Kementan Kucurkan Bantuan Pertanian di Kabupaten Indramayu

Kementerian Pertanian memberikan bantuan kepada poktan, gapoktan dan santri tani milenial senilai 44 milyar pada acara Apresiasi dan Sinkronisasi Kementerian Pertanian 2019 di Pondok Pesantren As Salafiyah desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bantuan yang diberikan berupa benih hortikultura, perkebunan, tanaman pangan, ternak, dan lainnya. (23/3/2019)

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Momon Rusmono mengatakan ada 6 juta santri tani milenial yang berpotensi terjun ke dunia pertanian. "Para santri ini tinggal diberi keahlian dan keterampilan, sehingga tidak hanya pintar menyebarkan agama saja tetapi juga bisa hidup dan menghidupi dirinya dan keluarganya dari sektor pertanian", tegas Momon.

Momon menambahlan, bawa tahun 2019 pemerintah telah menyiapkan 2 juta ekor ayam untuk 120 santri tani milenial yang tergabung dalam bentuk kelompok, dimana satu kelompok terdiri dari 30 orang, sehingga target akan terbentuk 40 ribu kelompok santri tani milenial. Menurutnya ini merupakan tahap awal, karena nantinya ditingkatkan lagi, karena potensi santri tani milenial sangat luar biasa dalam mengembangkan sektor pertanian. "Untuk mendapatkan bantuan bagi santri tani milenial tahapannya mudah sekali. Pondok Pesantren tinggal mengusulkan, kemudian dilakukan identifikasi yang selanjutnya diverifikasi untuk diberikan kandang, pakan dan ayam yang sebelumnyanya diberikan pelatihan", tambahnya.

Kabupaten Indramayu merupakan salahsatu lumbung pangan nasional yang produksi padinya mencapai 1,8 juta ton. Menurut Momon, masih ada potenai untuk ditingkat produktivitas dan di efisiennya yaitu dengan melalui alsintan. Karena dengan alsintan bisa lebih efisien, cepat, dan produk yang dihasilkan akan lebih baik lagi. Dihadapan 5000 undangan yang hadir, dirinya juga mengatakan bahwa penyuluh adalah "obor" untuk menerangi para petani dan masyarakat yang ada di pedesaan. "Kalau ada yang tidak jelas, jelaskan. Kalau tidak terang, terangkan. Kalau salah, maka harus diperbaiki. Itulah tugas penyuluh", ucapnya

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Indramayu mempunyai potensi pertanian yang sangat besar dan kalau dihitung berdasarkan luas tanam khususnya padi, mungkin Indramayu ini satu yang terbesar di Indonesia dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya di seluruh Indonesia dan ini sangat membanggakan kita semua. "Indramayu mempunyai target 1,8 juta gabah kering pungut untuk 2019, dan yang sudah terealisasi 1,7 juta dan ini semata-mata merupakan kerja keras dari pemerintah dan juga rakyat karena tidak mudah begitu saja untuk bisa meningkatkan produksi pertanian dengan berbagai macam permasalahan yang selama ini ada di bidang pertanian", kata Ono.

Ono mengatakan, Presiden pernah menyampaikan jangan bicara kedaulatan pangan apabila kita tidak bicara perbaikan infrastruktur pertanian. Bagaimana fokus pembangunan infrastruktur pertanian ada sekian ribu embung yang sudah dibangun ada yang puluhan ribu jaringan irigasi yang sudah direhabilitasi, dan itu semata untuk mencapai bagaimana kedaulatan pangan itu terjadi di Indonesia. Presiden menyampaikan kedaulatan pangan apabila tidak disertai dengan peningkatan kesejahteraan petani akan percuma. Untuk itu menurutnya, harus terfasilitasinya jaringan irigasi dari mulai induk sekunder tersier di Kabupaten Indramayu, sehingga beban petani tidak ada lagi hanya untuk mengalirkan air tersebut. "Petani juga selalu mengeluhkan masalah harga gabah yang selalu tidak mempunyai patokan pada saat panen raya, HPP gabah menjadi Rp.3700/kg sudah 3 tahun belum naik. Maka perlu ada upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani dengan menaikkan HPP kembali", ujar Ono. (dpb)

Sumber https://bit.ly/2CBvRRM

Posted in Berita on Mar 23, 2019

Views: 6370