BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN LAKSANAKAN  WORKSHOP SUSTAINBILITY ASSESSMENT OF AGRIBUSINESS ENTERPRISES
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN LAKSANAKAN WORKSHOP SUSTAINBILITY ASSESSMENT OF AGRIBUSINESS ENTERPRISES
Pertemuan Konsolidasi Monitoring dan Evaluasi Tahun 2016
Pertemuan Konsolidasi Monitoring dan Evaluasi Tahun 2016
Penas Ke-XV Untuk Memantapkan Kelembagaan Penyuluhan
Penas Ke-XV Untuk Memantapkan Kelembagaan Penyuluhan
Wirausaha Muda Pertanian
Wirausaha Muda Pertanian
Pemanfaatan Cyber Extension Sebagai Sarana Publikasi
Pemanfaatan Cyber Extension Sebagai Sarana Publikasi
KOORDINASI PENYULUHAN TINGKAT NASIONAL
KOORDINASI PENYULUHAN TINGKAT NASIONAL
Tim JICA Jepang Kunjungi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Milik Kemantan di Medan
Tim JICA Jepang Kunjungi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Milik Kemantan di Medan
PENYERAHAN BANTUAN MODAL USAHA  PENUMBUHAN WIRAUSAHAWAN MUDA PERTANIAN (PWMP) Universitas Hasanudin Makasar Sulsel – 28 September 2016
PENYERAHAN BANTUAN MODAL USAHA PENUMBUHAN WIRAUSAHAWAN MUDA PERTANIAN (PWMP) Universitas Hasanudin Makasar Sulsel – 28 September 2016

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN

LAKSANAKAN  WORKSHOP SUSTAINBILITY ASSESSMENT OF AGRIBUSINESS ENTERPRISES

 

 

 

Kementerian pertanian  melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan  SDM Pertanian (BPPSDMP) bekerjasama dengan  Direktorat Jenderal Pengembangan Program nPelatihan dan Produktivitas  kementerian Pertanian Tenaga Kerja sebagai National Productivity Organization (NPO) Indonesia dan Asian ProductivitybOrganization (APO)  telah menyelenggarakan Workshop Sustainbility Assessment of Afribusines Enterprises atau Lokakarya Penilaian Kelestarian dan Usaha Agribisnis, di Hotel  Santika, Bogor sejak tanggal 28 November s.d  2 Desember  2016. Workshop  yang dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Badan PPSDMP, Dr. Momon Rusmono, M.S

 

Dalam arahannya,  Momon Rusmonon  mengatakan “ kegiatan ini merupakan  bentuk kerjasama dengan luar negeri guna peningkatan kompetensi sumberdaya Indonesia dan Negara ekonpmi anggota APO untuk mendorong peningkatan produkktivitas.” Penguatan tak hanya kompetensi sumberdaya manusia sektor hulu dipertanian, tapi juga penguatan  kompetensi sumberdaya di hilir pertanian seperti agribisnis, demikian jelas Sekretaris Badan.  “Kami berharap penerapa prinsip berkelanjutan (sustainability) bagi perusahaan kecil dan menengah juga menjadi perhatian dalam workshop ini dan sekaligus sebagai wahana untuk membangun jejaring international” lanjut Momon Rusmono.

 

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Dr.Ir. Widi Hardjono, M.Sc., dalam kesempatan yang sama mengatakan:  “ Worshop ini  sangat penting dan startegis bagi Indonesia khususnya Kementerian Pertanian dan  dan Negara APO untuk menjamin keberlanjutan usaha kecil dan menengah pertanian menghadapi perekonomian dunia yang melemah akibat menurunnya harga minyak yang diikuti dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi dan perusahaan-perusahaan kecil dan menengah termasuk didalamnya perusahaan dibidang pertanian.”

 

Workshop  dihadiri oleh 24 orang orang peserta  terdiri dari  Bangladesh, Cambodia,, Fiji, India, Republik Islam ran, Laos,  Malaysia, Mongolia, Nepal,  Filipina, Republik Rakyat Tiongkok  (ROT), Srilangka, Thailand dan Vietnam,  dan  Indonesia. Sebagai narasumber dari kegiatan ini  berasal  dari Australia, New Zealand,  Switzerland dan Indonesia  yang  memiliki pengalaman internasional dibidang  penilain usaha agribisnis.

