Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XV 2017 yang merupakan wadah pertemuan berbagai kelompok petani, nelayan serta pemerintah bakal kembali digelar pada 6-11 Mei 2017 mendatang di kota Banda Aceh Provinsi Aceh.
Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XV 2017 yang merupakan wadah pertemuan berbagai kelompok petani, nelayan serta pemerintah bakal kembali digelar pada 6-11 Mei 2017 mendatang di kota Banda Aceh Provinsi Aceh.
Saatnya Anak Muda Bangga menjadi Petani
Saatnya Anak Muda Bangga menjadi Petani
BBPP Gowa: Pemkot Palopo Harus Latih SDM untuk Peternakan
BBPP Gowa: Pemkot Palopo Harus Latih SDM untuk Peternakan
Sekolah dan Balai Pertanian Harus Bisa Temukan Solusi Hambatan Petani
Sekolah dan Balai Pertanian Harus Bisa Temukan Solusi Hambatan Petani
Mentan Instruksikan Siswa Sekolah Pertanian Kembangkan Mesin Traktor
Mentan Instruksikan Siswa Sekolah Pertanian Kembangkan Mesin Traktor
Kementerian Pertanian Anugerahi Penghargaan Pelaku Pembangunan Pertanian
Kementerian Pertanian Anugerahi Penghargaan Pelaku Pembangunan Pertanian
Menumbuh Kembangkan Jiwa Agripreneur Melalui Lomba Karya Inovatif Siswa SMK-PP dan STPP Seluruh Indonesia
Menumbuh Kembangkan Jiwa Agripreneur Melalui Lomba Karya Inovatif Siswa SMK-PP dan STPP Seluruh Indonesia
Wisuda Lulusan Program Diploma IV STPP Bogor
Wisuda Lulusan Program Diploma IV STPP Bogor

Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XV 2017 yang merupakan wadah pertemuan berbagai kelompok petani, nelayan serta pemerintah bakal kembali digelar pada 6-11 Mei 2017 mendatang di kota Banda Aceh Provinsi Aceh.

 

 

Pekan Nasional yang juga berisi gelaran pameran agribisnis ini rencananya bakal dibuka langsung oleh Presiden Jokowi. Penas kali ini mengusung tema “Melalui PENAS Petani dan Nelayan XV 2017 kita mantapkan kelembagaan tani nelaya dan petani hutan sebagai mitra kerja pemerintah dalam rangka kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan menuju kesejahteraan petani nelayan Indonesia”. Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, yang diwakili oleha Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian pada rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan PENAS ini mengatakan, kegiatan ini merupakan forum pertemuan yang telah berlangsung sejak tahun 1971 serta menjadi bagian yang sangat strategis dalam upaya membangun kesepaham diantara berbagai stakeholder sektor pertanian maupun perikanan.

“Kegiatan ini adalah wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama antarapetani, nelayan, petani hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah”, ujarnya. Diharapkan, dari kegiatan PENAS XV 2017 ini, gairah sektor pertanian mampu semakin membangkitkan semangat menuju kemandirian, ketahanan serta kedaulatan pangan Indonesia. (Sumber Nusakini.com)

Saatnya Anak Muda Bangga menjadi Petani

Menurunnya jumlah petani, ditambah lesunya minat anak muda bergelut di sektor pertanian, membuat Indonesia yang dikenal sebagai negeri ijo royo-royo, terancam kehilangan mimpinya mewujudkan kedaulatan pangan di masa mendatang. Istilah ijo royo-royo, dahulu sangat akrab kita dengar, bahkan kerap disandingkan dengan suburnya tanah negeri ini. Tidak sampai di situ, hijaunya bumi Indonesia pada masa itu juga membawa manfaat bagi masyarakat luas, melalui aneka hasil tani yang melimpah ruah. Gambaran seperti ini, jika diaplikasikan pada masa sekarang, mungkin bakal sulit membayangkan seperti apa alam ijo royo-royo yang dimaksud. Karena sejauh ini, untuk seukuran negara agraris, justru masyarakat kita sering sekali dihadapkan pada persoalan yang menyangkut ‘perut’.

