Konsolidasi Persiapan PENAS XV-Aceh-2017
Konsolidasi Persiapan PENAS XV-Aceh-2017
Bidang SDM Kementan Tahun 2017, Fokus pada Dua Program Aksi
Bidang SDM Kementan Tahun 2017, Fokus pada Dua Program Aksi
Selamat Natal dan Tahun Baru 2017
Selamat Natal dan Tahun Baru 2017
Kepala Badan PPSDMP Kementan Melantik Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas Lingkup BPPSDMP
Kepala Badan PPSDMP Kementan Melantik Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas Lingkup BPPSDMP
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN LAKSANAKAN  WORKSHOP SUSTAINBILITY ASSESSMENT OF AGRIBUSINESS ENTERPRISES
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN LAKSANAKAN WORKSHOP SUSTAINBILITY ASSESSMENT OF AGRIBUSINESS ENTERPRISES
Pertemuan Konsolidasi Monitoring dan Evaluasi Tahun 2016
Pertemuan Konsolidasi Monitoring dan Evaluasi Tahun 2016
Penas Ke-XV Untuk Memantapkan Kelembagaan Penyuluhan
Penas Ke-XV Untuk Memantapkan Kelembagaan Penyuluhan
Wirausaha Muda Pertanian
Wirausaha Muda Pertanian

Konsolidasi Persiapan PENAS XV-Aceh-2017

 

 

Pilar-Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian terus melakukan rapat konsolidasi  dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional  dalam rangka persiapan PENAS XV-2017 di Aceh bulan Mei 2017. Menurut Kepala BPPSDMP, Pending Dadih Permana konsolidasi dilakukan  terutama yang terkait dengan penyiapan instrumen program dan kegiatan yang ada di lingkup Kementerian Pertanian sehingga adanya harmonisasi dengan masing-masing penanggunag jawab bidang kegiatan.

 

Dia mengharapakan sinkronisasi  lokasi dan penjadwalan  kegiatan selama PENAS XV berlangsung dari tanggal 6 - 11 Mei 2016 dapat terlaksana dengan baik, sehingga mampu memberikan makna PENAS XV sesuai tema :”Melalui PENAS Petani Nelayan XV 2017 Kita Mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan Sebagai Mitra Kerja Pemerintah Dalam Rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia”.

 

Sementara itu, Ketua KTNA Winarno Tohir, sebagai Ketua PENAS XV-2017  mengatakan bahwa persiapan PENAS XV di Aceh sudah  85 persen. Soal anggaran dan masalah penghargaan dari presiden, juga sudah dibahas. Saat ini kondisi di lapangan  terus bergerak terutama  untuk gelar teknologi pertanian, jelasnya.

 

Penghargaan yang akan diberikan oleh  Presiden ada dua yaitu Satya Lencana Wirakarya dan Satya Lencana Pembangunan. Dari KTNA akan memberikan 4 kategori penghargaan yaitu Lencana Emas Adhibakti Tani Nelayan Pratama, Madya Utama dan Maha Utama.

 

Sedangkan penanaman tanaman pada gelar teknologi akan  diperhitungkan mundur menuju hari H,  agar bisa dipanen saat pembukaan Penas. Kegiatan lainnya harus sesuai rencana dengan penanggung jawab kegiatan baik dari KTNA maupun dari esselon 1 lingkup Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

 

Bidang SDM Kementan Tahun 2017, Fokus pada Dua Program Aksi

 

 

Untuk percepatan swasembada pangan pada tahun 2017, bidang sumber daya manusia (SDM) Kementerian Pertanian fokus pada dua program aksi, yakni Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu dan Gerakan Regenerasi Petani. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Badan PPSDM Pertanian) Pending Dadih Permana pada Rapat Kerja Pembangunan Pertanian Tahun 2017 di Jakarta (5/1). Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) jelas Dadih adalah tindaklanjut program aksi tahun lalu dan tahun ini titik beratnya tetap pada Balai Penyuluhan Pertanian. “Dengan demikian, Dosen, Widyaiswara dan Penyuluh tetap harus melakukan pengawalan dan pendampingan.  Dosen dan widyaiswara sebagaiLiaisonOfficer (LO)GPPT pada wilayah kerja yang telah ditetapkan,” tambahnya. Pasca diterbitkannya UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Dadih menjelaskan sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian fokus pada perberdayaan Balai Penyuluhan Pertanian sebagai basis operasional para penyuluh serta sumber data, informasi dan sumber teknologi bagi pelaku utama dan pelaku usaha.

