
MUARA ENIM – Kementerian Pertanian terus mempercepat pemanfaatan lahan hasil program Cetak Sawah Rakyat (CSR) guna meningkatkan produksi padi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan melalui Gerakan Tanam Serempak seluas 1.000 hektare di 19 provinsi lokasi CSR di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini dipusatkan di Desa Tambangan Kelekar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (12/03/2026), dan diikuti secara daring oleh berbagai lokasi CSR di sejumlah provinsi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan program Cetak Sawah Rakyat merupakan langkah strategis dalam memperkuat produksi pangan nasional sekaligus menjaga kedaulatan pangan Indonesia.
“Kementerian Pertanian mendorong pemanfaatan lahan secara optimal melalui program cetak sawah rakyat. Gerakan tanam serentak diharapkan meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menjelaskan bahwa gerakan tanam serempak ini merupakan bagian dari percepatan pemanfaatan lahan hasil cetak sawah agar segera produktif.
Pada tahun 2025, Kementerian Pertanian menargetkan program Cetak Sawah Rakyat seluas 225.000 hektare. Hingga saat ini capaian olah tanah telah mencapai 46.794 hektare, dengan akumulasi realisasi tanam sejak 1 Oktober 2025 hingga 11 Maret 2026 sebesar 10.070,72 hektare atau sekitar 21,52 persen dari total lahan yang telah diolah di lokasi CSR.
Menurut Santi, berbagai langkah percepatan telah dilakukan, antara lain pemetaan lokasi percepatan tanam, penyusunan jadwal tanam oleh Brigade Pangan, serta percepatan penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Pemerintah juga melakukan berbagai intervensi untuk mendukung keberhasilan pengelolaan lahan baru tersebut, mulai dari fasilitasi teknologi dan sarana produksi seperti benih dan pupuk, hingga perbaikan tata kelola air guna mengatasi kendala di lahan cetak sawah rakyat. Selain itu, peran penyuluh pertanian dan Brigade Pangan menjadi kunci melalui pendampingan intensif kepada petani di lapangan.
“Gerakan tanam serempak ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pemanfaatan lahan hasil cetak sawah sekaligus memperkuat produksi pangan nasional. Semangat tiada hari tanpa tanam harus terus kita gaungkan untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan,” jelas Santi.
Adapun gerakan tanam serempak ini dilaksanakan di 19 provinsi lokasi Cetak Sawah Rakyat, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Papua Selatan, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Papua Pegunungan, Riau, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.
Dipublikasikan : 12 Mar 2026, Admin