 

Dengan adanya Workshop diharapkan penerapan prinsip berkelanjutan (sustainbility) bagi perusahaan kecil dan menengah dapat menjadi perhatian dan kegiatan ini juga dapat menjadi ajang transfer keilmuan antar Negara peserta.

 

Pertemuan Konsolidasi Monitoring dan Evaluasi Tahun 2016

 

 

Untuk menghadapi pencapaian target akhir tahun anggaran, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan upaya percepatan pelaksanaan kegiatan dan anggaran sampai dengan bulan Desember 2016. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi rendahnya realisasi belanja yang belum terserap di akhir tahun, baik di tingkat Pusat, Kantor Daerah/UPT, Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Akibatnya, anggaran yang sudah tersedia, tidak bisa dilaksanakan dengan baik.

 

Sekretaris Badan PPSDMP, Dr. Ir. Momon Rusmono, MSc dalam sambutannya pada acara Pertemuan Konsolidasi Monitoring dan Evaluasi yang dilaksanakan Hotel Grand Tjokro Yogyakarta (24/11/16), mengatakan bahwa pada Tahun 2016 BPPSDMP melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Peningkatan Penyuluhan, Pelatihan dan Pendidikan Pertanian. 

 

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan utama yaitu Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian, Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian, Pemantapan Sistem Pendidikan Pertanian, Revitalisasi Pendidikan Pertanian, Pendidikan Menengah Pertanian dan Dukungan Manajemen dan Kepemimpinan Teknis Lainnya.Sekretaris Badan mengatakan bahwa hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan BPPSDMP sampai dengan bulan Nopember 2016 masih belum optimal. 

 

Program Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian seperti; Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi, Kelembagaan Penyuluhan yang difasilitasi, Layanan Internal Organisasi dan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani, belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 

Program Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian, Revitalisasi Pendidikan Pertanian dan Pendidikan Menengah Pertanian juga tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 

 

Sementara itu, terkait dengan kegiatan Dana Dekosentrasi BPPSDMP, Sekretaris Badan mengharapkan perlunya advokasi dengan membantu secara langsung baik teknis maupun administrasi ke Satker Dekosentrasi yang belum optimal dalam melaksanakan kegiatan. 

 

Kegiatan Pertemuan Konsolidasi Monitoring dan Evaluasi dihadiri peserta sebanyak 175 orang terdiri atas Lingkup Pusat BPPSDMP, UPT Lingkup BPPSDMP dan Satker Dekosentrasi. Kegiatan ini diselenggarakan selama 3 hari 24-26 Nopember 2016.

 

 

 

Penas Ke-XV Untuk Memantapkan Kelembagaan Penyuluhan

 

Swadayaonline.com - Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan merupakan metode penyuluhan akbar yang digagas oleh tokoh petani nelayan sejak tahun 1971. Perayaan Penas XV tahun ini akan dilaksanakan tanggal 6-11 Mei 2017 di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Desa Lhong Raya, Banda Raya, Kota Banda Aceh. Penas XV yang bertema “Melaalui Penas Petani-Nelayan XV 2017 kita Mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia”.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana mengatakan tujuan dan sasaran penas untuk meningkatkan motivasi dan kegairahan petani-nelayan dan hutan serta masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling mennguntungkan dan momentum dalam penyampaian pesan gerakan modernisasi pembangunan pertanian di Indonesia serta menjadikan Indonesia sebagai pusat pangan dunia.

Tema kelembagaan yang diangkat, guna memantapkan kelembagaan petani dalam penyelenggaran penyuluhan. Dalam UU No. 23 untuk merampingkan kelembagaan dan birokrasi yang ada di daerah atau kelembagaan struktural yang ada di masing-masing daerah berbeda-beda, kini menjadi isu besar bagi penyuluhan pertanian yang berada di Kabupaten dan Kecamatan.

Pada UU tersebut menata tentang kelembagaan penyuluh perikanan yang ditarik ke pusat, penyuluh kehutanan ditarik ke Provinsi. Namun menurut SK Mentan 5 Januari 2015 yang lalu, sejak UU No. 23 diundangkan bahwa penyelengarakan penyuluhan masih berpegang pada UU No.16. “Prinsipnya sekarang yang ditata adalah penyelenggaraan pemerintahan, penyuluhan adalah sub bidang urusan dibidang pertanian sedangkan pertanian bidang urusan yang sifanya pilihan yang ada di daerah.

