Kementan Sebut Pendampingan Petani Katrol Produksi Pangan
Kementan Sebut Pendampingan Petani Katrol Produksi Pangan
Penyuluh Pertanian Dinilai Mampu Tingkatkan Kepuasan Petani
Penyuluh Pertanian Dinilai Mampu Tingkatkan Kepuasan Petani
Kementan Bakal Intensif Gelar Rakor Pangan di Daerah
Kementan Bakal Intensif Gelar Rakor Pangan di Daerah
Petani Puas terhadap Kebijakan Kementan Sepanjang 2015
Petani Puas terhadap Kebijakan Kementan Sepanjang 2015
Halal Bihalal Keluarga Besar BPPSDMP
Halal Bihalal Keluarga Besar BPPSDMP
SOSIALISASI PEKAN NASIONAL PETANI NELAYAN XV 2017
SOSIALISASI PEKAN NASIONAL PETANI NELAYAN XV 2017
Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STPP Gowa Musnahkan Soal Ujian
Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STPP Gowa Musnahkan Soal Ujian
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Siap Menjadi Politeknik
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Siap Menjadi Politeknik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Pending Dadih Permana mengatakan, kebijakan dan program Kementan di bidang penyuluhan telah memberikan hasil pada peningkatan produksi pangan. Hal tersebut didukung bantuan alat mesin pertanian yang tersalurkan di petani secara cepat dan tepat.

"Para penyuluh ini kami bekali dengan peningkatan kualitas melalui model pelatihan yang bersifat tematik bukan lagi model lama bersifat umum," kata Pending, Rabu (20/7).

Ia menjelaskan, tematik artinya tema pelatihan sesuai dengan kebutuhan atau komoditas yang ada di daerah, sehingga penyuluh paham dan fokus pada kegiatan yang disampaikan ke petani.

Saat ini jumlah penyuluh PNS sebanyak 27.420 ribu orang dan penyuluh tenaga harian lepas 19.161 orang. Mereka tidak hanya bekerja fokus pada upaya peningkatan produksi pangan, namun berupaya juga pada peningkatan kualitas dan peran serta SDM pertanian.


Caranya yakni melalui program Gerakan Percepatan Pemberdayaan Pertanian Terpadu (GPPT) dan penumbuhan minat generasi muda di sektor pertanian. BPPSDMP memadukan kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendidikan pertanian sehingga hal tersebut memungkinkan terwujud.

"Berkat terobosan inilah, berbagai kebijakan dan program Kementan secara umum mampu memberikan kepuasan yang cukup tinggi kepada petani," tutur dia. Penyuluh di lapangan secara intens bergandengan tangan dengan TNI, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), mahasiswa atau dosen dan stakeholder lainnya.

Ketua Umum KTNA Nasional, Winarno Tohir menilai tingkat kepuasan petani terhadap kebijakan pemerintah tergolong cukup tinggi. Menurutnya, penyebab utama yakni masifnya upaya pendampingan atau pengawalan yang dilakukan Kementan dengan melibatkan berbagai pihak seperti KTNA.

"Misalnya menyukseskan program serap gabah petani, pemerintah melibatkan semua pihak dan bergerak cepat," ujarnya. Begitupun penyaluran bantuan alsintan, tersalurkan juga dengan cepat dan sesuai sasaran ke petani.

Ke depan, Winarno berharap Kementan lebih mampu menggerakkan semua pihak juga untuk memotong atau mengefisienkan rantai pasok pangan. Dengan begitu, distribusi dan tata niaga pangan dari petani ke konsumen lebih murah dan petani memeroleh keuntungan yang wajar.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/kementan/berita-kementan/16/07/20/oalpki368-kementan-sebut-pendampingan-petani-katrol-produksi-pangan#

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementrian pertanian mengklaim program pertanian sepanjang tahun 2015 memberikan kepuasan kepada petani. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengatakan salah satu kebijakan yang meningkatkan kepuasan terhadap petani yaitu pendampingan oleh petugas penyuluh lapangan (PPL), TNI, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan dosen/mahasiswa.

Berdasarkan hasil survei Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di bulan Maret 2016 pada 1.200 responden peserta program 2015 di 9 provinsi, 22 kabupaten, 63 kecamatan dan 254 desa, program kementrian pertanian pada 2015 mampu memberikan kepuasan petani 76,8 persen.

