Peningkatan Kompetensi P4S dapat terus di tingkatkan.

"Peran P4S ini perlu diperkuat kembali, terutama di era globalisasi dibutuhkan sumber daya manusia pertanian yang bermutu, dan berdaya saing," Ujar Widi Hardjono, Kepala Pusat Pelatihan Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian pada Pertemuan Koordinasi Kerjasama P4S di Bogor. (20/4/2018)

Dijelaskan lebih lanjut ” Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu dan daya saing P4S adalah dengan mengembangkan jejaring kerjasama dengan berbagai pihak salah satunya Toko Tani Indonesia untuk memasarkan produk pertaniannya,”
Kementerian Pertanian membuka jaringan kerja sama antara Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) dengan Toko Tani Indonesia (TTI) dalam rangka memperkuat perannya meningkatkan sumber daya manusia pertanian.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Riwantoro dalam sesi pemaparan, menjelaskan beberapa skema kemitraan dengan Toko Tani Indonesia (TTI) dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang dapat di pilih oleh P4S, mulai dari menjadi pemasok produk pertanian, pengelola, vendor atau sebagai pelaksana stabilisasi pasokan dan harga pangan di DKI dalam rangka Hari Besar Keagaman Nasional (HBKN).

‘Kami membuka peluang bermitra dengan P4S , kami siap menerima dan memasarkan hasil produk pertanian P4S melalui TTI tutupnya.