Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STPP Gowa Musnahkan Soal Ujian
Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STPP Gowa Musnahkan Soal Ujian
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Siap Menjadi Politeknik
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Siap Menjadi Politeknik
507 Pendaftar STPP Gowa, Hanya 120 Akan Diterima
507 Pendaftar STPP Gowa, Hanya 120 Akan Diterima
Ketua STPP Gowa Pantau Langsung Tes Tertulis Calon Maba di Kampus STPP Gowa
Ketua STPP Gowa Pantau Langsung Tes Tertulis Calon Maba di Kampus STPP Gowa
BPPSDMP akan Merubah Image Petani Indonesia
BPPSDMP akan Merubah Image Petani Indonesia
Kementan Akan Merubah Image Petani Indonesia
Kementan Akan Merubah Image Petani Indonesia
BPPSDMP Luncurkan “SICANDA”
BPPSDMP Luncurkan “SICANDA”
IPB dan BBPKH Cinagara Ciptakan Resapan Air dan Cegah Longsor
IPB dan BBPKH Cinagara Ciptakan Resapan Air dan Cegah Longsor

 

Panitia penerimaan mahasiswa baru  Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan memusnahkan soal ujian tes tertusli STPP tahun akademik. Pemusnahan soal-soal ujian tes ini dilakukan sesaat setelah pelaksanaan ujian tes berlangsung, Selasa.

Pemusnahan soal-soal ini dipimpin langsung, Sekertaris Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, Fifi A Waris SP. Fifi, mengatakan pemusnahan soal-soal ini agar dikemudian hari tidak ada yang mengkomersialkan. "Dasar pemusnahan dokumen ini dilakukan agar soal-soal tersebut tidak dikomersilkan di kemudian hari," kata Fifi.

Tes tertulis ini diikuti 507 calon mahasiswa baru dan yang akan diterima hanya 120 mahasiswa sesuai dengan kuota yang telah disiapkan.

sumber: http://makassar.tribunnews.com/2016/06/14/panitia-penerimaan-mahasiswa-baru-stpp-gowa-musnahkan-soal-ujian

 

“STPP diwajibkan menyelenggarakan pendidikan vokasi (kejuruan). Sedangkan Permendikbud no 95 tahun 2014 mengamanahkan pendidikan vokasi diselenggarakan perguruan tinggi yang berbentuk akademi atau politeknik,"

 

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian siap mengalihkan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang ada di bawah kementerian tersebut menjadi lembaga pendidikan berbentuk politeknik. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana di Jakarta, Selasa menyatakan perubahan bentuk dari STPP menjadi politeknik tersebut merupakan pelaksanaan UU No 12 tahun 2014 yang mensyaratkan pendidikan tinggi dilakukan melalui tiga jenis yakni akademik, vokasi dan profesi.

"STPP diwajibkan menyelenggarakan pendidikan vokasi (kejuruan). Sedangkan Permendikbud no 95 tahun 2014 mengamanahkan pendidikan vokasi diselenggarakan perguruan tinggi yang berbentuk akademi atau politeknik," katanya.Oleh karena itu, lanjutnya, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mengarahkan pengembangan kelembagaan STPP pada politeknik.Pending menyatakan untuk menjadikan STPP sebagai politeknik saat ini masih dilakukan pembahasan dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

 

"Kami mengharapkan pada tahun depan (2017) politeknik ini sudah terbentuk," kata mantan Kepala Dinas Pertanian Nusa Tenggara Barat itu. Menurut dia, dengan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi politeknik tersebut nantinya lulusan STPP diharapkan dapat langsung tersambung dengan dunia usaha terutama di sektor pertanian.  Selain itu, tambahnya, lulusan politeknik pertanian nantinya juga dapat menjadi wirausahawan muda di bidang pertanian, "Saat ini ada mata rantai yang terputus di dunia pertanian karena minat generasi muda yang rendah menggeluti usaha sektor pertanian," katanya. Terkait pihak yang dapat mengikuti pendidikan di politeknik pertanian nantinya, Kepala BPSDMP menyatakan, dari apartur pertanian di daerah serta para lulusan SMA maupun SMK. 