Dalam UU tersebut ada yang “tidak disebut”. Sehingga Kementan mengambil antisipasi dengan menggunaan pasal 15 ayat 2 dan 4 bahwa penyelenggaran pemerintahan yang belum tercantum dalam lampiran maka bisa dibentuk penyelenggaraan sendiri melalui Perpres, dan Mentan sudah mengajukan bentuk kelembagaan dan kewenangan tersebut, tapi sampai sekarang Kemendagri belum memproses,” tegas Pending.

Ketua Kontak Tani-Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno mengatakan peserta yang akan hadir sekitar 35 ribu orang yang akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan 9 Menteri yang terkait dengan pertanian, perikanan dan kehutanan yang akan melakukan temu wicara. “Acara tersebut sebagai ajang temu usaha, pengembangan teknologi serta menunjukkan kualitas agribisnis masing-masing daerah,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pronvinsi Aceh, Zulkifli Hs, MM mengatakan Pemda Aceh telah menyiapkan segala sesuatunya untuk mensukseskan Penas XV.

“Selain hotel-hotel, juga disiapkan rumah-rumah penduduk 16 Kecamatan untuk menampung tamu yang hadir. Hotel di Aceh tidak seperti di daerah lain yang berbintang, namun segi pelayanan yang baik menjadi tujuan utama. Transportasi dan infrastruktur juga juga sudah dibenahi, sehingga tamu yang hadir bisa nyaman,” tegasnya. SY

Sumber 

 

Wirausaha Muda Pertanian

 

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) telah mendorong mahasiswa menjadi wirausahawan muda pertanian. "Tahun ini kita telah melaksanakan program kegiatan penumbuhan wirausahawan muda pertanian (PWMP), tujuannya mendorong mahasiswa menjadi wirausahawan di bidang pertanian," kata Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Gunawan Yulianto.

Gunawan mengatakan, pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan salah satunya menurunnya minat para pemuda untuk bekerja pada sektor pertanian. Kondisi tersebut dimungkinkan karena kesan pemuda yang salah terhadap pekerjaan sektor tersebut.

"Mereka mengesankan bekerja di pertanian harus ke sawah bergelut dengan lumpur, tradisional, berada di pedesaan dan terbelakang," katanya disela-sela kegiatan monitoring dan evaluasi program penumbuhan wirausahawan muda pertanian (PWMP) di Yogyakarta (4/10/16).

Selain itu, lanjut dia, kenyataan bahwa sebagian besar lulusan perguruan tinggi penyelenggaraan pendidikan cenderung lebih sebagai pencari kerja (jobseeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (jobcreator).Menurutnya, dimungkinkan karena sistem pembelajaran yang diterapkan saat ini masih terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapat pekerjaan. "Sudah saatnya dunia pendidikan mendorong lahirnya lulusan yang siap menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.

Kenyataan saat ini, lanjut dia, sarjana pertanian yang bekerja di sektor pertanian semakin sedikit, mereka cenderung memilih bekerja di luar sektor pertanian.Hal ini, jika tidak ada penanganan dalam jangka panjang secara gradual berdampak menurunnya jumlah tenaga kerja terdidik yang bekerja di sektor pertanian, dan pada akhirnya terjadi kelangkaan tenaga terdidik pada sektor pertanian."Perlu terobosan untuk memperkuat sumber daya manusia pertanian, fakta-fakta tersebut harus segera dihentikan," katanya.Lebih lanjut ia mengatakan, strategi untuk memperkuat sumber daya manusia pertanian, dengan mengubah kesan kepada pemuda bahwa sektor pertanian bukan hanya budidaya tanaman di sawah melainkan usaha agribisnis dari subsistem hulu sampai hilir yang justru memberikan peluang kerja dan peluang usaha yang sangat luas."Strategi lain menumbuhkembangkan jiwa kewirausahawan dan meningkatkan aktivitas kewirausahawan agar lulusan perguruan tinggi pertanian lebih menjadi pencipta lapangan kerja," katanya.

