Roadshow Kementan Kuningan - Cirebon

Momon Rusmono : Cirebon Akan Berorientasi Pada Pengembangan Hortikultura Selain Produksi Padi

"Saya bersyukur karena diberi kesempatan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, untuk mengembangkan bantuan bibit ayam 50 ekor dari pemerintah. Ini bisa menjadi harapan dan tumpuan perekonomian dan menjadi awal cita-citanya untuk menjadi peternak besar" kata Marwan saat menghadiri Apresiasi dan Singkronisasi Pertanian Modern, Maju dan Lestari, Petani Kabupaten Cirebon Sejahtera di GOR Ranggajati pada Kamis (28/3/2019)

Pada acara tersebut, Kementan menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung dan meningkatkan jumlah produksi di Kabupaten Cirebon. Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diberikan nilainya mencapai Rp 27 miliar baik benih unggul, hingga alat mesin pertanian (alsintan). Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, bantuan ini sekaligus upaya dan solusi permanen untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Mentan berharap, seluruh bantuan tersebut mampu mendongkrak peningkatan sektor pertanian di Cirebon. Apalagi, kata dia, wilayah Cirebon memiliki banyak potensi terhadap kecukupan pangan nasional. "Jawa Barat adalah lumbung pangan dan pemberi pangan Indonesia. Tapi ingat, Cirebon juga penentu pangan Jawa Barat dan Indonesia," katanya. PJ Bupati Cirebon Dicky Saromi menyampaikan terimakasih atas semua perhatian dan bantuan dari Kementan. Menurutnta, bantuan ini berhasil mewarnai dan memyumbang kontribusi terhadap pangan Indonesia.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Momon Rusmono mengatakan bahwa Cirebon merupakan salahsatu Kabupaten yang mempunyai lahan padi cukup luas di Provinsi Jawa Barat. Produk menarik yang menjadi iconnya adalah mangga gedong gincu dan pernah menjadi sentra tebu untuk supply ke pabrik gula. Momon mengatakan bahwa kedepannya Kabupaten Cirebon lebih berorientasi ke pengembangan komoditas hortikultura selain peningkatan produksi padi.

Mengenai pemberian bantuan ayam kepada santri milenial di pondok-pondok pesantren, dirinya mengungkapkan Cirebon merupakan tiga dari beberapa daerah yang pondok pesantrennya terbanyak.

"Lebih dari 100 kelompok santri tani milenial atau sekitar 3000 santri tani yang akan mendapat bantuan ayam kampung, kandang, sementara vaksin, dan pakan diberikan selama 6 bulan. Sebelumnya para santri akan diberikan bimbingan teknis untuk dilatih, dan saya minta penyuluh untuk mengawal dan beri pendampingan. Dengan usia ayam 4 minggu yang diberikan, diharapkan 3 sampai 4 bulan sudah menghasilkan telur sehingga ada in come yang didapat dari bantuan yang diberikan", ujar Momon.(dpb)