(021) 7815380 - 7815480
Ubah Bahasa
EN | ID
| Pengumuman : Migrasi dan Pemutakhiran Website BPPSDMP | Pengumuman : Batas Pelaporan Izin Kehadiran Pegawai | Pengumuman : ASNBerAHLAK | Pengumuman : Petunjuk Oprasional Aplikasi SINERGI | Pengumuman : Infografis Pengendalian Gratifikasi | Pengumuman : Peta Okupasi Sektor Pertanian

]Banjar – Upaya menjaga ketahanan produksi pangan di tengah ancaman kekeringan terus diperkuat Kementerian Pertanian melalui percepatan tanam di berbagai daerah.Salah satunya dilakukan lewat Gerakan Tanam yang dipimpin Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (14/5/2026).

Gerakan tanam dilaksanakan pada lahan seluas 19 hektare sebagai bagian dari percepatan tanam dan optimalisasi pemanfaatan lahan sawah untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan iklim dan potensi kekeringan yang mulai diwaspadai di sejumlah wilayah.

Menteri Pertanian menyampaikan bahwa percepatan tanam dan penguatan pendampingan di lapangan terus dilakukan untuk menjaga produksi pangan nasional tetap aman. Kesiapan lahan, percepatan olah tanah, serta penguatan peran penyuluh dinilai menjadi bagian penting dalam mengantisipasi dampak perubahan cuaca terhadap sektor pertanian.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala BBPP Binuang, Kepala SMK-PP Banjarbaru, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kalimantan Selatan, penyuluh lapang, unsur TNI-Polri, serta petani setempat.

Dalam sambutannya, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti meminta para penyuluh tetap bekerja maksimal mendampingi petani agar percepatan tanam berjalan optimal.

“Kita tidak boleh lengah terhadap ancaman kekeringan. Penyuluh harus tetap semangat mendampingi petani. Lahan cetak sawah yang sudah diserahkan harus dicek dengan baik, dipastikan sudah diolah dan siap tanam. Setelah itu segera ditanami dan dilaporkan melalui aplikasi e-Pusluh,” kata Santi.

Ia menegaskan, percepatan tanam menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus memastikan lahan-lahan yang sudah dibuka dapat segera produktif.

Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan kesiapan berkoordinasi dengan BPPSDMP untuk terus meningkatkan luas tanam di wilayah tersebut. Menurutnya, setiap kunjungan dan pendampingan yang dilakukan BPPSDMP mampu mendorong peningkatan pertanaman di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa pelaksanaan program cetak sawah rakyat di Kalimantan menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca yang perlu diantisipasi agar program dapat berjalan optimal.

Menurutnya, penyuluh tetap menjadi ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan sehingga diperlukan kerja keras dan koordinasi yang kuat dengan seluruh pihak. Dukungan TNI dan POLRI juga dinilai berjalan baik dalam mendukung pembangunan pertanian di Kalimantan Selatan.

Dalam diskusi bersama petani, turut disampaikan sejumlah usulan di antaranya kebutuhan pangkalan BBM khusus alsintan untuk menjamin akses bahan bakar bagi petani, penyesuaian sistem absensi penyuluh agar dilakukan langsung di lokasi pendampingan petani, serta perbaikan jalan usaha tani guna mendukung kelancaran mobilisasi alat dan mesin pertanian.

Dipublikasikan : 14 Mei 2026, Admin