Training Of Trainer Pendampingan Pendidikan : Membekali Taruna Akademi TNI Dengan Pengetahuan Ketahanan Pangan
Training Of Trainer Pendampingan Pendidikan : Membekali Taruna Akademi TNI Dengan Pengetahuan Ketahanan Pangan
Penas KTNA 2017 Diharapkan Berperan Tingkatkan Produksi Pangan Utama
Penas KTNA 2017 Diharapkan Berperan Tingkatkan Produksi Pangan Utama
STPP Malang Buka Kursus Gratis Ketrampilan Teknologi Pertanian dan Peternakan
STPP Malang Buka Kursus Gratis Ketrampilan Teknologi Pertanian dan Peternakan
Mentan Lantik Pejabat Eselon I
Mentan Lantik Pejabat Eselon I
Mahasiswa STPP dan Taruna Akademi Militer, Mendukung Program Ketahanan Pangan
Mahasiswa STPP dan Taruna Akademi Militer, Mendukung Program Ketahanan Pangan
Canangkan Gerakan Tanam Cepat, Mentan Optimis Tahun Ini Ekspor Beras
Canangkan Gerakan Tanam Cepat, Mentan Optimis Tahun Ini Ekspor Beras
Konsolidasi Persiapan PENAS XV-Aceh-2017
Konsolidasi Persiapan PENAS XV-Aceh-2017
Bidang SDM Kementan Tahun 2017, Fokus pada Dua Program Aksi
Bidang SDM Kementan Tahun 2017, Fokus pada Dua Program Aksi

Training Of Trainer Pendampingan Pendidikan : Membekali Taruna Akademi TNI Dengan Pengetahuan Ketahanan Pangan

 

 

Pilar-Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian  melakukan kerjasama dengan Akademi Tentara Nasional Indonesia (Akademi TNI) untuk meningkatkan pengetahuan Taruna Akademi TNI tentang ketahanan pangan.

Untuk itu, BPPSDMP dan Akademi TNI akan menyiapkan  tenaga-tenaga pelatih/penatar Taruna dari dosen/penatar di lingkungan akademi TNI dan dosen dari STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan  Pertanian) Kementerian Pertanian untuk memberikan pembekalan kepada Tarunan TNI dan mahasiswa STPP. 

BPPSDMP dan Akademi TNI, selama tiga hari, tanggal 13 -15 Februari 2017 melaksanakan Training of Trainer (TOT)  kepada 35 peserta calon pelatih/penatar  (Trainer) di Hotel Amaris Bogor. Calon pelatih tersebut berasal  dari  akademi TNI, dosen STPP Malang, STPP Magelang dan Bogor  serta  pemangku kepentingan (stakeholder) terkait. 

Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI Bayu Purwiyono, yang membuka langsung TOT tersebut  menjelaskan bahwa  kerjasama  pelatihan  bertujuan  untuk menyiapkan tenaga-tenaga pelatih/penatar  baik dari lingkungan akademi TNI maupun dari  STPP Kementerian Pertanian agar mampu memahami tentang pembangunan ketahanan pangan terutama pengembangan komoditas pangan. 

“Setelah selesai mengikuti TOT, mereka  siap memberikan  pembekalan kepada para taruna yang akan mengikuti  Latihan Integrasi Taruna Werda (Latsitarda).  Latsitarda akan  diikuti oleh mahasiswa lainnya seperti IPDN, STPP dan perguruan tinggi lainnya”, tegasnya.  

Jadi, sebelum mereka berangkat latihan, kami akan  memberikan pembekalan  kepada mereka tentang ketahanan pagan. Ini adalah merupakan sarana komunikasi taruna dengan masyarakat di lokasi latihan, jelas  Letjen TNI Bayu Purwiyono.   

Menurutnya, Ilmu mengenai ketahanan  pangan  belum didapatkan oleh taruna. Di akademi TNI  juga tidak diajarkan. Oleh sebab itu,  kerjasama dengan Kementan, sangat membantu para taruna yang akan mengikuti  Latsitarda. Mereka sudah siap,  jika latihan ini dilaksanakan  di wilayah perbatasan, daerah tertinggal ataupun  terluar, ungkap  Letjen TNI Bayu Purwiyono.