Bisa dikatakan, kendala seputar isu pangan mulai dari kelangkaan komoditas hingga soal harga bahan pangan yang membubung tinggi, sudah menjadi permasalahan yang ‘lumrah’ terjadi di kalangan masyarakat kita. Jika Anda telusuri akar dari permasalahan ini, sebenarnya ada banyak hal mendasarinya. Dan perlu difahami pula, permasalahan tidak semata-mata terjadi karena menurunnya kualitas agroekosistem, membanjirnya produk impor, stagnasi produksi saja, tetapi menurunnya jumlah petani hingga mandeknya regenerasi petani muda, juga belakangan menjadi masalah serius yang tengah dihadapi bangsa ini. Dalam acara peluncuran Pemilihan Duta Petani Muda 2016, yang diusung organisasi-organisasi di bawah naungan Agriprofocus Indonesia, seperti Oxfam, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Kuncup Padang Ilalang (KAIL), secara tegas mengajak anak muda untuk terjun ke dunia pertanian. “Berkurangnya jumlah petani akan berimplikasi pada menurunnya ketersediaan produk pangan dalam negeri,” jelas Dini Widiastuti, Direktur Program Keadilan Ekonomi Oxfam di Indonesia, dalam acara peluncuran Duta Petani Muda 2016 di Cikini belum lama ini.

Berdasarkan data BPS, dalam kurun 10 tahun (2003-2013), jumlah rumah tangga petani berkurang sebanyak 5 juta. “Angka ini cukup besar dan berimplikasi bagi keberlanjutan sektor pertanian Indonesia,” sambung Dini. Program Duta Petani Muda, yang pertama kali digelar pada 2014 silam, tengah menggalakan isu seputar regenerasi petani ke masyarakat luas. Hal ini guna menampik berbagai anggapan miring seputar pekerjaan petani, seperti anggapan pekerjaan petani kotor, miskin, tidak jelas pendapatannya dan sebagainya. Atas dasar itu pula, tak heran juga dari tahun ke tahun jumlah petani di Indonesia terus menyusut, dalam kurun waktu 2010-2014 berdasarkan data sensus pertanian saja, sudah ada sekitar tiga juta tenaga kerja yang rela keluar dari dunia pertanian.

Perkuat Sektor Pendidikan

Kepala Bidang Penyelenggaran Pendidikan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Siswoyo menuturkan perlu me-rebranding profesi petani di Indonesia. Dan cara terampuh ialah melalui jalur pendidikan. Upaya tersebut tergambar dari dilangsungkannya program Pertumbuhan Wirausaha Muda Pertanian pada tahun ini, yang diharapkan ke depan dapat memperbarui pandangan sekaligus minat anak muda atas bidang pertanian. Sejauh ini Kementan sudah mendapat 1.500 anak muda yang tertarik dalam bidang pertanian.

”Dalam tiga tahun, mereka kami kawal dan kami tidak sendiri, ada asosiasi di bidang pertanian di luar Kementan yang memperhatikan mereka juga. Yang terpenting saat ini, kita menumbuhkan minatnya dulu. Setelah itu kami didik, dan baru mereka bisa memulai bisnisnya,” jelas Siswoyo. Di luar program tersebut, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) milik Kementan, sejak 2000-an menggelar wisata pendidikan pertanian, khusus anak-anak sekolah dari TK hingga SMA yang ingin tahu seputar dunia pertanian. “Di hari-hari tertentu, di luar jam sekolah. Mereka sering datang ke sekolah-sekolah kami. Antusiasmenya tinggi, seperti yang saya lihat di STPP Malang dan Magelang sering sekali kedatangan anak-anak untuk belajar pertanian,” cerita Siswoyo. Petani adalah wajah bangsa, dan juga merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki bangsa ini. Siswoyo menekankan, untuk membangun generasi petani, dibutuhkan kerjasama semua pihak. “Kami sudah berupaya untuk memajukan bidang pertanian di kalangan anak muda. Kami harapkan, ke depan yang ada di kepala anak muda itu, petani bukan identik dengan kemiskinan. Tetapi petani itu orang mulia karena mereka dengan kemampuan sendiri, bisa menghidupi banyak orang,” pungkasnya.

