(021) 7815380 - 7815480
Ubah Bahasa
EN | ID
| Pengumuman : Migrasi dan Pemutakhiran Website BPPSDMP | Pengumuman : Batas Pelaporan Izin Kehadiran Pegawai | Pengumuman : ASNBerAHLAK | Pengumuman : Petunjuk Oprasional Aplikasi SINERGI | Pengumuman : Infografis Pengendalian Gratifikasi | Pengumuman : Peta Okupasi Sektor Pertanian

Batangkaluku – Penguatan disiplin, integritas, dan budaya kerja aparatur menjadi fokus dalam kegiatan Pembinaan Pegawai yang dipimpin Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Zuroqi Mubarok, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian dalam mendukung percepatan berbagai program prioritas Kementerian Pertanian menuju swasembada pangan nasional.

Dalam arahannya, Zuroqi menegaskan bahwa keberhasilan program-program strategis Kementerian Pertanian sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, disiplin, etos kerja, integritas, dan sinergi antarpegawai harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Ia mengingatkan bahwa berbagai program prioritas seperti Optimalisasi Lahan (Oplah), Cetak Sawah Rakyat (CSR), Brigade Pangan, hingga hilirisasi pertanian membutuhkan dukungan aparatur yang profesional, adaptif, dan memiliki komitmen tinggi terhadap pencapaian target organisasi.

"Seperti diketahui, Bapak Menteri Pertanian selalu menekankan bahwa kita harus mampu mencapai target swasembada pangan melalui berbagai program prioritas, seperti Optimalisasi Lahan (Oplah), Cetak Sawah Rakyat (CSR), Brigade Pangan, dan hilirisasi pertanian," ujar Zuroqi.

Menurutnya, keberhasilan berbagai program tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kualitas kerja, kedisiplinan, serta kemampuan seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal. Oleh karena itu, budaya kerja yang produktif dan kolaboratif harus terus diperkuat di seluruh lini organisasi.

Zuroqi juga mengapresiasi kinerja dan kedisiplinan pegawai BBPP Batangkaluku yang dinilai telah menunjukkan komitmen yang baik dalam mendukung pelaksanaan tugas organisasi. Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan pertanian nasional.

"Saya mengapresiasi teman-teman di Batangkaluku yang telah menjaga integritas dan kedisiplinan dengan baik. Hal ini perlu terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Sistem yang sudah dibangun telah berjalan dengan baik dan harus terus diperkuat," tambahnya.

Sebelum kegiatan pembinaan berlangsung, peserta mengikuti sesi pengenalan dan praktik pertanaman menggunakan konsep PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System). Kegiatan praktik lapangan tersebut dipandu langsung oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani.

Dalam kesempatan itu, Jamaluddin menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan konsep budidaya modern yang diadaptasi dari sistem pertanian padi di Arkansas, Amerika Serikat, yang dikenal memiliki tingkat produktivitas tinggi.

Konsep ini dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan budidaya melalui penerapan teknologi, pengaturan populasi tanaman yang tepat, serta penggunaan input produksi secara lebih efisien.

Menurutnya, salah satu komponen utama dalam penerapan PM-AAS adalah penggunaan sistem tanam jajar legowo 4:1 dengan kebutuhan benih sekitar 80 kilogram per hektare. Dengan pola tersebut, populasi tanaman dapat ditingkatkan hingga mencapai sekitar 800 ribu rumpun per hektare sehingga membuka peluang peningkatan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan metode budidaya konvensional.

"Di Arkansas, produktivitas padi rata-rata dapat mencapai lebih dari 10 ton per hektare. Melalui penerapan metode PM-AAS, terdapat peluang peningkatan hasil panen yang cukup signifikan dibandingkan metode budidaya yang umum diterapkan petani saat ini," jelas Jamaluddin.

Ia menambahkan bahwa PM-AAS tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dalam pengelolaan usaha tani agar lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi.

Melalui pendekatan tersebut, petani diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lahan sekaligus meningkatkan daya saing usaha pertaniannya.

Konsep PM-AAS sendiri merupakan inovasi yang dikembangkan dari hasil pembelajaran terhadap sistem budidaya modern di Arkansas, Amerika Serikat. Pendekatan ini mengedepankan pemanfaatan teknologi, efisiensi penggunaan input produksi, serta pengelolaan budidaya yang lebih terukur untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi terus didorong Kementerian Pertanian sebagai salah satu strategi peningkatan produktivitas dan daya saing sektor pertanian nasional.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya adopsi teknologi modern dalam setiap tahapan produksi guna memperkuat produktivitas dan daya saing pertanian Indonesia.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian juga terus menjadi perhatian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan SDM unggul, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kelembagaan petani menjadi faktor penting dalam mewujudkan pertanian yang modern, maju, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan pembinaan ini, BBPP Batangkaluku menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, memperkuat budaya kerja yang disiplin dan berintegritas, serta mendorong penerapan inovasi pertanian modern guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Dipublikasikan : 04 Jun 2026, Admin