Tenaga Ahli Budidaya Cabai untuk Republik Uzbekistan

JAKARTA. Sebagai tindak lanjut dari Hasil Kesepakatan antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Kementerian Pertanian Republik Uzbekistan tanggal 5 Februari 2018 di Jakarta, Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) c.q. Pusat Pelatihan pertanian telah mengirimkan 4 (empat) tenaga ahli pertanian yang berasal dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang ( 1 orang), Widyaiswara dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang (2 orang) dan dari Petani dari Lembang (1 orang). Keempat tenaga ahli Pertanian berangkat ke Uzbekistan pada tanggal 15 Agustus 2018 dan kembali ke Indonesia pada tanggal 20 September 2018.

Rombongan tenaga ahli cabai tiba di Tashkent International Airport Jam 06.00 pagi pada tanggal 16 Agustus disambut langsung oleh pejabat Kementerian Pertanian Uzbekistan dan perwakilan Dinas Pertanian Provinsi dan perusahaan pertanian Uzbekistan. Selanjutnya keempat tenaga ahli melaksanakan tugas di 3 provinsi berbeda (Tashkent, Kashkadarya dan Ferghana) dan satu negara bagian yaitu Republik Karakalpakstan. Secara estafet tenaga ahli berkeliling ke berbagai daerah yang sudah kabupaten-kabupaten yang terdapat di masing-masing provinsi.

Selama 1 bulan lebih berada di Uzbekistan, tenaga ahli telah melaksanakan rangkaian kegiatan yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani cabai dan semua pihak terkait dengan pengembangan komoditas cabai. Diantara rangkaian kegiatan itu adalah: 1) melakukan observasi di lahan cabai dan menemukan permasalahan sekaligus memberikan solusi, 2) memberikan saran-saran kepada petani agar bisa melaksanakan SOP budi daya cabai yang baik dan benar,3) membuat laporan singkat tentang penemuan dilapangan dan solusi dari penemuan dilapangan 4) melakukan seminar tingkat nasional yang dihadiri oleh seluruh stakeholder (Dinas Pertanian, peneliti dan Perguruan Tinggi, swasta) serta istitusi pengambil kebijakan komoditas cabai nasional, 3) memberikan materi kuliah umum kepada mahasiswa Tashkent State Agrarian University (TSAU) dan Tashkent Mamleketlik Agrar Universiteti Nokis Filiali tentang Budidaya cabai, dan Budidaya Paprika 4) menyusun buku panduan umum praktik budidaya cabai yang dapat digunakan oleh pelaku usaha komoditas cabai.

Hasil observasi menunjukkan bahwa ada beberapa tahapan budidaya cabai di Uzbekistan yang perlu diperbaiki, misalnya cara membuang cabang air pada cabai, jarak tanam, perlunya pemberian pupuk organik, cara pengairan yang baik, perlunya tanaman cabai diberi ajir agar tanaman tidak mudah rebah,. Selama keliling observasi ke beberapa titik lahan budidaya cabai, sambutan hangat dan bersahabat dari para petani Uzbekistan memberikan semangat tersendiri bagi para tenaga ahli. Para petani begitu antusias menerima saran dari tenaga ahli, karena budidaya cabai bagi mereka merupakan pengalaman pertama. Sebagaimana diungkapkan oleh seorang petani di Distrik Mirishkor, Abdul Rasyid, “Senang bertemu Anda, ilmu dan pengalaman Anda dan negara Anda sangat berguna bagi petani disini.”

Seminar nasional bertajuk “Budidaya Cabai di Uzbekistan, Permasalahan dan Solusinya” dilaksanakan di Tashkent State Agrarian University pada tanggal 10 September 2018 dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian didampingi oleh Rektor TSAU. Seminar dihadiri oleh lebih dari 150 peserta yang terdiri dari pihak kementerian pertanian, FAO, universitas, perusahaan swasta, petani dan juga mahasiswa. Pada sesi pertama tenaga ahli cabai dari Indonesia menyampaikan materinya, dimulai dari Bapak Ahsol Hasyim, Bapak Abd. Rohim, kemudian diakhiri Ibu Elvina Herdiani. Pada kesempatan yang sama pejabat dari Kementerian Pertanian Uzbekistan dan pejabat TSAU mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keempat tenaga ahli. Setelah seminar, secara khusus keempat tenaga ahli mendapatkan penghargaan dan penghormatan dengan menerima piagam dan pemakaian baju kebangsaan Uzbekistan Selain itu, tenaga ahli Dr. Ahsol Hasyim melakukan sharing knowledge bersama Profesor dan dosen Fakultas Pertanian tentang Pengendalian hama secara terpadu (Integrated Pest Management) pada tanaman sayuran di daerah tropik.

Disamping itu rektor Tsau melalui Dekan Fakultas Pertanian meminta kepada Dr. Ahsol Hasyim untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru, mahasiswa tingkat 3 (S1), mahasiswa program Master sampai mahasiswa program doktor tentang hama dan penyakit cabai , budidaya paprika di rumah kasa serta Pengendalian hama thrips dengan menggunakan predator (Biological control). Beberapa mahasiswa secara khusus menyampaikan pandangannya tentang materi yang telah mereka terima.

Salah satunya adalah Azizah, mahasiswa semester 3 jurusan Agrobiologi, Fakultas Pertanian, TSAU, “pengetahuan dan pengalaman baru bagi kami. Bangga dan bahagia bisa memilki kesempatan bertemu dengan para ahli cabai dari Indonesia.” Beberapa mahasiswa sangat tertarik untuk melaksakan penelitian bersama peneliti di Indonesia terutama tentang budidaya cabai dan budi daya Paprika.

Dan di akhir tugasnya, sebelum kepulangan ke Indonesia, tenaga ahli diminta untuk menyusun buku panduan praktik budidaya cabai yang selanjutnya akan digunakan oleh para pelaku utama dan pelaku usaha pertanian komoditas cabai di Uzbekistan

Posted in Berita on Okt 04, 2018

Views: 217