 

Sedangkan sistem penyelenggaraan pelatihan difokuskan pada peningkatan pelayanan pelatihan kepada aparatur pertanian termasuk penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha, serta sertifikasi profesi dan kelembagaan Diklat. Untuk penyelenggaraan pendidikan pertanian, fokus pada rekruitmen siswa dan mahasiswa dengan pendekatan beasiswa, serta penumbuhan wirausaha muda pertanian dalam rangka regenerasi pertanian.

Keroyokan Cari Bibit-bibit Petani Muda

Program aksi regenerasi petani dan SDM pertanian terang Dadih adalah mencari bibit bibit petani muda yang tidak hanya menguasai teknologi pertanian namun juga memiliki kompetensi di bidang informasi pertanian.

“Salah satu titik lemah pertanian kita adalah sulitnya mempertahankan kualitas produksi dan memasarkan produk-produk hingga keluar negeri. Disisi lian, lahan pertanian semakin berkurang, dan petani pun semakin berkurang,” tambahnya. Untuk itu, Gerakan Regenerasi Petani/SDM Pertanian ini harus  dikerjakan dengan fokus agar progam aksi ini betul-betul dapat melahirkan petani muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga pertanian menjadi profesi bagi para petani.

Guna percepatan penumbuhan petani muda, maka Badan PPSDMP mengambil langkah konkrit untuk semua unit kerja lingkup Badan PPSDMP untuk bahu membahu menghasilkan petani muda yang mau bergerak/berusahatani mulai dari hulu hingga hilir. Pertama, khusus untuk Penyuluhan Pertanian, diminta setiap penyuluh dapat melahirkan minimal 5 orang petani muda yang dibimbing secara intensif di Balai Penyuluhan Pertanian. Kedua, Bagi Pelatihan Pertanian, kembali menghidupkan peluang-peluang kerjasama seperti magang,studybanding atau kegiatan lain yang mampu mendorong generasi muda peduli terhadap pertanian dan meningkat kompetensinya.

Ketiga, bagi Pendidikan Pertanian, selain dukungan beasiswa terhadap peminat pendidikan pertanian, juga untuk diteruskan keberlanjutan Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian, serta mencari alternatif baru guna mendorong percepatan tumbuhnya generasi petani baru;

Pesan untuk Penyuluh

Secara khusus, dalam rapat kerja pembangunan pertanian ini Dadih menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan dari masing-masing unit kerja lingkup Badan PPSDMP, khusunya  Bagi Penyuluhan  Pertanian agar:  pertama, Sistem Penyuluhan Pertanian harus tetap berjalan, meskipun pada saat ini masih terjadi transisi kelembagaan di Provinsi dan Kabupaten/Kota, namun fungsi penyuluhan sudah terakomodasi dalam urusan bidang pertanian;

Kedua, kelembagaan penyuluhan kecamatan (Balai Penyuluhan Pertanian) harus diperkuat dan tidak dialihfungsikan atau merombaknya, dikarenakan sebagai basis operasional para penyuluh dan sumber data, informasi serta teknologi bagi pelaku utama dan pelaku usaha, sebagaimana diamanatkan dalam Surat Menteri Pertanian tanggal 21 Desember 2016, Nomor 186/HK.110/M/12/2016.

Ketiga, terbatasnya sumberdaya penyuluh, maka penggunaancyber extensiondapat dioptimalkan dalam penyebaran informasi pertanian sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan tenaga penyuluh. Penyuluh swadaya dan swasta juga harus dioptimalkan.