"Khusus untuk program pendampingan yang dilakukan oleh PPL, TNI, KTNA dan dosen/mahasiswa, tingkat kepuasan petani masing-masing sebanyak 85,25 persen, 89,57 persen, 77,52  persen dan 81,91 persen. Skor tertinggi kepuasan petani terhadap pendampingan yang dilakukan TNI," kata Suwandi di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (20/7), melalui siaran pers.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Pending Dadih Permana mengatakan kebijakan dan program Kementan telah memberikan hasil pada peningkatan produksi dan bantuan tersalurkan di petani secara cepat dan tepat karena diikuti dengan kegiatan pendampingan atau penyuluhan oleh PPL yang tersebar merata di semua daerah. Jumlah penyuluh PNS sebanyak 27.420 ribu orang dan penyuluh tenaga harian lepas 19.161 orang.

"Para penyuluh ini kami bekali dengan peningkatan kualitas melalui model pelatihan yang bersifat tematik bukan lagi model lama bersifat umum. Tematik artinya tema pelatihan sesuai dengan kebutuhan atau komoditas yang ada di daerah, sehingga penyuluh paham dan fokus pada kegiatan yang disampaikan ke petani," kata Pending.

Pending menyampaikan program Kementan tidak hanya fokus upaya peningkatan produksi pangan, namun berupaya juga pada peningkatan kualitas dan peran serta SDM pertanian melalui program Gerakan Percepatan Pemberdayaan Pertanian Terpadu (GPPT) dan penumbuhan minat generasi muda di sektor pertanian yang dilakukan dengan memadukan kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendidikan pertanian.

Ketua Umum KTNA Nasional, Winarno Tohir menilai tingkat kepuasan petani ini tergolong cukup tinggi. Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena masifnya upaya pendampingan atau pengawalan yang dilakukan Kementan dengan melibatkan berbagai pihak seperti KTNA.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/kementan/berita-kementan/16/07/20/oalj19368-penyuluh-pertanian-dinilai-mampu-tingkatkan-kepuasan-petani#

Suarasurabaya.net| Kementerian Pertanian (Kementan) bakal intensif menggelar rapat koordinasi pangan di 11 provinsi yang menjadi sentra produksi padi. 

Pending Dadih Permana Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan di Jakarta, Rabu (20/7/2016) mengungkapkan rapat koordinasi (rakor) pangan tersebut akan dilakukan bersama dengan gubernur, pangdam, danrem, dandim, Bakorluh (Badan Koordinasi Penyuluhan), Bapeluh (Balai Penyuluhan), kepala dinas lingkup pertanian provinsi dan kabupaten. 

Menurut dia, Menteri Pertanian sudah memimpin rakor tersebut di Provinsi Jawa Tengah yang dilanjutkan dengan memantau ketersediaan dan harga pangan di lapangan agar tetap stabil dan dan tidak melonjak tinggi.

Pemantauan ketersediaan dan harga pangan untuk wilayah Jawa Tengah dilaksanakan di Desa Batu Kali Kecamatan Kalinyamatan, dan Desa Pending Alit, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan Panen Raya pada, Kamis (14/7/2016) di areal 800 hektare. 

Pending yang juga menjadi penanggung jawab Upaya Khusus (UPSUS) Provinsi Jawa Tengah itu menjelaskan, provinsi tersebut memiliki luas areal tanam 1.039.192 hektare.

Sedangkan Kabupaten Jepara sendiri mempunyai luas lahan 990.562 hektare dengan realisasi tanam periode Oktober 2015 sampai Juli 2016 seluas 42.054 hektare. Sementara luas tanam yang sedang dipanen di desa Batu Kali Kecamatan Kalinyamatan 322 hektare. Bulog sub-divre wilayah II Pati telah menyerap gabah petani di wilayah tersebut sebanyak 154.837 ton dari target 160.000 ton. 

Dalam rangka untuk peningkatan serapan gabah dan peningkatan ketersediaan pangan serta stabilitasi harga pangan, lanjut dia, Kementan telah menerjunkan 161 orang Penyuluh Pertanian PNS, swadaya dan tenaga harian lepas (THL) di wilayah Kabupaten Jepara, di samping menggandeng Babinsa dari TNI-AD.

"Hal itu juga sebagai upaya mengetahui ketersediaan pangan dan membentuk harga yang layak di tingkat petani, pedagang dan konsumen," kata Pending. seperti dilansir Antara.

Saat ini, lanjutnya, total kekuatan penyuluh pertanian di Jawa Tengah sekitar 2.037 orang. (ant/dwi)

Sumber : http://www.suarasurabaya.net/mobile/kelanakota/detail/2016/174322-Kementan-Bakal-Intensif-Gelar-Rakor-Pangan-di-Daerah 

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengatakan berbagai kebijakan dan program Menteri Pertanian sepanjang 2015 berhasil memberikan kepuasan kepada petani yang merupakan subjek utama mewujudkan kedaulatan pangan.

