Jakarta – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menggelar Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Penyuluh Pertanian dan Pelantikan Pejabat Fungsional di lingkungan BPPSDMP, Senin (3/8/2026), di Ruang AOR BPPSDMP, Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Sekretaris Badan BPPSDMP Zuroqi Mubarok, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Tedy Dirhamsyah serta Kepala Pusat Pendidikan, Muhammad Amin.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan ucapan selamat kepada para penyuluh pertanian yang telah resmi menjadi PNS serta pejabat fungsional yang baru dilantik.
“Atas nama pimpinan BPPSDMP dan keluarga besar Kementerian Pertanian, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada para Penyuluh Pertanian yang baru saja mengucapkan ikrar sumpahnya sebagai Pegawai Negeri Sipil, serta kepada para Pejabat Fungsional yang resmi dilantik pada hari ini,” ujar Santi.

Menurutnya, pengambilan sumpah dan pelantikan bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan komitmen moral dan profesional untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui pembangunan pertanian.
Santi menegaskan bahwa penyuluh pertanian merupakan agen perubahan dan ujung tombak pembangunan pertanian yang bertugas mendampingi petani, menyebarluaskan inovasi, serta mengawal berbagai program strategis Kementerian Pertanian di lapangan.

Dalam arahannya, Santi meminta para penyuluh dan pejabat fungsional yang baru dilantik untuk fokus mengawal dua program prioritas Kementerian Pertanian, yakni Brigade Pangan dan Gerakan Tanam Serempak.
Melalui program Brigade Pangan, penyuluh diharapkan dapat mendampingi petani milenial dalam mengelola usaha agribisnis modern berbasis teknologi dan mekanisasi pertanian. Pendampingan tersebut mencakup pemanfaatan alsintan, penguatan kelembagaan petani, hingga peningkatan indeks pertanaman.
“Pastikan Brigade Pangan tumbuh menjadi kelembagaan ekonomi petani yang tangguh, profesional, dan menguntungkan,” tegasnya.
Selain itu, penyuluh juga diminta aktif mengawal pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak yang menjadi salah satu upaya percepatan peningkatan produksi pangan nasional. Pendampingan dilakukan mulai dari kesiapan benih unggul, ketersediaan pupuk, pengelolaan irigasi, hingga pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Santi juga mengingatkan pentingnya penguatan integritas, profesionalisme, penguasaan teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pertanian.
“Penyuluh modern harus adaptif terhadap data dan teknologi serta mampu membangun sinergi dengan berbagai pihak. Keberhasilan pertanian tidak dapat dicapai sendiri, tetapi melalui kerja sama yang kuat di lapangan,” pungkasnya.
Dipublikasikan : 03 Agt 2026, Admin