Ketiga, untuk mendukung kinerja penyuluh pertanian, maka sarana prasarana penyuluhan dan SDM Penyuluh Pertanian di provinsi, kab/kota dan kecamatan tidak dialihfungsikan dan dialihtugaskan. Jika terjadi alih tugas, agar tidak sampai mengganggu penyelenggaraan penyuluhan pertanian.

Keempat, pemanfaatan media elektronik (TV) untuk meningkatkan opini publik, diseminasi teknologi dan penumbuhan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. 

Kepala Badan PPSDMP Kementan Melantik Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas Lingkup BPPSDMP

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Ir. Pending Dadih Permana, Selasa 27 Desember 2016 melantik 3 orang Pejabat Administrator dan 18 orang Pejabat Pengawas lingkup BPPSDMP di Ruang Diorama Gedung D, Lt VII, BPPSDMP. Sebanyak 10 orang merupakan pejabat promosi dan 11 orang adalah pejabat mutasi.

“Kesepuluh pejabat yang dipromosikan tersebut adalah pegawai yang terpilih dan telah ditetapkan dari hasil penilaian selektif berdasarkan kinerja yang dimiliki selama ini” ujar Pending Dadih saat memberikan arahannya usai pelantikan.

Kepala Badan melanjutkan bahwa dalam rangka percepatan pencapaian swasembada pangan, dibutuhkan pejabat yang mampu bekerja keras, berkomitmen tinggi dan leadership tangguh. Pelantikan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas merupakan upaya peningkatan kinerja organisasi.

Para Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas diharapkan menjadi roda penggerak organisasi dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajamen dan administrasi, baik yang dilakukan secara sinergis, paralel maupun parsial di masing-masing unit kerja.

Selain itu mereka juga harus memiliki wawasan yang luas, data dan informasi yang valid serta semangat juang tinggi dan selalu siap membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan.

Kepada pejabat yang dipromosikan Kepala Badan mengharapkan untuk melakukan konsolidasi internal dan menetapkan langkah aksi percepatan kegiatan. Selain itu peningkatan pengawasan pelaksanaan program dan kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan pada tahun depan.

“Saya minta Saudara sekalian segera berkonsolidasi dengan jajaran instansi terkait dan menggerakkan sumberdaya di Unit Kerja yang Saudara pimpin” kata Kepala Badan.

Sementara itu bagi pejabat yang mutasi diharapkan segera berkonsolidasi untuk menetapkan upaya khusus peningkatan kinerja program dan kegiatan strategis dalam rangka peningkatan kinerja unit kerja yang baru.

Diakhir arahannya, Kepala Badan berharap dengan adanya penataan Jabatan Administrator dan Pengawas dapat tercipta komunikasi, kebersamaan, kekompakan, persatuan dan kesatuan yang kuat di BPPSDMP.

“Sekali lagi saya sampaikan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik, dan saya menunggu prestasi, komitmen, integritas dan kinerja Saudara-Saudara” tegas Kepala Badan mengakhiri sambutannya.

Pelantikan dihadiri oleh jajaran Pejabat Lingkup Pusat BPPSDMP, Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, dan Pejabat lingkup UPT BPPSDMP.

 

Berikut daftar pejabat yang dilantik berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 858/Kpts/KP.230/12/2016:

  1. Dr. Ir. Siswoyo menjabat Kepala Bidang Program dan Kerjasama Pendidikan, Pusat Pendidikan Pertanian;
  2. Dr. Bambang Sudarmanto, S.Pt, MP. menjabat Pj. Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan, Pusat Pendidikan Pertanian;
  3. Muhammad Sidiq, S.T.P, MM, menjabat Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Makasar, Sulawesi Selatan

 

Jabatan Administrator (Eselon IV)