Kebijakan tersebut di antaranya merevisi Peraturan Presiden (Perpres) 172/2014 tentang tender ke penunjukan langsung (PL), kebijakan pengendalian impor beras dan jagung, kebijakan subsidi benih dan pupuk,
 refocusinganggaran Rp4,1 triliun bantuan benih dan pupuk, bantuan alat dan mesin pertanian 80 ribu unit, bantuan irigasi dan pendampingan oleh petugas penyuluh lapangan (PPL), TNI, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan dosen/mahasiswa.

Berdasarkan hasil survei Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di Maret 2016 pada 1.200 responden peserta program 2015 di sembilan provinsi, 22 kabupaten, 63 kecamatan dan 254 desa, kebijakan dan program 2015 ini mampu memberikan kepuasan petani 76,8 persen.

"Khusus untuk program pendampingan yang dilakukan oleh PPL, TNI,  KTNA dan dosen/mahasiswa, tingkat kepuasan petani masing-masing sebanyak 85,25 persen, 89,57 persen, 77,52 persen, dan 81,91 persen. Skor tertinggi kepuasan petani terhadap pendampingan yang dilakukan TNI," demikian disampaikan Suwandi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (21/7/2016).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Pending Dadih Permana mengatakan kebijakan dan program Kementan telah memberikan hasil pada peningkatan produksi dan bantuan tersalurkan di petani secara cepat dan tepat karena diikuti dengan kegiatan pendampingan atau penyuluhan oleh PPL yang tersebar merata di semua daerah. Jumlah penyuluh PNS sebanyak 27.420 ribu orang dan penyuluh tenaga harian lepas 19.161 orang.

"Para penyuluh ini kami bekali dengan peningkatan kualitas melalui model pelatihan yang bersifat tematik bukan lagi model lama bersifat umum. Tematik artinya tema pelatihan sesuai dengan kebutuhan atau komoditas yang ada di daerah, sehingga penyuluh paham dan fokus pada kegiatan yang disampaikan ke petani," ujar Pending.

Pending menyampaikan program Kementan tidak hanya fokus upaya peningkatan produksi pangan, namun berupaya juga pada peningkatan kualitas dan peran serta SDM pertanian melalui program Gerakan Percepatan Pemberdayaan Pertanian Terpadu (GPPT) dan penumbuhan minat generasi muda di sektor pertanian yang dilakukan dengan memadukan kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendidikan pertanian.

"Berkat terobosan inilah, berbagai kebijakan dan program Kementan secara umum mampu memberikan kepuasan yang cukup tinggi kepada petani. Penyuluh pun di lapangan bergandengan tangan dengan TNI, KTNA, mahasiswa atau dosen dan
 stakeholder lainnya," paparnya.

Ketua Umum KTNA Nasional, Winarno Tohir menilai tingkat kepuasan petani ini tergolong cukup tinggi. Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena masifnya upaya pendampingan atau pengawalan yang dilakukan Kementan dengan melibatkan berbagai pihak seperti KTNA.

"Misalnya menyukseskan program serap gabah petani. Menteri Pertanian melibatkan semua pihak dan bergerak cepat, sehingga hasilnya gabah terserap mencapai target. Begitupun penyaluran bantuan alsintan, tersalurkan juga dengan cepat dan sesuai sasaran ke petani," tutur Winarno.

Ke depan, kata Winarno, Kementan harus mampu menggerakkan semua pihak juga untuk memotong atau mengefisienkan rantai pasok pangan, sehingga distribusi dan tata niaga pangan dari petani ke konsumen biayanya lebih murah.

Sumber : http://m.metrotvnews.com/ekonomi/mikro/5b2MDeVN-petani-puas-terhadap-kebijakan-kementan-sepanjang-2015

haal-bihalal

“Sifat dasar manusia adalah kikir, dan sekarang berkembang tidak hanya terhadap harta tapi kikir pemikiran, ini harus dihindari karena, sesuatu pemikiran yang baik tidak akan bermanfaat apabila tidak di teruskan” ujar Kepala Badan PPSDMP Pending Dadih Permana pada kesempatan berkumpul bersama dalam Acara Halal Bihalal Keluarga Besar BPPSDMP, Jumat 15 Juli 2016 di lembang Jawa Barat.

Beberapa poin juga diingatkan seperti bagaimana agar, selalu berpikir positif di segala keadaan dan  pentingnya komunikasi yang baik dalam menjalankan aktifitas kedinasan.

