Untuk mengetahui perkembangan kesiapan panitia Penas Petani Nelayan ke XV  Tahun 2017 baik di Pusat maupun di Daerah maka dilaksanakan rapat koordinasi pelaksanaan PENAS Petani Nelayan ke  XV Tahun 2017di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Provinsi Aceh pada tanggal 8 Maret 2017. Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, Ketua Umum Kelompok KTNA Nasional,  Plh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Pejabat Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan dan Perikanan, Pejabat Pemerintah Daerah Provinsi Aceh, Ketua Kintingen dan Kerua KTNA Provinsi seluruh Indonesia serta penangggung  jawab  masing-masing bidang kegiatan.

 

Pemerintah Daerah Provinsi Aceh sedang mengupayakan perbaikan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan PENAS Petani Nelayan ke  XV Tahun 2017.  Akomodasi selain hotel, guest house dan mess, disediakan    juga pemondokan (rumah penduduk) yang dapat menampung  peserta yang akan berjumlah 35.000 orang. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Aceh dalam sambutannya pada acara pembukaan rakor PENAS Petani Nelayan ke  XV Tahun 2017.

 

Plh. Kepala BPPSDMP,Dr. Ir. Momon Rusmono, MS menyampaikan perlu adanya sinergi antara panitia pusat dan daerah serta pihak- pihak terkait dalam menghadapi pelaksanaan PENAS Petani Nelayan ke  XV Tahun 2017 yang  kurang dari 56 hari ini. Adanya komitmen dan komunikasi yang terbuka antara semua bidang dan seksi dalam penyelenggaraan PENAS Petani Nelayan ke  XV Tahun 2017,sangat diperlukan demi  kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan PENAS XV.  Pengamanan baik pada saat kunjungan Presiden RI maupun selama pelaksanaan PENAS Petani Nelayan ke  XV Tahun 2017 diharapkan mendapatkan perhatian khusus.  Gelar Teknologi sebagai show window  kegiatan ini diharapkan dapat mencerminkan perkembangan pertanian Indonesia, dimana  telah banyak kemajuan teknologi dan inovasi di bidang pertanian. Gelar Teknologi diupayakan untuk mengubah image pertanian (petani) yang kumuh menjadi pertanian (petani) modern. Perubahan tersebut  diawali dengan adanya perubahan pola fikir petani yang awalnya hanya sebatas sub sistem menjadi agribisnis, mulai dari budidaya hingga pasca panen.   

 

Sejalan dengan Tema PENAS, “Melalui PENAS Petani Nelayan  XV 2017 Kita Mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia”, Kementerian Pertanian ingin membuat posisi tawar petani semakin kuat melalui penguatan kelembagaan petani dimulai dari kelompok tani, gabungan kelompok tani dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP). Tujuan akhir dari penguatan kelembagaan petani melalui Kelembagaan Ekonomi Petani adalah meningkatnya kesejahteraan petani. Ungkap Plh. Kepala BPPSDMP, Petani Sejahtera Bangsa Berjaya. (laily)