Sementara Said menambahkan, berbagai faktor serta perspektif yang salah mengenai citra petani yang dekat kemiskinan, harus segera diubah. Dan ajang Duta Petani Muda 2016 ini menurutnya bisa menjadi solusi tersendiri bagi kemunduran di bidang pertanian Indonesia, terutama pada sisi regenerasi petani muda.“Padahal banyak juga anak muda yang berhasil di pertanian. Ajang pemilihan duta petani muda yang informasinya bisa diakses di www.dutapetanimuda.org ini, diharapkan menjadi terobosan untuk bisa mengangkat cerita-cerita positif yang dilakukan anak muda di seluruh Nusantara,” pungkasnya.

Sumber: http://www.koran-jakarta.com/saatnya-anak-muda-bangga-menjadi-petani/

 

BBPP Gowa: Pemkot Palopo Harus Latih SDM untuk Peternakan

 Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batang Kaluku Gowa menilai Kota Palopo belum bisa mengurusi UPTD Peternakan karena kekurangan tenaga ahli. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung UPTD di Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo. "Kota Palopo harus lebih melatih SDM yang ada, apalagi KotaPalopo mempunyai program untuk penyuplai ternak ayam se-Indonesia timur," ujar Pegawai BBPP Kaluku Gowa Rahmat kepada TribunPalopo.com, Senin (22/8/2016). Ia meminta Pemkot Palopo harus lebih serius menjalankan program ternaknya. Pemkot Palopo saat ini sedang menjalankan program KotaPalopo sebagai penyalur ternak ayam terbesar di Indonesia Timur.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2016/08/22/bbpp-gowa-sebut-pemkot-palopo-tak-becus-urus-uptd-peternakan

Sekolah dan Balai Pertanian Harus Bisa Temukan Solusi Hambatan Petani

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sasaran pembangunan pertanian ke depan adalah terwujudnya kedaulatan pangan dengan terpenuhinya produksi komoditas pertanian dalam negeri. Hal ini dapat terjadi dengan adanya sinergitas pemangku kepentingan dan juga inovasi dan solusi teknologi untuk mengatasi masalah di bidang pertanian. "Birokrasi kita terlalu berbelit-belit, padahal kami sudah cabut beberapa regulasi yang menghambat pengembangan teknologi, jadi kami minta semua ide-ide dari bawah ada varietas unggul, ada pompa menggunakan gravitasi, ada pompa dengan tenaga surya, bermacam-macam kreativitas dilapangan kami harus hargai," jelas Mentan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selasa (16/8/2016).

Mentan menegaskan, pihaknya mengharapkan para penyuluh, balai, hingga sekolah pertanian dapat menemukan solusi yang selama ini menjadi hambatan petani di lapangan. "Bagi sekolah pertanian kami harapkan mereka menemukan sesuatu yang menjadi hambatan petani selama ini dan bilamana menemukan pemerintah memberikan royalty," tambahnya. Mentan menegaskan, jika solusi dan inovasi dalam bidang pertanian dihasilkan dari anak bangsa maka akan lebih baik dan sesuai dengan kondisi pertanian Indonesia.

"Kalau itu dilakukan anak bangsa sendiri itu jauh lebih baik, karena sesuai dengan kondisi lapangan, dia menemukan sesuatu sesuai dengan kondisi pertanian di Indonesia kami beri penghargaan kepada mereka," tegas Mentan. Terkait menurunnya angka petani di Indonesia, Mentan menjelaskan proses regenerasi sedang berjalan, dengab melibatkan sekolah pertanian, balai pertanian. "Untuk regenerasi petani pasti akan kembali, jangan lihat yang tua kan banyak juga yang masih muda, penyuluh harus aktif, kreatif di lapangan karena mereka yang paling tahu kondisi lapangan dan solusinya, mereka yang paling tahu," pungkasnya.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/08/17/075900226/Sekolah.dan.Balai.Pertanian.Harus.Bisa.Temukan.Solusi.Hambatan.Petani

Mentan Instruksikan Siswa Sekolah Pertanian Kembangkan Mesin Traktor

 

 

 

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menginstruksikan pengelola sekolah pertanian di bawah kendali Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian untuk mendorong siswanya mengembangkan mesin traktor dalam kegiatan praktikum sehingga dapat mendukung penyediaan alat mesin pertanian (Alsintan) buatan dalam negeri. "Pemerintah berharap sekolah pertanian memprioritaskan 70 persen kegiatan praktikum, saya minta guru-guru mengajari siswanya bagaiman membuat mesin traktor pertanian. Kalau perlu suruh mereka bongkar traktor dan pasang lagi agar tahu bagaimana mengembangkannya. Saya tunggu hasilnya tahun depan," kata Mentan Amran Sulaiman di Jakarta pada Selasa (16/8).