Komunikasikan apa yang menjadi kendala dalam pekerjaan, keraguan atau ketidakpahaman, rekan kita akan memberikan tanggapan yang baik terhadap apa yang kita sampaikan apabila kita bisa mengkomunikasikan secara postif tutup Kepala Badan.

Hadir dalam acara halal bihalal, pejabat eselon 2, 3 dan 4 baik lingkup Pusat maupun Daerah, sebelum di tutup acara di isi dengan tausiyah yang di sampailkan oleh Penceramah Gungun Syihabuddin yang mengambil tema makna Idul Fitri.

Makna Idul Fitri tidak hanya  bertemu dan bersalaman saja tetapi sebagai pengikat hati kita sesama muslim, sebagaimana Allah Berfirman “wajib kecintaanku kepada orang orang yang mencinta karena Aku”. Halal bihalal adalah budaya yang baik, dimana kita bertemu dengan saudara saudara kita setelah berpuasa selama bulan ramadan, yang pada awalnya sebagai sesama karyawan diikat oleh urusan kedinasan, semoga merupakan awal dari ikatan persaudaraan karena kecintaan pada Allah

Ramadan merupakan suatu awal yang baik untuk berbuat kebaikan demi kebaikan, banyak yang jarang ke mesjid pada bulan biasa namun pada bulan ramadan semua berlomba lomba untuk ke mesjid untuk melaksanakan sholat terawih yang merupakan sholat sunnah contohnya.

Kalau melihat banyak orang yang soleh tapi hidupnya cenderung susah itu karena banyak orang yang di beri pintu pintu ketaatan tapi tidak di beri pintu qabul,analoginya seperti pengamen yang bersuara bagus, apa kita langsung memberinya uang? Mungkin tidak, kita dengarkan dahulu, tidak jarang kita request lagu lagi. Seperti itulah Allah kepada hamba hambanya yang sholeh, Allah suka mendengar hambnya merintih, Allah senang mendengar munajatnya. Maka dari itu materi didunia jangan di jadikan ukuran kesuksesan, bukan ukuran orang tersebut disegerakan kebaikannya.

Orang yang disegerakan kebaikannya oleh Allah adalah orang yang mudah untuk berbuat kebaikan demi kebaikan, karena berbuat kebaikan adalah hidayah kebaikan adalah anugrah.

Keberhasilan seseorang menjalankan puasa ramadan nya adalah bertambah besar ketakutannya pada Allah dan kecenderungan untuk selalu berbuat baik tutup Gungun Syihabudin mengakhiri tausiyahnya.

 Rakor Penas

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menggelar Rapat Koordinasi Perisapan Pekan Nasional Petani Nelayan XV yang akan dilaksanakan di Banda Aceh, 6 - 11 Mei Tahun 2017. Hadir dalam pertemuan ini, Sekretaris Badan PPSDMP, Momon Rusmono, Ketua KTNA Winarno Tohir, Anggota Komisi IV DPR RI Oo Sutisna dan Kepala Bakorluh NAD mewakili Sekretaris Daerah Provinsi NAD.

Pada rapat koordinasi ini dijelaskan beberapa rangkaian kegiatan dan pembagian tugas kepanitiaan di tingkat pusat. Penas merupakan forum pertemuan petani nelayan dan hutan sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi dan pengalaman, serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama antara para petani nelayan dan hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah sehingga dapat membangkitkan semangat, tanggung jawab serta kemandiriannya sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Tema yag diusung kali ini “Melalui PENAS Petani Nelayan XV 2017 Kita mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan Sebagai Mitra Kerja Pemerintah Dalam Rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Menuju Kesejahteraan Petani dan Nelayan Indonesia”

Dijelaskan oleh Ketua KTNA, Winarno Tohir, terdapat perberdaan pada pelaksanaan PENAS XV ini dibandingkan dengan PENAS sebelumnya, yaitu bertambahnya rangkaian kegiatan seperti outbond dan “ngopi terpanjang dan terbanyak di dunia”. Pada PENAS XV ini para asosiasi agribisnis juga akan mengadakan pertemuan Rakernas MAI dengan para stake holder dari Asia Pasific beserta para KTNA dan Petani mengenai pemasaran produk. Sekretaris Badan PPSDMP juga menegaskan kepada seluruh panitia baik tingkat pusat maupun provinsi dan kabupaten untuk memfokuskan rencana kegiatan ini terutama mengenai anggaran, dan diharapkan untuk tiap-tiap bidang panitia melakukan koordinasi sebelum pelaksanaan Rapat Koordinasi Persiapan PENAS XV dengan panitia provinsi dan kabupaten yang rencananya akan dilaksanakan di Banda Aceh pada Oktober mendatang. (Cha) 

 

Panitia penerimaan mahasiswa baru  Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan memusnahkan soal ujian tes tertusli STPP tahun akademik. Pemusnahan soal-soal ujian tes ini dilakukan sesaat setelah pelaksanaan ujian tes berlangsung, Selasa.