  1. Drs. Deden Harmedi, menjabat Kepala Sub Bagian Keuangan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor, Jawa Barat;
  2. Deni Septiadi, SE, menjabat Kepala Sub Bagian Tata Usaha, STPP Bogor;
  3. Siti Syamsiah, SP menjabat Pj. Kepala Sub Bagian Pendidikan, STPP Bogor;
  4. Dudung Mahpudin, SE, menjabat Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Rumah Tangga, BBPP Lembang;
  5. Iwan Kurnia, SP, menjabat Kepala Seksi Pelatihan Aparatur, BBPP Lembang;
  6. Irwan Waluya, Bc.Hk, menjabat Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, BBPP Lembang;
  7. Yullyndra Trisna Diputri, STP, menjabat Kepala Seksi Program dan Kerjasama, BBPP Lembang;
  8. Kusyaman, S.Sos, MP, menjabat Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan, BBPP Lembang;
  9. Ema Ernawati, SE, menjabat Kepala Sub Bagian Perlengkapan dan Instalasi, BBPP Ketindan, Jawa Timur;
  10. Junni Ferdiana, S.Sos menjabat Kepala Seksi Pelatihan Aparatur, BBPP Ketindan;
  11. Ir. Endang Retno Iriani, menjabat Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Rumah Tangga, BBPP Binuang, Kalimantan Timur;
  12. Misran, SE, menjabat Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, BBPP Binuang;
  13. Jirry Dwi Sambodo Suryaning Projo, SE, menjabat Pj. Kepala Seksi Program dan Kerjasama, BBPP Binuang;
  14. Agus Sumantri, SP, menjabat Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan, BBPP Binuang;
  15. Andi Amal Hayat Makmur, SP, menjabat Pj. Kepala Seksi Program dan Kerjasama, BBPP Batangkaluku;
  16. Edward Syam, SP, MM, menjabat Kepala Seksi Program dan Evaluasi, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi;
  17. Drh. Linda Hadju, menjabat Kepala Seksi Penyelenggaraan Pelatihan, BPP Jambi

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN

LAKSANAKAN  WORKSHOP SUSTAINBILITY ASSESSMENT OF AGRIBUSINESS ENTERPRISES

 

 

 

Kementerian pertanian  melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan  SDM Pertanian (BPPSDMP) bekerjasama dengan  Direktorat Jenderal Pengembangan Program nPelatihan dan Produktivitas  kementerian Pertanian Tenaga Kerja sebagai National Productivity Organization (NPO) Indonesia dan Asian ProductivitybOrganization (APO)  telah menyelenggarakan Workshop Sustainbility Assessment of Afribusines Enterprises atau Lokakarya Penilaian Kelestarian dan Usaha Agribisnis, di Hotel  Santika, Bogor sejak tanggal 28 November s.d  2 Desember  2016. Workshop  yang dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Badan PPSDMP, Dr. Momon Rusmono, M.S

 

Dalam arahannya,  Momon Rusmonon  mengatakan “ kegiatan ini merupakan  bentuk kerjasama dengan luar negeri guna peningkatan kompetensi sumberdaya Indonesia dan Negara ekonpmi anggota APO untuk mendorong peningkatan produkktivitas.” Penguatan tak hanya kompetensi sumberdaya manusia sektor hulu dipertanian, tapi juga penguatan  kompetensi sumberdaya di hilir pertanian seperti agribisnis, demikian jelas Sekretaris Badan.  “Kami berharap penerapa prinsip berkelanjutan (sustainability) bagi perusahaan kecil dan menengah juga menjadi perhatian dalam workshop ini dan sekaligus sebagai wahana untuk membangun jejaring international” lanjut Momon Rusmono.

 

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Dr.Ir. Widi Hardjono, M.Sc., dalam kesempatan yang sama mengatakan:  “ Worshop ini  sangat penting dan startegis bagi Indonesia khususnya Kementerian Pertanian dan  dan Negara APO untuk menjamin keberlanjutan usaha kecil dan menengah pertanian menghadapi perekonomian dunia yang melemah akibat menurunnya harga minyak yang diikuti dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi dan perusahaan-perusahaan kecil dan menengah termasuk didalamnya perusahaan dibidang pertanian.”

