Kapuas – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Panen Raya di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan serta memperkuat swasembada pangan nasional.

Panen raya dilaksanakan di hamparan Optimasi Lahan (Oplah) seluas 3.804 hektare. Adapun lokasi panen berada di lahan seluas 32 hektare di Desa Terusan Mulya dengan produktivitas berdasarkan hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 6 ton per hektare.
Keberhasilan tersebut diperkirakan akan berlanjut pada musim panen berikutnya. Hingga September 2026, potensi panen dari lahan Oplah, lahan reguler, dan program CSR di empat kecamatan, yakni Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur, mencapai 25.817 hektare. Potensi tersebut menjadi modal penting bagi Kalimantan Tengah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan dan mendukung swasembada pangan nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati Kapuas, Forkopimda Kabupaten Kapuas, serta Bupati Pulang Pisau. Dari Kementerian Pertanian hadir Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Zuroqi Mubarok, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang Setya Budhi Udrayana, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru Angga Tri Aditia Permana, Direktur Benih Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Ladiyani Retno Widowati, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, petani, dan masyarakat sekitar. Total peserta yang hadir mencapai sekitar 600 orang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan terus ditindaklanjuti melalui berbagai program peningkatan produksi di seluruh wilayah Indonesia.
"Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, swasembada pangan harus dijaga dan diperkuat secara berkelanjutan. Karena itu Kementerian Pertanian terus meningkatkan produksi melalui optimasi lahan, modernisasi pertanian, penguatan sarana produksi, serta pendampingan kepada petani di seluruh Indonesia," ujar Amran.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga.
Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan keberhasilan menjaga swasembada pangan memerlukan dukungan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan mampu mengawal program-program strategis pemerintah hingga tingkat lapangan.
"Menjaga swasembada pangan membutuhkan SDM pertanian yang kompeten dan adaptif. Penyuluh pertanian, Brigade Pangan, petani milenial, serta kelembagaan petani memiliki peran strategis dalam memastikan peningkatan produksi berjalan konsisten dan berkelanjutan," kata Santi.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas dukungan dan bantuan yang diberikan kepada Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Kapuas, dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas seluruh dukungan yang diberikan kepada Kalimantan Tengah. Kami siap mendukung program swasembada pangan dan terus meningkatkan produksi pertanian di daerah," ujarnya.
Agustiar menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus mendorong peningkatan luas panen dengan target mencapai 45 ribu hektare guna memperkuat kontribusi daerah terhadap swasembada pangan nasional.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Pertanian juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung peningkatan produktivitas petani. Bantuan yang disalurkan terdiri atas 7 unit rotavator, 7 unit traktor roda dua, 11 unit pompa air, dan 40 unit sprayer elektrik.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendukung produktivitas pertanian di wilayah Kalimantan Tengah sehingga keberlanjutan produksi pangan dapat terus terjaga.
Dipublikasikan : 09 Jul 2026, Admin