Saat ini BPPSDMP membawahi sejumlah Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian di seluruh tanah air seperti STPP Medan (Sumut), STPP Bogor (Jabar), STPP Magelang (Jateng), STPP Malang (Jatim), STPP Gowa dan STPP Manokwari (Papua). 

 

sumber : http://www.antaranews.com/berita/567409/sekolah-tinggi-penyuluhan-pertanian-siap-menjadi-politeknik

 

Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan menggelar tes tertulis calon mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017.

Tes tertulis ini diikuti 507 calon mahasiswa baru yang berlangsung di Kampus STPP Gowa Jl Malino KM 7, Senin (13/6/2016).Dari 507 peserta, STPP Gowa  hanya akan menerima 120 mahasiswa sesuai dengan kuota yang telah disiapkan.

Peserta yang ikut tes hari ini terdiri dari pelamar jalur non PNS, umum, dan anak pelaku utama pertanian yang beprestasi.Tes tertulis ini dilaksanakan serentak pada enam STPP di Indonesia, yang tersebar di Manokwari, Bogor, Magelang, Yogyakarta, Medan dan Gowa.

Ketua Panitia, Drs Idris Anwar MPd mengatakan tes kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, perbedaan tersebut terdapat pada soal yang langsung dikirim dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian

"Tes tahun lalu soal dari kami, namun kali ini langsung dari badan penyuluhan dan pngmbangan SDM pertanian, kementerian Pertanian," kata Idris.Sementara program studi yang dipilih adalah penyuluhan pertanian dan penyuluhan peternakan.

Materi ujian hari ini, Senin (13/6/2016) adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, lalu besok, Selasa (14/6/2016), materi ujiannya adalah Matematika dan Teknis Pertanian.

Ketua STPP Gowa , Drs Muh Arby Hamire M Si terlihat memantau langsung proses pelaksanaan tes tertulis ini.

Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2016/06/13/507-pendaftar-stpp-gowa-hanya-120-akan-diterima

Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Kabupaten Gowa,Sulawesi Selatan, menggelar tes tertulis calon mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017.

Tes tertulis ini diikuti 507 calon mahasiswa baru yang berlangsung Kampus STPP GowaJl Malino KM 7, Senin (13/6/2016).

Ketua STPP Gowa, Drs Muh Arby Hamire M Si terlihat memantau langsung proses pelaksanaan tes tertulis ini.

Tes tertulis ini dilaksanakan serentak pada enam STPP di Indonesia, yang tersebar di Manokwari, Bogor, Magelang, Jogjakarta, Medan dan Gowa.

Proses tes akan berlangsung dua hari, Senin (13/6) dengan materi ujian Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dan Selasa (14/6), dengan materi ujiannya Matematika dan Teknis Pertanian.

Dari 507 peserta,STPP Gowahanya akan menerima 120 mahasiswa sesuai dengan kuota yang telah disiapkan.(*)

Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2016/06/13/ketua-stpp-gowa-pantau-langsung-tes-tertulis-calon-maba-di-kampus-stpp-gowa

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) sebagai bagian Kementerian Pertanian RI, saat ini gencar melakukan Program regenerasi petani, guna menarik minat petani muda agar semakin tertarik terjun ke sektor pertanian. 

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) BPPSDMP, Drs. Gunawan Yulianto, M.M., M.Si., mengatakan bahwa selama ini petani di gambarkan hanya bekerja di sawah, padahal hal tersebut tidaklah benar, Pusat pendidikan akan merubah petani menjadi pekerjaan yang mulia, dan diharapkan banyak pemuda akan mengambil peran dalam sektor pertanian ini,” tegasnya pada saat membuka pertemuan Peengelolaan Database Program dan Evaluasi Kegiatan Melalui Sistem Teknologi Informasi Kinerja (SITEK) di Hotel Santika Depok Pada Selasa malam tanggal 1 Juni 2016. 

Selain membahas masalah regenerasi pertanian, juga membahas tentang Database yang saat ini semakin diperlukan sebagai dasar dari perencanaan pertanian kedepannya.