 

Workshop  dihadiri oleh 24 orang orang peserta  terdiri dari  Bangladesh, Cambodia,, Fiji, India, Republik Islam ran, Laos,  Malaysia, Mongolia, Nepal,  Filipina, Republik Rakyat Tiongkok  (ROT), Srilangka, Thailand dan Vietnam,  dan  Indonesia. Sebagai narasumber dari kegiatan ini  berasal  dari Australia, New Zealand,  Switzerland dan Indonesia  yang  memiliki pengalaman internasional dibidang  penilain usaha agribisnis.

 

Dengan adanya Workshop diharapkan penerapan prinsip berkelanjutan (sustainbility) bagi perusahaan kecil dan menengah dapat menjadi perhatian dan kegiatan ini juga dapat menjadi ajang transfer keilmuan antar Negara peserta.

 

Pertemuan Konsolidasi Monitoring dan Evaluasi Tahun 2016

 

 

Untuk menghadapi pencapaian target akhir tahun anggaran, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan upaya percepatan pelaksanaan kegiatan dan anggaran sampai dengan bulan Desember 2016. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi rendahnya realisasi belanja yang belum terserap di akhir tahun, baik di tingkat Pusat, Kantor Daerah/UPT, Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Akibatnya, anggaran yang sudah tersedia, tidak bisa dilaksanakan dengan baik.

 

Sekretaris Badan PPSDMP, Dr. Ir. Momon Rusmono, MSc dalam sambutannya pada acara Pertemuan Konsolidasi Monitoring dan Evaluasi yang dilaksanakan Hotel Grand Tjokro Yogyakarta (24/11/16), mengatakan bahwa pada Tahun 2016 BPPSDMP melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Peningkatan Penyuluhan, Pelatihan dan Pendidikan Pertanian. 

 

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan utama yaitu Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian, Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian, Pemantapan Sistem Pendidikan Pertanian, Revitalisasi Pendidikan Pertanian, Pendidikan Menengah Pertanian dan Dukungan Manajemen dan Kepemimpinan Teknis Lainnya.Sekretaris Badan mengatakan bahwa hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan BPPSDMP sampai dengan bulan Nopember 2016 masih belum optimal. 

 

Program Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian seperti; Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi, Kelembagaan Penyuluhan yang difasilitasi, Layanan Internal Organisasi dan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani, belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 

Program Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian, Revitalisasi Pendidikan Pertanian dan Pendidikan Menengah Pertanian juga tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 

 

Sementara itu, terkait dengan kegiatan Dana Dekosentrasi BPPSDMP, Sekretaris Badan mengharapkan perlunya advokasi dengan membantu secara langsung baik teknis maupun administrasi ke Satker Dekosentrasi yang belum optimal dalam melaksanakan kegiatan. 

 

Kegiatan Pertemuan Konsolidasi Monitoring dan Evaluasi dihadiri peserta sebanyak 175 orang terdiri atas Lingkup Pusat BPPSDMP, UPT Lingkup BPPSDMP dan Satker Dekosentrasi. Kegiatan ini diselenggarakan selama 3 hari 24-26 Nopember 2016.

 

 

 

Penas Ke-XV Untuk Memantapkan Kelembagaan Penyuluhan

 

Swadayaonline.com - Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan merupakan metode penyuluhan akbar yang digagas oleh tokoh petani nelayan sejak tahun 1971. Perayaan Penas XV tahun ini akan dilaksanakan tanggal 6-11 Mei 2017 di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Desa Lhong Raya, Banda Raya, Kota Banda Aceh. Penas XV yang bertema “Melaalui Penas Petani-Nelayan XV 2017 kita Mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia”.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana mengatakan tujuan dan sasaran penas untuk meningkatkan motivasi dan kegairahan petani-nelayan dan hutan serta masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling mennguntungkan dan momentum dalam penyampaian pesan gerakan modernisasi pembangunan pertanian di Indonesia serta menjadikan Indonesia sebagai pusat pangan dunia.