Letjen TNI Bayu Purwiyono menjelaskan, kerjasama pelatihan BPPSDMP dan akademi TNI  juga merupakan implementasi dari kerjasama (MoU)  antara Panglima TNI dengan Menteri Pertanian dalam rangka mensukseskanprogram swasembada pangan nasional. 

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Drs.Gunawan Yulianto mengharapkan pelatihan melalui TOT ini dapat memberikan pemahaman yang sama terhadap materi pembekalan ketahanan pangan kepada peserta TOT. 

Disamping itu, bersama akademi TNI akan  menyusun bahan ajar/materi pembekalan ketahanan pangan di wilayah perbatasan, tertinggal, terluar dan kawasan pertanian. “Kita akan sinkronkan disain program TNI di bidang ketahanan pangan dengan progam pembangunan lumbung pangan di daerah perbatasan, tertinggal dan pulau terluar yang telah dicanangkan oleh Bapak Menteri Pertanian, jelas Gunawan. (RS).

 

Penas KTNA 2017 Diharapkan Berperan Tingkatkan Produksi Pangan Utama

 

 

Jakarta (B2B) - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengharapkan penyelenggaraan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA 2017) turut berperan mendorong peningkatan produksi pangan utama, beras, mengingat saat ini produksi petani dan cadangan beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Jabar, Jateng dan Jatim dalam kondisi penuh.


"Stok beras di gudang Bulog pada awal 2016 sempat kosong namun berkat perbaikan sistem produksi berlangsung konsisten hingga akhir 2016, gudang Bulog di tiga provinsi yang menjadi lumbung pangan nasional cukup untuk kebutuhan pangan tahun ini," kata Mentan Amran Sulaiman di Jakarta pada Kamis (2/2) saat membuka rapat koordinasi penyelenggaraan Penas KTNA XV yang akan berlangsung di Banda Aceh pada 6-11 Mei 2017.

Mentan tidak menampik fakta bahwa harga gabah di tingkat petani saat ini merosot ke Rp2.900 hingga Rp3.300 per kg di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp3.700 per kg untuk gabah kering panen (GKP).

Amran Sulaiman mengharapkan Bulog segera bertindak cepat untuk menyerap gabah petani sesuai dengan HPP yang ditetapkan pemerintah.

Penas KTNA Banda Aceh
Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) sebagai penanggungjawab kegiatan Penas KTNA 2017 melakukan pemantauan dan evaluasi persiapan menjelang pelaksanaan 6-11 Mei 2017 di di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan Penas KTNA merupakan metode penyuluhan akbar yang digagas oleh para tokoh petani dan nelayan sejak 1971, sebagai forum pertemuan petani nelayan dan petani hutan sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi, dan berbagi pengalaman.

Tujuan lainnya, kata Winarno, pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama antara para petani nelayan dan petani hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah sehingga dapat membangkitkan semangat dan tanggung jawab serta kemandirian sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Penas KTNA Banda Aceh akan diikuti sekitar 11.000 peserta atau tiga kali lipat dari Penas KTNA di Malang, Jawa Timur, dan peserta utama diperkirakan mencapai 70% dan selebihnya adalah peserta pendamping dan peninjau.

STPP Malang Buka Kursus Gratis Ketrampilan Teknologi Pertanian dan Peternakan

 

 

Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Malang, Jawa Timur, dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Peguruan Tinggi tentang pengabdian masyarakat, membuka peluang bagi masyarakat umum untuk dapat mengikuti kursus gratis tentang ketrampilan teknis bidang teknologi pertanian dan peternakan.

Pada tahap pertama, kursus akan dilaksanakan pada bulan Februari hingga November 2017, dengan berbagai materi yang semuanya terbuka untuk umum, khususnya petani, peternak, generasi muda pertanian, penyuluh pertanian hingga Dharma Wanita dan PKK.

"Karena kursus langsung dilakukan di laboratorium dan instalasi, maka masyarakat yang tertarik segera menghubungi pihak panitia, karena kuota terbatas." ucap Dr Ir Siti Munifah MSi, Ketua STPP Malang, Selasa (31/1/2017).