Ia mengatakan, melalui kegiatan PWMP mahasiswa akan bertindak sebagai wirausahawan muda pertanian (agripreneur). Setelah menjadi tenaga terdidik pertanian diharapkan akan menjadi pengusaha pertanian, sekaligus menjadi penggerak dan pencipta lapangan kerja di sektor pertanian.

"Program PWMP ini terbagi dalam tiga tahapan, mulai dari tahap pertama penyadaran dan penumbuhan, pemandirian, dan pengembangan. Masing-masing tahapan dilaksanakan satu tahun," katanya.Program PWMP ini melibatkan tujuh perguruan tinggi mitra yaitu IPB, UGM, Universitas Padjajaran, Universitas Lampung, Universitas Syahkuala (Aceh), Universitas Hasanuddin dan Universitas Brawijaya. dan sembilan sekolah tinggi penyuluhan pertanian yang ada di bawah koordinasi Kementerian Pertanian.“Ada sekitar 500 kelompok wirausahawan muda pertanian yang sudah terbentuk, masing-masing kelompok terdiri dari tiga sampai lima orang. Setiap kelompok telah diberikan suntikan dana sebesar Rp 30 s.d 35 juta untuk menjalankan bisnisnya,”

Pemanfaatan Cyber Extension Sebagai Sarana Publikasi

Diklat penulisan

 

Saat ini menulis menjadi sesuatu yang penting, keterampilan menulis harus dimiliki oleh setiap orang. Menulis adalah salah satu bentuk komunikasi bahasa verbal untuk menyampaikan gagasan atau ide kepada orang lain. Bagi sebagian orang, menulis itu hanya sekedar hobi. Namun sebagiannya lagi, aktivitas menulis sudah menjadi sebuah profesi. Bahkan menjadi sumber penghasilan. Baik penghasilan sampingan maupun sebagai pendapatan utama.


Penyuluh Pertanian memegang peran strategis terhadap keberhasilan pembangunan pertanian. Hal ini terjadi karena penyuluh berhubungan langsung dengan petani/kelompok tani maupun masyarakat luas. Untuk mendukung penyelenggaraan penyuluhan pertanian agar berjalan efektif dan efisien maka perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi penyuluh pertanian.

 

Dalam meningkatkan kemampuan sikap

dan keterampilan penyuluh pertanian dalam merencanakan dan menyebarkan informasi pertanian baik melalui media cetak maupun media online (daring)maka Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi-Bogor menyelenggarakan Diklat Penulisan Ilmiah Populer bagi Penyuluh Angkatan III dan IV pada tanggal 19-25 Oktober 2016. Peserta berjumlah 60 orang yang terdiri dari Kabupaten Klaten, Temanggung, Sukoharjo dan Magelang.

Sebagai salah satu rangkaian kegiatan Diklat, peserta melakukan kunjungan ke Pusat Penyuluhan Pertanian pada tanggal 24 Oktober 2016. Peserta di terima oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan dan Kepala Seksi Materi dan Informasi, Pusat Penyuluhan Pertanian. Dalam kunjungan dipaparkan mengenai keberadaan dan pemanfaatan Cyber Extension. Cyber Extension merupakan sarana publikasi yang dapat dimanfaatkan oleh penyuluh pertanian baik di tingkat Kecamatan/Kabupaten/Provinsi.Saat ini kecepatan dan ketepatan penyampaian informasi memegang peranan penting dalam publikasi pertanian. Kebutuhan akan informasi saat ini tidak terbatas ruang dan waktu, tantangan besar bagi penyuluh untuk dapat memenuhi kebutuhan informasi ini. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta diklat dapat memahami dan meningkatkan kemampuan serta minat menulis khususnya di Cyber Extension sehingga seluruh kebijakan maupun kegiatan pertanian khususnya penyuluhan pertanian dapat terpublikasi kepada petani/kelompok tani/stakeholder maupun masyarakat luas. (Nurlaily).

koordinasi penyuluh

Peran strategis sektor pertanian dapat terlihat dalam kontribusi nyata bagi 237 juta penduduk Indonesia dalam penyediaan bahan baku industri, peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), penghasil devisa negara melalui ekspor, penyedia lapangan kerja dan peningkatan ekonomi nasional.

Salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian adalah penyelenggaraan penyuluhan pertanian, dimana diperlukan adanya keterpaduan dan integrasi sistem penyuluhan dari berbagai instansi dan kelembagaan terkait dengan program dari pusat. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memberdayakan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian dalam meningkatkan produksi, pendapatan dan kesejahteraanya.

Belum adanya kesamaan persepsi dalam memandang pentingya kelembagaan penyuluhan juga menjadi salah satu faktor penghambat pembangunan pertanian di daerah. Oleh karena itu maka Pusat Penyuluh Pertanian, BPPSDMP menyelenggarak

an Koordinasi Penyuluhan Tingkat Nasional yang melibatkan 34 Kepala Kelembagaan Penyuluhan Tingkat Provinsi, 34 orang Pejabat Pembuat Komitmen Dana Dekonsentrasi, Kepala UPT Lingkup BPPSDMP dan Perwakilan Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN).

  Koordinasi Penyuluhan Tingkat Nasional dilaksanakan pada tanggal 26-28 Oktober 2016 di Primebiz Kuta Hotel, Badung, Bali. Hadir dalam Pembukaan Koordinasi Penyuluhan Tingkat Nasional, Kepala BPPSDMP didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali dan Kepala Pusat Penyuluhan, BPPSDMP.

Dalam sambutannya, Kepala BPPSDMP menyatakan bahwa diperlukan adanya pemahaman yang sama dalam menentukan strategi arah kebijakan dan sasaran penguatan kapasitas kelembagaan, ketenagaan dan penyelenggaraan penyuluhan. Selain itu program dan kebijakan penyuluhan hendaknya diimplementasikan secara efektif, efisien dan akuntabel oleh seluruh elemen terkait. (nurlaily)

 

 

Tim Japan International Cooperation Agency (JICA) melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Medan, Rabu lalu, atas permintaan Ketua STPP Medan Dr. Drs. Susanto M.Si.

 

Tim JICA yang dipimpin Mr Makoto Shido beserta Masatoshi Takeuchi sebagai Assistan Manager Industrial Affairs Division Hokota City Office didampingi Ir Marco Panggabean M.Si  (mewakili orangtua siswa) bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara Ir Tony Simangunsong dan Otniel Tambunan.

Ketua STPP Medan DR Drs Susanto MSi dalam sambutannya menjelaskan, kampus STPP Medan dengan areal 22 hektare adalah Sekolah Tinggi Kedinasan yang dikelola Kementerian Pertanian RI yang memiliki visi : Terwujudnya program studi yang terpercaya dalam menghasilkan tenaga fungsional penyuluhan pertanian untuk mencapai kualifikasi nasional pada tahun 2025.

 

STPP Medan dalam konteks pengembangan SDM Pertanian mempunyai 3 peranan penting yaitu mendorong dan menggerakkan sumber daya manusia;mendorong dan menggerakkan pertanian secara sinergi melaksanakan program pembangunan pertanian.

Memiliki 2 program studi yaitu  Penyuluhan Perkebunan dan  Penyuluhan Pertanian, STTP Medan saat ini memiliki 369  mahasiswa yang berasal dari 8 Kabupaten yang ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan yang diperoleh berdasarkan seleksi ketat. Untuk tahun 2016 pelaksanaan seleksi diikuti  sekitar 800 orang.

STPP Medan dilengkapi  fasilitas  lengkap seperti Asrama, Laboratorium Ilmu Dasar, Laboratorium HPT dan Kultur Jaringan, Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian/Perkebunan, Laboratorium Produksi, Laboratorium Informatika, Laboratorium Bahasa dan Komputer, Unit Media Penyuluhan dan Laboratorium Lapangan Pertanian.

 

Susanto berharap,  kunjungan JICA kali ini dapat menjalin kerjasama di bidang teknologi pertanian sekaligus memotivasi para mahasiwa untuk menguasai teknologi pertanian modern.

Sedangkan  Mr. Shido Makoto dan Mr. Masatoshi Takeuchi menjelaskan,  kunjungan  JICA itu dalam rangka menjajaki kerjasama alih teknologi pertanian di Sumatera Utara sekaligus menjelaskan keberadaan teknologi pertanian di Hokota, Provinsi Ibaraki sebagai kota pertanian modern di Jepang.