Saat ini Pusat Pendidikan Pertanian melaksanakan penyempurnaan aplikasi database melalui Sistem Informasi Kinerja (SITEK). Database merupakan salah satu komponen penting dalam suatu sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Database juga digunakan dan diperuntukan banyak user, dimana user tersebut dapat menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Dengan adanya Database ini, akan dapat diperoleh data yang dicari dengan mudah dan cepat. Database juga dapat menyimpan data atau melakukan perubahan dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah daripada kita menyimpannya secara manual,” tegas Kepala Pusat Pendidikan. (bayu)

Kementerian pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) saat ini gencar melakukan Program regenerasi petani guna menarik minat petani muda agar semakin tertarik terjun ke sektor pertanian. Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdik) Pertanian BPPSDMP, Gunawan Yulianto mengatakan bahwa selama ini petani di gambarkan hanya bekerja di sawah, padahal hal tersebut tidaklah benar.

“Pusat pendidikan akan merubah petani menjadi pekerjaan yang mulia, dan diharapkan banyak pemuda akan mengambil peran dalam sektor pertanian ini,” tegas Gunawan pada saat membuka pertemuan Pengelolaan Database Program dan Evaluasi Kegiatan Melalui Sistem Teknologi Informasi Kinerja (SITEK) di Depok. Selain membahas masalah regenerasi pertanian, gunawan juga membahas tentang Database yang saat ini semakin diperlukan sebagai dasar dari perencanaan pertanian kedepannya. (31/5/2016)

Saat ini Pusat Pendidikan Pertanian melaksanakan penyempurnaan aplikasi database melalui Sistem Informasi Kinerja (SITEK). Database merupakan salah satu komponen penting dalam suatu sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Database juga digunakan dan diperuntukan banyak user, dimana user tersebut dapat menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Dengan adanya Database ini, akan dapat diperoleh data yang dicari dengan mudah dan cepat. Database juga dapat menyimpan data atau melakukan perubahan dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah daripada kita menyimpannya secara manual,” tegas Gunawan.

Sumber :

http://www.swadayaonline.com/artikel/40/Kementan-Akan-Merubah-Image-Petani-Indonesia/

Sejak lahirnya Inpres tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang dikenal dengan Laporan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) telah digariskan system perencanaan, penganggaran dan manajemen kinerja dengan model integrasi. Guna mengoptimalkan system perencanaan dan anggaran agar dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien, maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sebagai unit Eselon I yang memiliki tugas mewujudkan sumber daya manusia yang professional, mandiri dan berdaya saing berorientasi bioindustri berkelanjutan telah membangun sistem perencanaan dan anggaran yang terintegrasi dan berbasiskan internet online.

Sistem Integrasi Perencanaan dan Anggaran (SICANDA), berfungsi sebagai penyelaras proses perencanaan dari usulan kegiatan dan anggaran sampai dengan tersusunnya dokumen DIPA RKA-K/L yang berkualitas. Disamping itu, SICANDA yang juga sebagai e-proposal bagi Satker lingkup BPPSDMP ini diharapkan dapt digunakan sebaik-baiknya sebagai wadah usulan program, kegiatan dan anggaran. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Pending Dadih Permana dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) BPPSDMP yang merupakan tindak lanjut Musrembangtan pada Rabu, (1/6/2016) di Ruang Rapat Catur Gatra, Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Dalam sambutannya Pending menghimbau agar Sistem Perencanaan berbasis IT ini segera disosialisasikan ke seluruh satker lingkup BPPSDMP dan eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Dalam penyusunan kegiatan dan anggaran diharapkan seluruh pimpinan satker harus memahami mekanisme penyusunannya.  “Mengenai penyusunan kegiatan dan anggaran, seluruh pimpinan satker harus memahami mekanisme penyusunan kegiatan dan anggaran berdasarkan money follow program, dan masalah anggaran tidak boleh hanya diserahkan kebawahan”, ujarnya.

Selain itu, pada kesempatan ini juga dibahas terkait penyusunan Rencana Kerja (RKP), Evaluasi tengah tahun yang diukur dari serapan anggaran sampai dengan 31 Mei 2016, dan target program aksi BPPSDMP untuk tahun 2017, yaitu program “Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu Melalui Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan” yang tahun ini telah memasuki tahun ke-2 pelaksanaan.