Alasan Munifah membatasi jumlah peserta karena diharapkan materi atau topik yang diberikan pemateri akan dapat diserap peserta secara maksimal. Namun bagi yang tidak dapat mengikuti tahap pertama dapat mendaftar untuk periode selanjutnya.

Adapun kuota yang ditetapkan panitia sebanyak 20 – 30 orang per topik atau materi. Berbagai judul materi kursus akan diberikan oleh para ahli dibidangnya dengan kompetensi yang tidak diragukan lagi, mulai dari materi yang berkaitan dengan on farmoff farm hingga non farm.

Pengaplikasian teknologi komputerisasi dalam bidang pertanian dan peternakan tidak luput dari pemilihan materi kursus.

"Kami (STTP Malang) membuka diri untuk bersama masyarakat mulai usia dini hingga dewasa belajar dan berbagi ilmu pengetahuan untuk mencetak generasi pertanian yang unggul dan produktif dalam persaingan era globalisasi." tegas Munifah kepada TIMES Indonesia.

Munifah juga menambahkan bahwa, peserta yang telah mengikuti kursus akan diberikan sertifikat (Certificate of Attendance) dari STPP Malang sebagai bentuk apresiasi telah mengikuti kursus ketrampilan teknis bidang teknologi pertanian dan peternakan.

"Target untuk tahap pertama ditahun 2017 ini, dapat mencapai 1000 peserta lulusan kursus, yang siap mengaplikasikan ilmu yang didapatnya." harap Munifah.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran dan jadwal materi kursus, masyarakat yang berminat dapat mengakses website resmi STPP Malang di www.stppmalang.ac.id.

Mentan Lantik Pejabat Eselon I

 

Jakarta- Pagi hari ini Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman melantik tiga pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian.

Prosesi pelantikan dilakukan mulai pukul 08.45 WIB dan diselenggarakan di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementan, Jalan MT Harsono Ragunan, Jakarta, Senin (30/1/2017).

"Untuk yang dilantik, semoga saudara-saudara dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya," ungkap Amran dalam sambutannya.

"Kita ini setiap saat bisa berganti, tapi terkhusus pada saudara saya Pak Hasil Sembiring yang telah berkontribusi terhadap Kementerian Pertanian, takdir yang telah mengangkat beliau, takdir juga yang sekarang beliau turun (Jabatan). Sekali lagi, terima kasih Pak Hasil sahabatku," tutur Amran.

Tiga pejabat yang dilantik adalah:
-Direktur Jenderal (Dirjen) Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto. Gatot dilantik menjadi Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, menggantikan Hasil Sembiring.

-Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Pertanian, Pending Dadih Permana dilantik menjadi Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian menggantikan Sumarjo Gatot Irianto.

- Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Gardjita Budi dilantik menjadi Staf Ahli Pengembangan Bio Industri Kementerian Pertanian.
 (ang/ang)

Mahasiswa STPP dan Taruna Akademi Militer, Mendukung Program Ketahanan Pangan 

 

Sebagai tindak lanjut MOU Kementerian Pertanian dengan TNI (Akademi Militer) dalam mewujudkan ketahanan pangan,Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP akan Bekerjasama dengan Akademi Militer melalui Program Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda) Nusantara ke 37.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Gunawan Yulianto di sela Rapat Persiapan Pendampingan Mahasiswa di Kawasan 3T (Terpencil, Terdepan dan Terluar),Jakarta (27/1/2017) menyampaikan “Kita akan mengikutsertakan para mahasiswa STPP untuk bersama-sama mengikuti program pengabdian masyarakat tersebut”

"Harapannya setelah program pengabdian masyarakat ini, para mahasiwa STPP dapat belajar banyak dilapangan bersama-sama taruna Akademi Militer, tahapan saat ini adalah mematangkan materi Training Of Trainer yang akan dilanjutkan dengan pembekalan di wilayah akademi masing-masing yaitu, di Magelang, Yogyakarta dan Surabaya”

Hadir pada Rapat persiapan tersebut Direktur Akademi TNI Brigjend TNI Anton Nugroho beserta jajarannya untuk merumuskan tahapan-tahapan persiapan dalam program ini.  Beliau menjelaskan ”Latihan ini dilaksanakan untuk para Taruna dari Akademi Militer (AD,AL,AU dan AKPOL) dimana setelah 4 tahun menerima Pelajaran, latihan ini sebagai sarana mengaplikasikan ilmu yang  telah mereka peroleh ke masyarakat, seperti KKN dan sebagai tindak lanjut pencanangan program Kedaulatan Pangan oleh Panglima TNI, Tahun ini kami mengundang mahasiswa STPP untuk berlatih bersama di Latsitarda”.