Pemusnahan soal-soal ini dipimpin langsung, Sekertaris Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, Fifi A Waris SP. Fifi, mengatakan pemusnahan soal-soal ini agar dikemudian hari tidak ada yang mengkomersialkan. "Dasar pemusnahan dokumen ini dilakukan agar soal-soal tersebut tidak dikomersilkan di kemudian hari," kata Fifi.

Tes tertulis ini diikuti 507 calon mahasiswa baru dan yang akan diterima hanya 120 mahasiswa sesuai dengan kuota yang telah disiapkan.

sumber: http://makassar.tribunnews.com/2016/06/14/panitia-penerimaan-mahasiswa-baru-stpp-gowa-musnahkan-soal-ujian

 

“STPP diwajibkan menyelenggarakan pendidikan vokasi (kejuruan). Sedangkan Permendikbud no 95 tahun 2014 mengamanahkan pendidikan vokasi diselenggarakan perguruan tinggi yang berbentuk akademi atau politeknik,"

 

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian siap mengalihkan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang ada di bawah kementerian tersebut menjadi lembaga pendidikan berbentuk politeknik. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana di Jakarta, Selasa menyatakan perubahan bentuk dari STPP menjadi politeknik tersebut merupakan pelaksanaan UU No 12 tahun 2014 yang mensyaratkan pendidikan tinggi dilakukan melalui tiga jenis yakni akademik, vokasi dan profesi.

"STPP diwajibkan menyelenggarakan pendidikan vokasi (kejuruan). Sedangkan Permendikbud no 95 tahun 2014 mengamanahkan pendidikan vokasi diselenggarakan perguruan tinggi yang berbentuk akademi atau politeknik," katanya.Oleh karena itu, lanjutnya, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mengarahkan pengembangan kelembagaan STPP pada politeknik.Pending menyatakan untuk menjadikan STPP sebagai politeknik saat ini masih dilakukan pembahasan dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

 

"Kami mengharapkan pada tahun depan (2017) politeknik ini sudah terbentuk," kata mantan Kepala Dinas Pertanian Nusa Tenggara Barat itu. Menurut dia, dengan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi politeknik tersebut nantinya lulusan STPP diharapkan dapat langsung tersambung dengan dunia usaha terutama di sektor pertanian.  Selain itu, tambahnya, lulusan politeknik pertanian nantinya juga dapat menjadi wirausahawan muda di bidang pertanian, "Saat ini ada mata rantai yang terputus di dunia pertanian karena minat generasi muda yang rendah menggeluti usaha sektor pertanian," katanya. Terkait pihak yang dapat mengikuti pendidikan di politeknik pertanian nantinya, Kepala BPSDMP menyatakan, dari apartur pertanian di daerah serta para lulusan SMA maupun SMK. 

Saat ini BPPSDMP membawahi sejumlah Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian di seluruh tanah air seperti STPP Medan (Sumut), STPP Bogor (Jabar), STPP Magelang (Jateng), STPP Malang (Jatim), STPP Gowa dan STPP Manokwari (Papua). 

 

sumber : http://www.antaranews.com/berita/567409/sekolah-tinggi-penyuluhan-pertanian-siap-menjadi-politeknik

HASIL SELEKSI ENGLISH LANGUAGE TRAINING FOR OFFICIALS (ELTO) PROGRAMME NEW ZEALAND 2016

Berdasarkan hasil seleksi calon peserta Program The English Language Training for Official di New Zealand lingkup Kementerian Pertanian, bersama ini kami sampaikan nama-nama calon peserta dari instansi Saudara yang telah lolos seleksi administrasi oleh Tim BPPSDMP yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2016.

Read more ...

Follow dan Like Page Facebook Resmi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Untuk mempermudah arus informasi mengenai penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian,

maka BPPSDMP membuat Page Facebook dengan akun " Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian "

Read more ...

Siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Saksikanlah siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan judul "PEMUDA DAN PETANI BERSAMA MENUJU SWASEMBADA PANGAN" pada hari senin tanggal 6 Juni 2016 pukul 13.33 WIB di TVRI Pusat.