Tema kelembagaan yang diangkat, guna memantapkan kelembagaan petani dalam penyelenggaran penyuluhan. Dalam UU No. 23 untuk merampingkan kelembagaan dan birokrasi yang ada di daerah atau kelembagaan struktural yang ada di masing-masing daerah berbeda-beda, kini menjadi isu besar bagi penyuluhan pertanian yang berada di Kabupaten dan Kecamatan.

Pada UU tersebut menata tentang kelembagaan penyuluh perikanan yang ditarik ke pusat, penyuluh kehutanan ditarik ke Provinsi. Namun menurut SK Mentan 5 Januari 2015 yang lalu, sejak UU No. 23 diundangkan bahwa penyelengarakan penyuluhan masih berpegang pada UU No.16. “Prinsipnya sekarang yang ditata adalah penyelenggaraan pemerintahan, penyuluhan adalah sub bidang urusan dibidang pertanian sedangkan pertanian bidang urusan yang sifanya pilihan yang ada di daerah.

Dalam UU tersebut ada yang “tidak disebut”. Sehingga Kementan mengambil antisipasi dengan menggunaan pasal 15 ayat 2 dan 4 bahwa penyelenggaran pemerintahan yang belum tercantum dalam lampiran maka bisa dibentuk penyelenggaraan sendiri melalui Perpres, dan Mentan sudah mengajukan bentuk kelembagaan dan kewenangan tersebut, tapi sampai sekarang Kemendagri belum memproses,” tegas Pending.

Ketua Kontak Tani-Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno mengatakan peserta yang akan hadir sekitar 35 ribu orang yang akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan 9 Menteri yang terkait dengan pertanian, perikanan dan kehutanan yang akan melakukan temu wicara. “Acara tersebut sebagai ajang temu usaha, pengembangan teknologi serta menunjukkan kualitas agribisnis masing-masing daerah,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pronvinsi Aceh, Zulkifli Hs, MM mengatakan Pemda Aceh telah menyiapkan segala sesuatunya untuk mensukseskan Penas XV.

“Selain hotel-hotel, juga disiapkan rumah-rumah penduduk 16 Kecamatan untuk menampung tamu yang hadir. Hotel di Aceh tidak seperti di daerah lain yang berbintang, namun segi pelayanan yang baik menjadi tujuan utama. Transportasi dan infrastruktur juga juga sudah dibenahi, sehingga tamu yang hadir bisa nyaman,” tegasnya. SY

Sumber 

 

Wirausaha Muda Pertanian

 

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) telah mendorong mahasiswa menjadi wirausahawan muda pertanian. "Tahun ini kita telah melaksanakan program kegiatan penumbuhan wirausahawan muda pertanian (PWMP), tujuannya mendorong mahasiswa menjadi wirausahawan di bidang pertanian," kata Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Gunawan Yulianto.

Gunawan mengatakan, pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan salah satunya menurunnya minat para pemuda untuk bekerja pada sektor pertanian. Kondisi tersebut dimungkinkan karena kesan pemuda yang salah terhadap pekerjaan sektor tersebut.

"Mereka mengesankan bekerja di pertanian harus ke sawah bergelut dengan lumpur, tradisional, berada di pedesaan dan terbelakang," katanya disela-sela kegiatan monitoring dan evaluasi program penumbuhan wirausahawan muda pertanian (PWMP) di Yogyakarta (4/10/16).

Selain itu, lanjut dia, kenyataan bahwa sebagian besar lulusan perguruan tinggi penyelenggaraan pendidikan cenderung lebih sebagai pencari kerja (jobseeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (jobcreator).Menurutnya, dimungkinkan karena sistem pembelajaran yang diterapkan saat ini masih terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapat pekerjaan. "Sudah saatnya dunia pendidikan mendorong lahirnya lulusan yang siap menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.