Harapan tersebut disampaikan Mentan pada penyerahan penghargaan tingkat nasional kepada 171 pelaku pembangunan pertanian dari 33 provinsi di seluruh Indonesia dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 pada 17 Agustus 2016. Tampak hadir Kepala BPPSDMP Pending Dadih Permana, Sekretaris BPPSDMP Momon Rusmono dan para kepala sekolah pertanian Kementan dari seluruh Indonesia. Menurutnya, siswa sekolah pertanian harus mampu mengembangkan teknologi pertanian siap pakai sehingga dapat menepis tudingan bahwa bekerja sebagai petani tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan kurang terhormat ketimbang menjadi pegawai atau pedagang. 

"Siswa sekolah pertanian harus mampu menjadi inovator dan guru sebagai motivator sehingga dapat mengantisipasi penurunan minat generasi muda bekerja di bidang pertanian dengan adanya mekanisasi pertanian," kata Mentan. Amran Sulaiman mengajak generasi muda meniru petani Jepang yang bangga dengan profesinya, dan mekanisasi pertanian adalah sarana untuk meningkatkan produksi namun yang paling penting adalah menumbuhkan minat para pemuda untuk menjadi petani. 

Sebagai informasi, pemerintah Jepang mendorong generasi muda untuk menekuni profesi sebagai petani yang didukung berbagai fasilitas dan kemudahan, tujuan utamanya mencegah konversi lahan pertanian. Pasalnya, apabila para pemuda suka bertani maka orang tua mereka sebagai pemilik tanah akan enggan menjual tanahnya karena anak-anak mereka mempertahankan tanah warisan untuk dikembangkan sebagai sumber penghidupan. "Saya tidak ingin pertanian dibilang kuno dan kumal. Saya akan lihat hasilnya.... saya akan kunjungi sekolah pertanian apabila saya kunjungan kerja ke daerah," kata Mentan.

 

Sumber: http://berita2bahasa.com/berita/01/036178-mentan-instruksikan-siswa-sekolah-pertanian-kembangkan-mesin-traktor

Kementerian Pertanian Anugerahi Penghargaan Pelaku Pembangunan Pertanian

 

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Penganembangan SDM Pertanian memberikan penghargaan kepada 166 pelaku pembangunan pertanian yang telah berdedikasi. Mereka dinilai menunjukkan kinerja baik dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan nasional, khususnya padi, jagung, dan kedelai, serta terus mengembangkan usaha agribisnis yang berdaya saing. Para penerima penghargaan ini terdiri dari Penyuluh Pertanian Teladan, Petani Berprestasi, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berprestasi, Balai Penyuluhan Kecamatan Berprestasi, dan pemenangan Lomba Karya Ilmiah Bagi Penyuluh Pertanian.

Selain itu, Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Berprestasi, Widyaiswara Berprestasi, Guru SMK Pertanian Pembangunan dan Dosen Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Berprestasi, serta pemenang Penulisan Pengembangan Karya Ilmiah bagi Guru SMK Pertanian Pembangunan dan Doses STPP. Menteri Pertanian Amran Sulaeman mengatakan pemberian pemhargaan ini sebagai ungkapan apresiasi terhadap petani dan gapoktan yang telah berhasil membuat program-program yang digulirkan kementerian yang dipimpinnya mencapai target.

Karenanya, mentan berharap petani berprestasi ini agar terus dibina, dan bagi gapoktan berprestasi didorong untuk membentuk kelembaan ekonomi petani, yang selanjutkan ditingkatkan menjadi Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dalam bentuk Koperasi Tani atau perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh petani. “Dengan terbentuknya kelembagaan ekonomi petani di perdesaan yang solid, diharapkan pembangunan pertanian di perdesaan akan semakin berkembang dan maju, yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat perdesaan,” tegasnya. Mentan berharap kepada para penerima Penghargaan Tahun 2016 dengan berbagai kategori itu dapat terus meningkatkan serta menularkan prestasi dan kinerja yang telah dicapainya kepada para pelakua pembangunan pertanian lainnya di daerah masing-masing.

