Opini Publik, PPID Kementan Fokus pada Medsos dan Website di Jagat Maya

Media sosial dan website dinilai paling efektif untuk interaksi publik secara interaktif melalui jagat maya, untuk membentuk opini publik dan mendapat respons terhadap informasi yang disebarkan melalui pendekatan persuasif, hal itu selaras dengan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang kerap menekankan bahwa kegiatan dan capaian pembangunan pertanian oleh Kementerian Pertanian harus diketahui oleh publik.

Hal itu mengemuka dari rapat koordinasi pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (Rakor PPID) lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI yang dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian - PPMKP Ciawi, Heri Suliyanto.

Tampak hadir Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan (Evalap) Titin Gartini dan pranata Humas dari seluruh unit pelaksana teknis (UPT) BPPSDMP Kementan di seluruh Indonesia.

"Tema yang diangkat pada Rakor ini sejalan dengan arahan Mentan yang selalu menekankan bahwa capaian dan hasil kegiatan pembangunan pertanian yang telah kita lakukan dapat diketahui oleh masyarakat luas melalui berbagai media informasi, salah satunya media sosial dan website," kata Herry Suliyanto saat membuka Rakor PPID di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, media sosial dianggap menjadi media yang paling efektif dimana orang - orang berbicara, berpartisipasi, berbagi, berjejaring, berinteraksi melalui aktivitas online. Sedangkan media informasi berbasis website merupakan pintu gerbang dari seluruh informasi.

"Melalui website seluruh pemangku kepentingan terkait, dapat mencari informasi apapun dan kapanpun secara lengkap dan akurat," kata Herry Suliyanto.

Titin Gartini menambahkan unsur terpenting dari media sosial atau medsos bagaimana membentuk opini publik dan respon terhadap informasi yang disebarkan, Pendekatan persuasive sangat diperlukan untuk membentuk opini publik.

"Dalam medsos dibutuhkan karakteristik pengelola dengan memilih admin yang fokus, mengetahui program strategis unit kerjanya, kreatif dan humoris," kata Titin. Workshop 3 hari di isi materi dari narasumber antara lain “Penyampaian Informasi melalui Infografis “ dipaparkan oleh Mojo, Graphic Designer dari tirto.id, “Information Power Of Social Media” yang di sampaikan oleh Agung “Sharky” Sasongkojati, dari TNI AU, Tata Kelola Informasi Publik Berbasis Website di sampaikan oleh Ardiyansyah, Praktisi IT dari Universitas Indonesia dan ditutup oleh Materi “Kebijakan Informasi Publik Kementan 2018” yang dibawakan oleh Kepala Bagian Pengelolaan Informasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Dwiretnani Hesti Marhaeni.(pito)

Posted in Berita on Apr 16, 2018

Views: 588