Penas KTNA 2017 Diharapkan Berperan Tingkatkan Produksi Pangan Utama

 

 

Jakarta (B2B) - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengharapkan penyelenggaraan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA 2017) turut berperan mendorong peningkatan produksi pangan utama, beras, mengingat saat ini produksi petani dan cadangan beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Jabar, Jateng dan Jatim dalam kondisi penuh.


"Stok beras di gudang Bulog pada awal 2016 sempat kosong namun berkat perbaikan sistem produksi berlangsung konsisten hingga akhir 2016, gudang Bulog di tiga provinsi yang menjadi lumbung pangan nasional cukup untuk kebutuhan pangan tahun ini," kata Mentan Amran Sulaiman di Jakarta pada Kamis (2/2) saat membuka rapat koordinasi penyelenggaraan Penas KTNA XV yang akan berlangsung di Banda Aceh pada 6-11 Mei 2017.

Mentan tidak menampik fakta bahwa harga gabah di tingkat petani saat ini merosot ke Rp2.900 hingga Rp3.300 per kg di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp3.700 per kg untuk gabah kering panen (GKP).

Amran Sulaiman mengharapkan Bulog segera bertindak cepat untuk menyerap gabah petani sesuai dengan HPP yang ditetapkan pemerintah.

Penas KTNA Banda Aceh
Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) sebagai penanggungjawab kegiatan Penas KTNA 2017 melakukan pemantauan dan evaluasi persiapan menjelang pelaksanaan 6-11 Mei 2017 di di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan Penas KTNA merupakan metode penyuluhan akbar yang digagas oleh para tokoh petani dan nelayan sejak 1971, sebagai forum pertemuan petani nelayan dan petani hutan sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi, dan berbagi pengalaman.

Tujuan lainnya, kata Winarno, pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama antara para petani nelayan dan petani hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah sehingga dapat membangkitkan semangat dan tanggung jawab serta kemandirian sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Penas KTNA Banda Aceh akan diikuti sekitar 11.000 peserta atau tiga kali lipat dari Penas KTNA di Malang, Jawa Timur, dan peserta utama diperkirakan mencapai 70% dan selebihnya adalah peserta pendamping dan peninjau.