Sumber: http://possore.com/2016/08/16/kementerian-pertanian-anugerahi-penghargaan-pelaku-pembangunan-pertanian/

Menumbuh Kembangkan Jiwa Agripreneur Melalui Lomba Karya Inovatif Siswa SMK-PP dan STPP Seluruh Indonesia

Sebagai agenda tahunan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian  melalui Pusat Pendidikan Pertanian menyelenggarakan Lomba Karya Inovatif untuk Siswa SMK-PP dan STPP seluruh Indonesia dan bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas siswa dan para guru pendamping dan menumbuhkan jiwa agriprenur di kalangan siswa didik.

Dalam laporan penyelenggaraan, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Gunawan Yulianto mengatakan bahwa Lomba diadakan sebagai salah satu upaya rebranding  sektor pertanian/ agriprenuer sebagai profesi pekerjaan yang inovatif, mulia dan bermartabat, gambaran petani yang selama ini dianggap sebagai pekerjaan yang kurang inovatif dan bernilai kurang menjanjikan diharapkan dapat berubah dan diharapkan melalui lomba ini minat generasi muda pada bidang pertanian akan meningkat.

Sebanyak 41 karya tulis hasil karya SMK-PP dan 24 karya tulis dari STPP telah di presentasikan pada 15 Agustus 2016 di hadapan dewan juri yang berasal dari Badan Litbang Kementerian Pertanian , secara garis besar dewan juri menilai penelitian yang dihasilkan oleh siswa siswa ini berasal dari pengamatan hal-hal yang sederhana di sekelilingnya, menarik dan dapat di tindak lanjuti sebagai bahan penelitian lebih lanjut agar dapat diterapkan secara luas.

Pada arahannya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Pending Dadih Permana mengatakan “ Pendidikan adalah investasi yang perlu dilakukan oleh setiap negara dan karena negara kita adalah negara agraris, dibutuhkan SDM yang mampu dan kompeten untuk mengolah Sumber Daya Alam yang ada”. Kalau tidak dipersiapkan sejak saat ini, maka kita akan kehilangan satu generasi penyelenggara  pembangunan pertanian kedepan, untuk itu perlu dilakukan upaya meningkatkan minat generasi muda pada bidang pertanian.

“Selamat kepada para pemenang, lomba karya inovatif,jadikan ini sebagai awal langkah kedepan mengembangkan penelitian dengan hasil yang dapat diterapkan secara umum, penghargaan pemenang jangan hanya menjadi hiasan kebanggaan yang di pajang di dinding, tapi ditindak lanjuti menjadi karya yang lebih besar lagi, tutup Kepala Badan.

 

Adapun daftar pemenang pada Lomba Karya Inovatif adalah sebagai berikut :

Kategori Siswa SMK-PP

No. SMK-PP Nama Siswa Judul Karya Juara
1. SMK-PP TlogoSari, Bondowoso Malika Noka Tilfi, Mshofan Arifandi Pemanfaatan Air Rendaman Abu Klaras (Daun Pisang Kering) Dan Blarak (Daun Kelapa Kering) Sebagai Bahan Pengeyal Dalam Pembuataan Bakso Yang Aman Bagi Kesehatan I
2. SMK-PP Tegalampel Bondowoso Siti Nur Arita Teknik Pembuatan Air Alkali Dengan Menggunakan Limbah Botol Plastik Serta Pengaruhnya Terhadap Pengujian Vialbilitas Benih Kacang Merah (Vigna Angularis.L) Dan Penerapannya Pada Dunia Bisnis II
3. SMK-PP Saree, Aceh Akmal Fajri, Fachru Razi dan Reza Firdaus Pengaruh Dosis Ekstrak Biji Pinang Dan Ekstrak Tandan Pisang Sebagai Perekat Nabati Terhadap Mortalitas Hama Keong Mas III
4. SMK-PP Pleihari, Kalsel Fatimah Meitias Safitri Pengaruh Perendaman Daun Ketapang (Terminalia Catappal) Terhadap Limbah Cair Laundry IV
5. SMK-PP Tegal Ampel Bondowoso Muhammad Riski, Achmad Muzzani Alat Perangkap Walang Sangit Sederhana Untuk Tanaman Padi V
6. SMK-PP DKI Humairoh, Ulfayusri Yana Bibit Hasil Dan Wiwilan Tunas Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum Syn Lycopersicum Escelentum) VI