“Setelah latihan bersama ini diharapkan para taruna mempunyai bekal pemahaman yang lebih baik tentang Ketahanan dan Kedaulatan Pangan “

Program direncanakan akan dilaksanakan selama sebulan, dengan waktu pelaksanaan di bulan Juni 2017. Para peserta akan diturunkan di wilayah Kalimantan  Utara (Kaltara) di lima kabupaten yaitu Tarakan, Nunukan, Malinau, Bulungan dan Tanah Teduk.  (esapt)

Canangkan Gerakan Tanam Cepat, Mentan Optimis Tahun Ini Ekspor Beras

 

 

Stabilnya produksi padinasional membikin pemerintah yakin, jika tahun ini kembali bisa swasembada beras. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, di 2017, pihaknya telah mencanangkan Gerakan Tanam Cepat (GTC). Yakni melakukan akselerasi tanam dan panen dengan menggunakan teknologi alat sistem pertanian.

"Penggunaan alsintan terbukti sangat berdampak besar terhadap kerja petani. Lebih mudah dan efisien," ujar Amran disela-sela acara Panen Raya Percepatan Tanaman Padi Upsus (Upaya Khusus) Pajale (Padi Jagung Kedelai) di Desa Pulo, Kecamatan Kedung Tuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (23/1).Amran mengatakan, Blora menjadi salah satu contoh suksesnya implementasi alsintan. Hingga 2017, lahan yang sudah tertanami mencapai 59.302 hektar, dengan masa panen antara Januari hingga April."Saya dapat laporan, gabah yang dipanen menggunakan mesin pemanen (Combined Harvester) harganya Rp 4000 sampai Rp 4200. Artinya terjadi peningkatan yang signifikan. Insya Allah, bantuan Alsintan akan kami perluas," jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Amran gembira lantaran luas tanam panen di Provinsi Jawa Tengah naik signifikan. Pasalnya, hingga Januari ini, terdapat 420 ribu hektar luas tanam panen. Sesuatu yang tak pernah terjadi selama ini di Jateng."Tahun 2010, (luas tanam panen) Jateng hanya sekitar 220 ribu hektar. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait. Pemda, pemprov, penyuluh, petani, dan TNI," ungkap dia.

Ditanya target produksi padi tahun ini, pria asal Makassar itu optimis bisa kembali swasembada beras. "Target kami 78 juta ton. Tahun lalu (2016),  kami menargetkan 75 juta ton, alhamdulillah realisasinya sampai 79 juta ton," beber dia."Saya optimis (swasembada), kami malah bisa ekspor (beras)," pungkasnya.

Sementara, Bupati Blora, Djoko Nugroho menjelaskan, secara keseluruhan total luas tanaman padi di Kecamatan Kedungtuban mencapai 5.135 hektar. Sedang untuk estimasi panen di Januari ini berkisar 1.782 hektar."Khusus di Desa Pulo, lokasi panen raya hari ini, luas areal padinya sekitar 234 hektar, dengan produksi panennya 7-8 ton," tambah dia.

Konsolidasi Persiapan PENAS XV-Aceh-2017

 

 

Pilar-Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian terus melakukan rapat konsolidasi  dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional  dalam rangka persiapan PENAS XV-2017 di Aceh bulan Mei 2017. Menurut Kepala BPPSDMP, Pending Dadih Permana konsolidasi dilakukan  terutama yang terkait dengan penyiapan instrumen program dan kegiatan yang ada di lingkup Kementerian Pertanian sehingga adanya harmonisasi dengan masing-masing penanggunag jawab bidang kegiatan.

