
Magelang – Selepas hari raya Idul Fitri, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) lakukan Pembinaan Penyuluh Pertanian Lapangan, Senin (23/3/2026).
Hadir di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, 110 penyuluh dari Kabupaten/ Kota Magelang, Temanggung, Semarang dan perwakilan dinas pertanian setempat.
Giat ini dinilai penting untuk memacu produktivitas pertanian di wilayah Kedu Raya melalui peningkatan kinerja penyuluh pertanian lapangan.
Seperti disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, penyuluh menjadi garda depan pertanian. Ia menekankan peran strategis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), bukan hanya sebagai pendamping petani, tetapi juga sebagai teladan nyata keberhasilan pertanian.
“Pertanian maju dimulai dari mindset penyuluh. Jangan tanya apa yang negara berikan, tapi apa yang bisa kita berikan untuk negara. PPL bisa jadi Menteri, Gubernur, bahkan Bupati, asal mau bekerja keras dan konsisten,” sebutnya.
Ia berharap kinerja PPL semakin meningkat, sehingga pendampingan kepada petani dapat berjalan lebih efektif. Penguatan mindset penyuluh diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, daya saing pertanian, serta percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Sejurus, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti mendorong penyuluh untuk merapatkan barisan dalam mendampingi petani di lapangan.
“Saat ini, penyuluh sudah menjadi bagian dari Kementan. Sehingga harus berkinerja lebih optimal untuk meraih swasembada pangan.” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Ia mendorong penyuluh untuk melakukan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) pasca hari Raya Idul Fitri.
“Penyuluh yang paling tahu kondisi petani di wilayahnya masing-masing. Butuh strategi untuk mengoptimalkan pertanaman : produktifitas tinggi dengan menggunakan varietas unggul baru, pertanaman tidak hanya di lahan yang sudah menjadi sawah tetapi bisa menggunakan lahan lainnya untuk diusulkan menjadi LPS (lahan pertanian strategis)” paparnya.
Idha menyebut penyuluh harus mampu menjadi penghubung untuk membantu mendetailkan keperluan petani seperti pupuk, saprotan maupun alsintan, melalui CPCL (Calon Petani Calon Lokasi).
“Untuk itu, penyuluh harus bekerja dengan loyal, akuntabel, serta mengikuti prosedur/ SOP yang berlaku” tekannya.
Sebagai tuan rumah, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyambut baik kehadiran penyuluh pertanian Kedu Raya.
“Selamat datang di Polbangtan Yoma, kantor kedua penyuluh pertanian lapangan Jawa Tengah. Mari bekerja bersama untuk mendukung swasembada pangan nasional.” sambutnya.
Ia berharap dengan giat ini bisa meningkatkan koordinasi dan komitmen bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Tengah.
Dipublikasikan : 23 Mar 2026, Admin