Kategori Siswa STPP

No. STPP Nama Mahasiswa Judul Karya Juara
1. STPP Medan Lili Suryani Manurungi, Misiyem, Muhammad Indra Kurniawan Pemanfaatan Buah Mengkudu (Morinda Citrofilia) Sebagai Pengusir Nyamuk I
2. STPP Malang Yuni Eka Puspitasari, Niko Demus Usfinit, Rahmat Suhaji Optimalisasi Kuantitas Dan Kualitas Semen Ayam Buras Melalui Penampungan Menggunakan Metode Betina Pemancing II
3. STPP Magelang Agung Cahya Budi, Abim Amrullah Dwi Saputra, Fabiana Mentari Putri Wijaya Upaya Meningkatkan Produktivitas Itik Magelang Petelur (Anas Domesticus) Afkir Menggunakan Ekstrak Hipofisa Katak III
4. STPP Gowa Muh Akbar Fitrah, Rahma B, St Ukhwah Inda Muflichan Test Kit Pendeteksi Kebuntingan Pada Ternak Sapi Di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan IV
5. STPP Magelang Humairy Instalasi Biogas Menggunakan Digester Plastik Polyethilene V
6. STPP Magelang Fitria Isnayanti, Sariwati Studi Bakteri Tempe Jelly Betajel Pada Fermentasi Lanjutan  

Wisuda Lulusan Program Diploma IV STPP Bogor

 

 

 

STPP Bogor menyelenggarakan sidang senat terbuka (Wisuda) untuk penganugerahan ijasah bagi 66 lulusan dengan gelar Sarjana Sains Terapan (SST). Wisuda mengambil Tema “Menghasilkan Sumber Daya Manusia Profesional Untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani” dan di adakan pada 10 Agustus 2016 bertempat di Aula STPP Bogor, dihadiri Pemindahan kuncir sebagai tanda kelulusan dilakukan oleh Kepala Badan PPSDM Pertanian Pending Dadih Permana.

Wisuda mahasiswa ke-13 tahun 2016 STPP Bogor berasal dari PNS dan juga mahasiswa beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang mendapatkan tugas belajar di STPP Bogor. Namun mulai tahun 2014 dan sesuai tuntutan masyarakat, maka STPP Bogor juga seperti STPP lainnya telah menerima mahasiswa yang berasal dari masyarakat umum melaui pola jalur undangan untuk siswa yang berprestasi, anak petani yang berprestasi dan melalui jalur ujian (test).

Dalam sambutannya Kepala Badan menyampaikan “Hari ini kita menyaksikan untuk kesekian kali nya dihasilkan kader kader pembangunan pertanian, selamat kepada para wisudawan, kami berharap ini merupakan langkah awal dalam proses pengabdian dan penerapan ilmu yang didapat selama proses belajar sebagai kontribusi nyata pada pembangunan pertanian .

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Chaeron yang memberikan Orasi Ilmiah. Pada orasinya Herman Chaeron menyoroti pentingnya peran penyuluh dalam pembangunan pertanian, “Kedepan penyuluh harus mampu menguasai bidang kerjanya dari hulu sampai ke hilir, bagaimana merebut pasar yang selama ini di kuasai oleh tengkulak dan memperbaiki kesejahteraan petani.

HASIL SELEKSI ENGLISH LANGUAGE TRAINING FOR OFFICIALS (ELTO) PROGRAMME NEW ZEALAND 2016

Berdasarkan hasil seleksi calon peserta Program The English Language Training for Official di New Zealand lingkup Kementerian Pertanian, bersama ini kami sampaikan nama-nama calon peserta dari instansi Saudara yang telah lolos seleksi administrasi oleh Tim BPPSDMP yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2016.

Read more ...

Follow dan Like Page Facebook Resmi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Untuk mempermudah arus informasi mengenai penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian,

maka BPPSDMP membuat Page Facebook dengan akun " Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian "

Read more ...

Siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Saksikanlah siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan judul "PEMUDA DAN PETANI BERSAMA MENUJU SWASEMBADA PANGAN" pada hari senin tanggal 6 Juni 2016 pukul 13.33 WIB di TVRI Pusat.