(021) 7815380 - 7815480
Ubah Bahasa
EN | ID
| Pengumuman : Migrasi dan Pemutakhiran Website BPPSDMP | Pengumuman : Batas Pelaporan Izin Kehadiran Pegawai | Pengumuman : Genta Organik | Pengumuman : ASNBerAHLAK | Pengumuman : Pelatihan Sejuta Petani & Penyuluh 2022 | Pengumuman : Petunjuk Oprasional Aplikasi SINERGI

Jakarta – Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian untuk percepatan tanam di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Tanam CSR Tahun 2025 pada 25–26 Maret 2026 di Mess SDM Kementerian Pertanian, Jakarta.

Rakor diikuti Kepala UPT lingkup BPPSDMP serta melibatkan Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP), Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ditjen Tanaman Pangan (TP), BRMP, Kelsi dan Katimker Penyuluhan Provinsi dan Kabupaten guna memperkuat koordinasi lintas unit dalam percepatan tanam.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan percepatan tanam di lokasi CSR menjadi kunci menjaga momentum peningkatan produksi dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menekankan pentingnya kerja cepat, terukur, dan terkoordinasi lintas lini agar target segera terealisasi.

Kegiatan dibuka Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, yang menegaskan pentingnya akselerasi melalui sinergi seluruh jajaran serta langkah konkret percepatan tanam sesuai arahan Menteri Pertanian.

“Seperti arahan Menteri Pertanian, SDM harus segera melakukan tanam untuk mengejar target 50.000 hektare. Hari ini kita identifikasi strategi untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tanam serentak akan dilaksanakan pada 2 April 2026 seluas 11.600 hektare di lokasi yang telah siap tanam.

“Selanjutnya, percepatan tanam dilakukan secara bertahap dengan target sekitar 1.000 hektare per hari hingga seluruh target tercapai. Saya yakin target ini bisa dicapai jika seluruh upaya kita kerahkan secara maksimal,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan penyuluh di lapangan serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi.

“Sinergikan langkah dengan para penyuluh di lapangan. Untuk efisiensi tanam, manfaatkan teknologi seperti drone,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, BPPSDMP menyepakati strategi percepatan tanam melalui identifikasi lahan siap tanam dan pelaksanaan tanam serentak pada 2 April 2026 seluas 11.600 hektare. 

Selanjutnya, percepatan dilakukan melalui tanam harian sekitar 1.006 hektare untuk memenuhi sisa target 27.139 hektare, sehingga hingga akhir April 2026 ditargetkan tercapai tambahan pertanaman seluas 38.739 hektare dengan total akumulasi mencapai 50.424,86 hektare.

Upaya tersebut didukung penguatan koordinasi di lapangan, mulai dari identifikasi lokasi dan pemilik lahan, hingga penyusunan target rinci per wilayah oleh penanggung jawab Brigade Pangan bersama penyuluh dan pemangku kepentingan daerah. Selain itu, dipastikan ketersediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian sebelum pelaksanaan tanam melalui koordinasi lintas direktorat.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian, melalui pemetaan operator dan distribusi drone yang saat ini didukung 87 operator di UPT dan 29 di dinas, dengan total 159 unit drone yang tersebar di dinas, Brigade Pangan, dan kelompok tani. Untuk optimalisasi, masih diperlukan penambahan serta pelatihan operator.

Melalui rakor ini, BPPSDMP menegaskan komitmen percepatan tanam di lokasi CSR berjalan efektif, terkoordinasi, dan berdampak langsung pada peningkatan produksi pertanian nasional.

Dipublikasikan : 26 Mar 2026, Admin