 

Dia mengharapakan sinkronisasi  lokasi dan penjadwalan  kegiatan selama PENAS XV berlangsung dari tanggal 6 - 11 Mei 2016 dapat terlaksana dengan baik, sehingga mampu memberikan makna PENAS XV sesuai tema :”Melalui PENAS Petani Nelayan XV 2017 Kita Mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan Sebagai Mitra Kerja Pemerintah Dalam Rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia”.

 

Sementara itu, Ketua KTNA Winarno Tohir, sebagai Ketua PENAS XV-2017  mengatakan bahwa persiapan PENAS XV di Aceh sudah  85 persen. Soal anggaran dan masalah penghargaan dari presiden, juga sudah dibahas. Saat ini kondisi di lapangan  terus bergerak terutama  untuk gelar teknologi pertanian, jelasnya.

 

Penghargaan yang akan diberikan oleh  Presiden ada dua yaitu Satya Lencana Wirakarya dan Satya Lencana Pembangunan. Dari KTNA akan memberikan 4 kategori penghargaan yaitu Lencana Emas Adhibakti Tani Nelayan Pratama, Madya Utama dan Maha Utama.

 

Sedangkan penanaman tanaman pada gelar teknologi akan  diperhitungkan mundur menuju hari H,  agar bisa dipanen saat pembukaan Penas. Kegiatan lainnya harus sesuai rencana dengan penanggung jawab kegiatan baik dari KTNA maupun dari esselon 1 lingkup Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

 

Bidang SDM Kementan Tahun 2017, Fokus pada Dua Program Aksi

 

 

Untuk percepatan swasembada pangan pada tahun 2017, bidang sumber daya manusia (SDM) Kementerian Pertanian fokus pada dua program aksi, yakni Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu dan Gerakan Regenerasi Petani. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Badan PPSDM Pertanian) Pending Dadih Permana pada Rapat Kerja Pembangunan Pertanian Tahun 2017 di Jakarta (5/1). Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) jelas Dadih adalah tindaklanjut program aksi tahun lalu dan tahun ini titik beratnya tetap pada Balai Penyuluhan Pertanian. “Dengan demikian, Dosen, Widyaiswara dan Penyuluh tetap harus melakukan pengawalan dan pendampingan.  Dosen dan widyaiswara sebagaiLiaisonOfficer (LO)GPPT pada wilayah kerja yang telah ditetapkan,” tambahnya. Pasca diterbitkannya UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Dadih menjelaskan sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian fokus pada perberdayaan Balai Penyuluhan Pertanian sebagai basis operasional para penyuluh serta sumber data, informasi dan sumber teknologi bagi pelaku utama dan pelaku usaha.

 

Sedangkan sistem penyelenggaraan pelatihan difokuskan pada peningkatan pelayanan pelatihan kepada aparatur pertanian termasuk penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha, serta sertifikasi profesi dan kelembagaan Diklat. Untuk penyelenggaraan pendidikan pertanian, fokus pada rekruitmen siswa dan mahasiswa dengan pendekatan beasiswa, serta penumbuhan wirausaha muda pertanian dalam rangka regenerasi pertanian.

Keroyokan Cari Bibit-bibit Petani Muda

Program aksi regenerasi petani dan SDM pertanian terang Dadih adalah mencari bibit bibit petani muda yang tidak hanya menguasai teknologi pertanian namun juga memiliki kompetensi di bidang informasi pertanian.

“Salah satu titik lemah pertanian kita adalah sulitnya mempertahankan kualitas produksi dan memasarkan produk-produk hingga keluar negeri. Disisi lian, lahan pertanian semakin berkurang, dan petani pun semakin berkurang,” tambahnya. Untuk itu, Gerakan Regenerasi Petani/SDM Pertanian ini harus  dikerjakan dengan fokus agar progam aksi ini betul-betul dapat melahirkan petani muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga pertanian menjadi profesi bagi para petani.

Guna percepatan penumbuhan petani muda, maka Badan PPSDMP mengambil langkah konkrit untuk semua unit kerja lingkup Badan PPSDMP untuk bahu membahu menghasilkan petani muda yang mau bergerak/berusahatani mulai dari hulu hingga hilir. Pertama, khusus untuk Penyuluhan Pertanian, diminta setiap penyuluh dapat melahirkan minimal 5 orang petani muda yang dibimbing secara intensif di Balai Penyuluhan Pertanian. Kedua, Bagi Pelatihan Pertanian, kembali menghidupkan peluang-peluang kerjasama seperti magang,studybanding atau kegiatan lain yang mampu mendorong generasi muda peduli terhadap pertanian dan meningkat kompetensinya.