Kenyataan saat ini, lanjut dia, sarjana pertanian yang bekerja di sektor pertanian semakin sedikit, mereka cenderung memilih bekerja di luar sektor pertanian.Hal ini, jika tidak ada penanganan dalam jangka panjang secara gradual berdampak menurunnya jumlah tenaga kerja terdidik yang bekerja di sektor pertanian, dan pada akhirnya terjadi kelangkaan tenaga terdidik pada sektor pertanian."Perlu terobosan untuk memperkuat sumber daya manusia pertanian, fakta-fakta tersebut harus segera dihentikan," katanya.Lebih lanjut ia mengatakan, strategi untuk memperkuat sumber daya manusia pertanian, dengan mengubah kesan kepada pemuda bahwa sektor pertanian bukan hanya budidaya tanaman di sawah melainkan usaha agribisnis dari subsistem hulu sampai hilir yang justru memberikan peluang kerja dan peluang usaha yang sangat luas."Strategi lain menumbuhkembangkan jiwa kewirausahawan dan meningkatkan aktivitas kewirausahawan agar lulusan perguruan tinggi pertanian lebih menjadi pencipta lapangan kerja," katanya.

Ia mengatakan, melalui kegiatan PWMP mahasiswa akan bertindak sebagai wirausahawan muda pertanian (agripreneur). Setelah menjadi tenaga terdidik pertanian diharapkan akan menjadi pengusaha pertanian, sekaligus menjadi penggerak dan pencipta lapangan kerja di sektor pertanian.

"Program PWMP ini terbagi dalam tiga tahapan, mulai dari tahap pertama penyadaran dan penumbuhan, pemandirian, dan pengembangan. Masing-masing tahapan dilaksanakan satu tahun," katanya.Program PWMP ini melibatkan tujuh perguruan tinggi mitra yaitu IPB, UGM, Universitas Padjajaran, Universitas Lampung, Universitas Syahkuala (Aceh), Universitas Hasanuddin dan Universitas Brawijaya. dan sembilan sekolah tinggi penyuluhan pertanian yang ada di bawah koordinasi Kementerian Pertanian.“Ada sekitar 500 kelompok wirausahawan muda pertanian yang sudah terbentuk, masing-masing kelompok terdiri dari tiga sampai lima orang. Setiap kelompok telah diberikan suntikan dana sebesar Rp 30 s.d 35 juta untuk menjalankan bisnisnya,”

Pengumuman Calon Peserta Magang Jepang Tahun 2017

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Pelatihan Orientasi bagi Petani Muda untuk mengikuti Program Permagangan di Jepang tahun 2017 yang telah dilaksanakan di BBPKH Cinagara 2-31 Oktober 2016 maka melalui surat ini di informasikan daftar nama calon peserta Magang Jepang tahun 2017, beserta syarat -syarat dokumen yang harus dilengkapi

 

SILAHKAN DOWNLOAD MELALUI LINK BERIKUT :

PENGUMUMAN CALON PESERTA MAGANG JEPANG TAHUN 2017

Pengumuan Pemanggilan Peserta Diklat Orientasi Tahun 2016

Pengumuan Pemanggilan Peserta Diklat Orientasi tahun 2016, untuk undangan dapat di download disini (Klik Link Download)

Siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Saksikanlah siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan judul "PEMUDA DAN PETANI BERSAMA MENUJU SWASEMBADA PANGAN" pada hari senin tanggal 6 Juni 2016 pukul 13.33 WIB di TVRI Pusat.

Follow dan Like Page Facebook Resmi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Untuk mempermudah arus informasi mengenai penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian,

maka BPPSDMP membuat Page Facebook dengan akun " Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian "

Read more ...

HASIL SELEKSI ENGLISH LANGUAGE TRAINING FOR OFFICIALS (ELTO) PROGRAMME NEW ZEALAND 2016

Berdasarkan hasil seleksi calon peserta Program The English Language Training for Official di New Zealand lingkup Kementerian Pertanian, bersama ini kami sampaikan nama-nama calon peserta dari instansi Saudara yang telah lolos seleksi administrasi oleh Tim BPPSDMP yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2016.

Read more ...