Tim JICA, kata Mr. Shido Makoto mengharapkan pihak STPP dapat menuangkan rencana bentuk kerjasama dalam bentuk proposal. Pada pertemuan itu juga dilakukan diskusi dengan para mahasiswa yang terlihat sangat antusias memberikan pertanyaan ke Tim JICA.

Di akhir pertemuan, Ketua STPP memberikan plakat  kepada Tim JICA yang dilanjutkan berkeliling ke semua fasilitas penunjang dan laboratorium yang ada di STPP yang diarahkan para staf pengajar.

 

 

Kementerian Pertanian memberikan bantuan modal usaha dalam rangka Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Bantuan modal usaha diserahkan oleh Kepala BPPSDMP, Ir Pending Dadih Permana, M.Ec, Dev mewakili Menteri Pertanian RI di Universitas Hasanudin Makasar Sulsel pada hari Rabu tanggal 28 September 2016. Dalam kesempatan ini Kepala BPPSDMP menyampaikan pesan Menteri Pertanian  didepan sekitar 300 orang terdiri dari para mahasiswa/wi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STTP) dan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Mitra yang hadir.

Kegiatan PWMP dilaksanakan 4 tahap selama 3 tahun. Tahun pertama yaitu tahap penyadaran dan tahap penumbuhan, tahun kedua tahap pengembangan, dan terakhir tahun ketiga tahap pemandirian. Tahun ini merupakan tahun pionir dari kegiatan PWMP, sehingga peserta PWMP sebagai leader program regenerasi pertanian. Pemberian modal merupakan stimulan start up usaha. Besarnya modal usaha setiap kelompok peserta PWMP mahasiswa STTP dan siswa SMK-PP senilai Rp. 15.000.0000, sedangkan bagi alumni perguruan tinggi mitra Kementan memberikan  bantuan modal usaha maksimal senilai Rp. 35.000.0000 atau disesuaikan dengan usulan dan kelayakan business plan yang disusun. Modal usaha diberikan dalam bentuk uang ditransfer sekaligus secara langsung ke rekening kelompok peserta PWMP. Peserta PWMP sejumlah 1.654 orang tergabung dalam 500 kelompok (setiap kelompok 3-4 Peserta), berasal dari Mahasiswa non PNS STPP seluruh Indonesia (Medan, Bogor, Magelang, Malang, Gowa dan Manokwari), Alumni (Sarjana Pertanian) Perguruan Tinggi Mitra Kementerian Pertanian (Universitas Syiah Kuala-Aceh, Universitas Andalas-Padang, Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung,  Universitas Padjajaran-Bandung, Universitas Gajah Mada-Yogyakarta, Universitas Brawijaya-Malang dan Universitas Hasanudin-Makasar), dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian  dibawah Kementerian Pertanian (SMK-PP Sembawa, Banjarbaru dan Kupang). Pembimbing kegiatan PWNP berasal dari dosen STPP dan Perguruan Tinggi Mitra Kementerian Pertanian, dan Guru SMK-PP. Sedangkan sebagai Mentor adalah para mitra usaha pertanian.

Diharapkan dengan adanya bantuan modal usaha untuk PWMP ini akan menciptakan lebih banyak  pengusaha muda pertanian yang akan merubah image petani (Bayu)

HASIL SELEKSI ENGLISH LANGUAGE TRAINING FOR OFFICIALS (ELTO) PROGRAMME NEW ZEALAND 2016

Berdasarkan hasil seleksi calon peserta Program The English Language Training for Official di New Zealand lingkup Kementerian Pertanian, bersama ini kami sampaikan nama-nama calon peserta dari instansi Saudara yang telah lolos seleksi administrasi oleh Tim BPPSDMP yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2016.

Read more ...

Follow dan Like Page Facebook Resmi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Untuk mempermudah arus informasi mengenai penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian,

maka BPPSDMP membuat Page Facebook dengan akun " Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian "

Read more ...

Siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Saksikanlah siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan judul "PEMUDA DAN PETANI BERSAMA MENUJU SWASEMBADA PANGAN" pada hari senin tanggal 6 Juni 2016 pukul 13.33 WIB di TVRI Pusat.

Pengumuan Pemanggilan Peserta Diklat Orientasi Tahun 2016

Pengumuan Pemanggilan Peserta Diklat Orientasi tahun 2016, untuk undangan dapat di download disini (Klik Link Download)