Ketiga, bagi Pendidikan Pertanian, selain dukungan beasiswa terhadap peminat pendidikan pertanian, juga untuk diteruskan keberlanjutan Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian, serta mencari alternatif baru guna mendorong percepatan tumbuhnya generasi petani baru;

Pesan untuk Penyuluh

Secara khusus, dalam rapat kerja pembangunan pertanian ini Dadih menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan dari masing-masing unit kerja lingkup Badan PPSDMP, khusunya  Bagi Penyuluhan  Pertanian agar:  pertama, Sistem Penyuluhan Pertanian harus tetap berjalan, meskipun pada saat ini masih terjadi transisi kelembagaan di Provinsi dan Kabupaten/Kota, namun fungsi penyuluhan sudah terakomodasi dalam urusan bidang pertanian;

Kedua, kelembagaan penyuluhan kecamatan (Balai Penyuluhan Pertanian) harus diperkuat dan tidak dialihfungsikan atau merombaknya, dikarenakan sebagai basis operasional para penyuluh dan sumber data, informasi serta teknologi bagi pelaku utama dan pelaku usaha, sebagaimana diamanatkan dalam Surat Menteri Pertanian tanggal 21 Desember 2016, Nomor 186/HK.110/M/12/2016.

Ketiga, terbatasnya sumberdaya penyuluh, maka penggunaancyber extensiondapat dioptimalkan dalam penyebaran informasi pertanian sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan tenaga penyuluh. Penyuluh swadaya dan swasta juga harus dioptimalkan.

Ketiga, untuk mendukung kinerja penyuluh pertanian, maka sarana prasarana penyuluhan dan SDM Penyuluh Pertanian di provinsi, kab/kota dan kecamatan tidak dialihfungsikan dan dialihtugaskan. Jika terjadi alih tugas, agar tidak sampai mengganggu penyelenggaraan penyuluhan pertanian.

Keempat, pemanfaatan media elektronik (TV) untuk meningkatkan opini publik, diseminasi teknologi dan penumbuhan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. 

DOWNLOAD LOGO PENAS 2017

Silahkan download logo PENAS 2017 di link berikut :

 

Logo Penas 2017

Pengumuman Calon Peserta Magang Jepang Tahun 2017

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Pelatihan Orientasi bagi Petani Muda untuk mengikuti Program Permagangan di Jepang tahun 2017 yang telah dilaksanakan di BBPKH Cinagara 2-31 Oktober 2016 maka melalui surat ini di informasikan daftar nama calon peserta Magang Jepang tahun 2017, beserta syarat -syarat dokumen yang harus dilengkapi

 

SILAHKAN DOWNLOAD MELALUI LINK BERIKUT :

PENGUMUMAN CALON PESERTA MAGANG JEPANG TAHUN 2017

Pengumuan Pemanggilan Peserta Diklat Orientasi Tahun 2016

Pengumuan Pemanggilan Peserta Diklat Orientasi tahun 2016, untuk undangan dapat di download disini (Klik Link Download)

Siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Saksikanlah siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan judul "PEMUDA DAN PETANI BERSAMA MENUJU SWASEMBADA PANGAN" pada hari senin tanggal 6 Juni 2016 pukul 13.33 WIB di TVRI Pusat.

Follow dan Like Page Facebook Resmi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Untuk mempermudah arus informasi mengenai penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian,

maka BPPSDMP membuat Page Facebook dengan akun " Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian "

Read more ...

HASIL SELEKSI ENGLISH LANGUAGE TRAINING FOR OFFICIALS (ELTO) PROGRAMME NEW ZEALAND 2016

Berdasarkan hasil seleksi calon peserta Program The English Language Training for Official di New Zealand lingkup Kementerian Pertanian, bersama ini kami sampaikan nama-nama calon peserta dari instansi Saudara yang telah lolos seleksi administrasi oleh Tim BPPSDMP yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2016.

Read more ...