(021) 7815380 - 7815480
Ubah Bahasa
EN | ID
| Pengumuman : Zero Toleransi Untuk Judol | Pengumuman : Waspada Abu Vulkanik | Pengumuman : Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan Hadapi El Nino | Pengumuman : Migrasi dan Pemutakhiran Website BPPSDMP | Pengumuman : Batas Pelaporan Izin Kehadiran Pegawai | Pengumuman : ASNBerAHLAK

CIAWI – Kementerian Pertanian terus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan generasi muda yang inovatif, kompeten, dan siap menjadi motor penggerak transformasi pertanian modern. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Vocational Agriculture Competition and Innovation (VOCANOVA) 2026 yang resmi ditutup melalui Malam Penganugerahan di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, Rabu (4/11/2026).

Mengusung tema “Vokasi Inovatif untuk Transformasi Pertanian Modern dan Swasembada Pangan Berkelanjutan”, kegiatan yang berlangsung pada 3–4 November 2026 ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) serta Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) untuk menampilkan kreativitas, inovasi, dan karya terapan yang mendukung kemajuan sektor pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya regenerasi petani sebagai salah satu kunci keberlanjutan pembangunan pertanian nasional. Keterlibatan generasi muda perlu terus diperkuat melalui pendidikan, penguasaan teknologi, inovasi, dan pengembangan kewirausahaan agar sektor pertanian semakin modern, produktif, serta menarik bagi generasi berikutnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, VOCANOVA menjadi salah satu upaya Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang mendorong lahirnya talenta muda pertanian. Generasi muda tidak hanya dipersiapkan sebagai tenaga kerja terampil, tetapi juga sebagai inovator, wirausahawan, dan calon pelaku utama pembangunan pertanian.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan VOCANOVA 2026, mulai dari Pusat Pendidikan Pertanian, Sekretariat BPPSDMP, pimpinan Polbangtan dan PEPI, dewan juri, panitia, pendamping, hingga seluruh peserta.

“VOCANOVA bukan sekadar ajang kompetisi dan penetapan pemenang, tetapi menjadi ruang untuk bertukar gagasan, menguji temuan, membangun kolaborasi, serta memberikan apresiasi atas proses belajar, keberanian berinovasi, dan kerja keras seluruh peserta,” ungkap Idha.

Menurutnya, pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian modern. Karena itu, kreativitas dan kemampuan mahasiswa perlu terus diasah melalui kegiatan yang memberikan ruang bagi penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara nyata.

Antusiasme terhadap penyelenggaraan VOCANOVA 2026 terlihat dari kehadiran 130 partisipan yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari enam Polbangtan serta PEPI. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan tujuh satuan pendidikan vokasi pertanian, yakni Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan Medan, Polbangtan Gowa, Polbangtan Manokwari, dan PEPI.

Dalam kompetisi tersebut, peserta beradu kemampuan melalui empat kategori perlombaan, yaitu Inovasi dan Karya, Cerdas Cermat, Video Kreatif, serta Teaching Factory (TEFA). Keempat kategori dirancang untuk mengukur kemampuan akademik, keterampilan teknis, kreativitas, komunikasi, serta penerapan pembelajaran vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

Kategori Inovasi dan Karya menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk mempresentasikan hasil pengembangan teknologi maupun karya terapan. Penilaian mencakup kebaruan inovasi, penguasaan materi, teknik penyajian, pemanfaatan potensi lokal, serta manfaat dan keberlanjutan inovasi bagi sektor pertanian.

Sementara itu, Cerdas Cermat menguji wawasan peserta melalui tahapan penyisihan, semifinal, dan final. Materi yang diujikan meliputi pengetahuan pertanian umum, wawasan kebangsaan, program strategis Kementerian Pertanian, penyuluhan, agribisnis, hingga teknologi pertanian dan peternakan.

Kreativitas peserta juga ditampilkan melalui kategori Video Kreatif. Dalam kategori ini, peserta ditantang menyampaikan gagasan dan pesan positif tentang pendidikan vokasi pertanian melalui karya audiovisual yang komunikatif dan inovatif. Selain kualitas visual, audio, orisinalitas, dan kekuatan pesan, keterlibatan audiens melalui jumlah suka dan komentar di Instagram Pusat Pendidikan Pertanian turut menjadi indikator penilaian untuk menentukan Video Favorit.

Adapun kategori Teaching Factory (TEFA) menampilkan implementasi pembelajaran berbasis produksi dan layanan. Melalui presentasi dan demonstrasi produk atau model pembelajaran, peserta menunjukkan bagaimana proses pendidikan vokasi dapat terhubung dengan kebutuhan industri, mulai dari inovasi pembelajaran, pencapaian kompetensi, keterlibatan DUDIKA, hingga potensi keberlanjutan pengembangannya.

Seluruh kompetisi dinilai oleh dewan juri dari unsur pimpinan dan pejabat BPPSDMP, dosen Polbangtan dan PEPI, serta praktisi profesional sesuai bidang perlombaan. Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Malam Penganugerahan VOCANOVA 2026 menjadi puncak sekaligus bentuk apresiasi atas kreativitas, kerja keras, dan inovasi para peserta. Penghargaan diberikan kepada para juara pertama, kedua, dan ketiga dari masing-masing kategori, termasuk penghargaan khusus Video Favorit.

Melalui VOCANOVA 2026, BPPSDMP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi pertanian sebagai bagian dari strategi percepatan regenerasi sumber daya manusia pertanian. Kompetisi ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan prestasi, tetapi menjadi awal lahirnya gagasan, teknologi, dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab tantangan pertanian masa depan.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari regenerasi petani, tetapi juga tampil sebagai pelopor perubahan yang membawa pertanian Indonesia semakin modern, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dipublikasikan : 06 Nov 2026, Admin