Berdasarkan evaluasi, program aksi ini masih harus lebih difokuskan dan memperhatikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di tahun lalu agar tidak terulang di tahun 2017. Penggunaan Kawasan Sentra Pangan (KSP) sebagai dasar peletakan program dan kegiatan di tingkat lapangan dengan target minimal 65% kegiatan penyuluhan, penetapan CPCL dengan segera, updating SIMLUHTAN secara rutin serta koordinasi lintas sektor secara berkala adalah beberapa upaya untuk mengantisipasi permasalahan yang dapat menghambat keberhasilan program tersebut.

Dalam akhir arahannya, Pending menjelaskan mengenai Regenerasi Petani, agar Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan harus secara simultan menangani Regenerasi Petani dalam system yang terencana (By Design) serta segera rancang kegiatan lomba bagi Bakorluh tentang “Design Program Regenerasi Petani” tanpa melupakan akar budaya Bangsa Indonesia. (Cha) 

Kontur tanah berbukit yang tidak ditanami pohon rawan terjadi longsor yang berbahaya bagi lingkungan sekitar. Jika kondisi tanah tersebut dibiarkan maka lambat laun bencana longsor melanda. Pohon dapat menguatkan kontur tanah yang berbukit. Akar pohonpun bisa menjaga penyerapan air dalam tanah.

Selain itu pohon merupakan penghasil oksigen. Keberadaannya menjadi sangat vital karena tanpa pohon makhluk hidup tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen. Pohon juga dapat mengurangi pemanasan global di alam. Maka dari itu semua pohon yang ada patut dijaga kelestariannya.

Hal tersebut yang melatarbelakangi Mahasiswa Jurusan Ekonomi Sumber Daya Lingkungan Intitut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor, Kementrian Pertanian melakukan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon jabon, kayu manis dan buah-buahan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Mei 2016 yang bertemakan “Green, Growth and Action” di lingkungan BBPKH Cinagara Bogor yang wilayah perkantorannya berkontur perbukitan.

Sebanyak 130 Mahasiswa dan 40 Karyawan BBPKH Cinagara Bogor turun ke lapangan untuk menanam 150 pohon dari jenis jabon, kayu manis dan buah-buahan. Penanaman diawali dengan peletakan pohon pertama oleh Kepala Balai BBPKH Cinagara Bogor drh. Djajadi Gunawan, MPH. Ada beberapa lokasi penanaman yang disesuaikan dengan lokasi tanam. Di lokasi tanam rawan longsor ditanami pohon mahoni dan di lokasi strategis yang dekat dengan lingkungan kantor ditanami dengan pohon buah-buahan.

Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan kegiatan positif yang patut dicontoh. Memang tidak instan untuk memetik hasil dari penanaman yang dilakukan. Jika kita tidak sempat menikmati hasilnya tapi semua itu bisa menjadi warisan bagi anak cucu kita kelak. Udara yang sejuk, mencegah longsor, ketersediaan air tanah yang cukup dan mengurangi pemanasan global.

Sumber : http://citizen6.liputan6.com/read/2518316/ipb-dan-bbpkh-cinagara-ciptakan-resapan-air-dan-cegah-longsor

HASIL SELEKSI ENGLISH LANGUAGE TRAINING FOR OFFICIALS (ELTO) PROGRAMME NEW ZEALAND 2016

Berdasarkan hasil seleksi calon peserta Program The English Language Training for Official di New Zealand lingkup Kementerian Pertanian, bersama ini kami sampaikan nama-nama calon peserta dari instansi Saudara yang telah lolos seleksi administrasi oleh Tim BPPSDMP yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2016.

Read more ...

Follow dan Like Page Facebook Resmi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Untuk mempermudah arus informasi mengenai penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian,

maka BPPSDMP membuat Page Facebook dengan akun " Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian "

Read more ...

Siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

Saksikanlah siaran Feature Wawancara Khusus Dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan judul "PEMUDA DAN PETANI BERSAMA MENUJU SWASEMBADA PANGAN" pada hari senin tanggal 6 Juni 2016 pukul 13.33 WIB di TVRI Pusat.