
DEPOK – Upaya mendorong transformasi UMKM menuju ekonomi hijau terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk penguatan kapasitas sumber daya manusia. Kementerian Pertanian menempatkan pengembangan SDM sebagai fondasi penting agar UMKM, khususnya di sektor pertanian, mampu beradaptasi dengan tuntutan keberlanjutan, inovasi, dan daya saing usaha.
Komitmen tersebut tercermin dalam partisipasi Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Nurul Qomariah, sebagai salah satu narasumber pada kegiatan Bedah UKM bertema “Jalan UMKM Menuju Ekonomi Hijau: Pembiayaan, Inovasi, dan Penguatan Kapasitas UMKM sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi” yang diselenggarakan UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Jumat (30/1/2026), di Kampus UI Depok.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa transformasi UMKM menuju ekonomi hijau membutuhkan penguatan kapasitas pelaku usaha secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan pertanian ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kualitas SDM yang mampu mengelola usaha secara efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing.
“UMKM pertanian harus didorong naik kelas melalui peningkatan kompetensi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi. SDM yang kuat akan menentukan keberhasilan transformasi pertanian yang berkelanjutan,” tegas Amran.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan SDM menjadi strategi utama dalam mendukung UMKM pertanian menghadapi tantangan ekonomi hijau. BPPSDMP terus mendorong pelaksanaan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan yang terintegrasi dengan kebutuhan pelaku usaha dan perkembangan pasar.
“Penguatan kapasitas UMKM pertanian tidak bisa dilepaskan dari peningkatan kualitas SDM. Pelaku UMKM perlu memiliki kompetensi, literasi usaha, serta kemampuan beradaptasi agar mampu mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan,” ujar Idha.
Dalam paparannya, Sekretaris BPPSDMP Nurul Qomariah menyampaikan arah kebijakan dan tantangan implementasi UMKM hijau sektor pertanian di tengah tekanan krisis pangan global dan perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa transformasi UMKM pertanian menuju ekonomi hijau harus berjalan seiring dengan agenda besar swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Nurul menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian saat ini mendorong transformasi ekosistem pangan yang berkeadilan melalui penguatan kebijakan dan deregulasi, peningkatan sarana dan prasarana, produksi, tata kelola, serta pengembangan SDM pertanian.
“UMKM pertanian memiliki peran strategis dalam rantai nilai pangan, mulai dari produksi, pascapanen, hingga hilirisasi. Karena itu, penguatan kompetensi SDM menjadi kunci agar UMKM mampu beradaptasi dengan tuntutan keberlanjutan,” kata Nurul.
Lebih lanjut, Nurul menekankan bahwa pengembangan UMKM hijau sektor pertanian tidak dapat dilepaskan dari peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan yang terstruktur.
“BPPSDMP mendorong lahirnya wirausaha muda pertanian, penguatan peran penyuluh, serta pelibatan generasi milenial dan Gen Z melalui berbagai program strategis, termasuk Brigade Pangan,” ujarnya.
Menurut Nurul, transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi dan efisiensi biaya, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM pertanian untuk naik kelas, meningkatkan nilai tambah, dan berkontribusi pada ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan Bedah UKM FEB UI ini menjadi ruang dialog dan pertukaran pengetahuan yang melibatkan pelaku UMKM lintas sektor, akademisi, praktisi, lembaga keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum ini membahas strategi pembiayaan berkelanjutan, inovasi produk dan proses usaha, serta penguatan kapasitas UMKM sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat dalam mendorong UMKM, khususnya sektor pertanian, agar mampu berperan aktif dalam transisi menuju ekonomi hijau dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Dipublikasikan : 31 Jan 2026, Admin